Kompetisi Mahasiswa di Bidang Green Industry - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kompetisi Mahasiswa di Bidang Green Industry

    Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pelita Harapan (UPH) Lippo Village berhasil meraih juara ke dua dalam kompetisi berskala nasional.

    Dibaca : 969 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pelita Harapan (UPH) Lippo Village berhasil meraih juara ke dua dalam kompetisi berskala nasional. Dalam kompetisi yang berfokus pada Green Industry ini para peserta dituntut melakukan industry exploration untuk mencari solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi PT Intera Lestari Polimer (Enviplast) terkait sampah (wasted)Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian program INSTINC (Inter-University Competition) yang berlangsung pada 26-29 Maret 2019 di UPH Lippo Village.

    Setelah bersaing dengan universitas yang datang dari beragam daerah di Indonesia, pada babak final UPH berhasil meraih juara kedua, kemudian Universitas Indonesia di posisi pertama, dan Universitas Gadjah Mada di posisi ketiga.

    Tim UPH yang terdiri dari Vincent Tiogana (Industrial Automation - 2016), Marcellina (Industrial Automation - 2016), dan Billy Viyanto (Industrial Management - 2016) ini membagikan pengalaman mereka khusunya dalam babak final, 'industry exploration'.

    Marcelina menjelaskan ia dan timnya harus melakukan tour keliling pabrik untuk menentukan masalah yang memerlukan solusi. Ia menjelaskan bahwa penentuan permasalahan tersebut harus sesuai dengan tema acara yaitu 'Investing in Green' dan berhubungan dengan Green Industry. Dalam case study tim UPH akhirnya menemukan adanya penumpukan sampah sisa produksi yang terjadi di Enviplast.

    "Kami melihat di storage itu terlalu banyak menyimpan barang defect atau reject. Enviplast sendiri adalah perusahaan yang peduli dengan lingkungan dan berfokus pada Green Industry. Sehingga barang yang defect itu disimpan untuk tetap bisa digunakan nantinya. Karena Enviplast juga membuat kantong sesuai permintaan dan mementingkan quality, maka apabila terdapat 'cacat' pada produk, akan di produksi kembali. Hal ini, menimbulkan penumpukan limbah kantong tidak terpakai. Maka dari itu, kita berusaha mengurangi pembuatan produk reject itu dengan memperbaiki quality control selama proses produksi kantong. Caranya adalah dengan pemasangan sensor di mesin produksinya supaya kalau misal ukuran kantong tersebut tidak sesuai standar, mesin akan langsung menyesuaikan agar ukuran kantong sesuai." ungkap Marcellina.

    Melanjutkan cerita, Vincent mengaku kompetisi ini adalah pengalaman pertama bagi mereka bertiga; sehingga tentu ada tantangan yang dihadapi khususnya dalam pengerjaan soal.

     

    "Menurut kelompok kami, kesulitan itu ada bagi kita ketika mengerjakan soal-soal akademisi. Apalagi kalau lawannya itu universitas seperti UI, ITB, UGM, UBAYA, yang sudah banyak menemui beragam soal maka otomatis penjelasan dan jawaban mereka juga lebih dalam. Tapi terlepas dari semua itu, keunggulan kami adalah mengerjakan soal tipe seperti study case atau pertanyaan di babak post-game, yaitu tahapan sebelum babak final. Jadi karena kami kuat disitu maka itu yang jadi score penentu kemenangan kita." ungkap Vincent.

    Menurut ketiganya, mengikuti kompetisi seperti ini sangat bermanfaat dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan di perkuliahan. Hal ini terbukti dari bagaimana pelajaran yang mereka pelajari sangat membantu dalam mengerjakan soal-soal dalam kompetisi.

    "Pelajaran di Teknik Industri UPH yang benar-benar membantu itu economy technic, seperti perhitungan biaya in the long run kalau misalnya ide kami di implementasikan. Terus kalau sehubungan dengan proses selama berkompetisi di babak final itu banyak mengenai automation, karena kami mengontrol defect itu dan menambahi perangkat elektronik lainnya. Dan kami mendapat pelajaran tersebut di UPH mengenai Sistem Kontrol Industri dan Sistem Robotika." pungkas Marcellina.

    Kompetisi ini diikuti oleh 16 tim yang terdiri dari tiga orang peserta prodi Teknik Industri dari delapan universitas di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Brawijaya, Universitas Dian Nuswantoro, Institut Teknologi Bandung, Universitas Surabaya, dan Universitas Islam Indonesia, diharapkan dapat mampu mendorong setiap peserta semakin aktif dan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari perkuliahan. (pl)

     

    Ikuti tulisan menarik Indri Puji Lestari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 203 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro