Koramil 0815/03 Sooko Bersama BPBD Bersihkan Sisa Material Banjir Di SDN Tempuran - - www.indonesiana.id
x

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 10 Mei 2019 05:09 WIB

  • Topik Utama
  • Koramil 0815/03 Sooko Bersama BPBD Bersihkan Sisa Material Banjir Di SDN Tempuran

    Mojokerto, - Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Bersama BPBD Kabupaten Mojokerto, melakukan pembersihan pasca banjir di SDN Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (08/05/2019).

    Dibaca : 1.001 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mojokerto, - Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Bersama BPBD Kabupaten Mojokerto, melakukan pembersihan pasca banjir di SDN Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (08/05/2019).

     

    SDN Tempuran, merupakan salah satu fasilitas umum yang terdampak banjir. Karena banjir tidak hanya meluber ke halaman sekolah namun sempat merendam ruang kelas selama beberapa hari. Kondisi terakhir pukul 05.00 WIB pagi tadi, ruang kelas masih tergenang air setinggi 5 centimeter sementara ketinggian air di halaman sekolah sekitar 10 centimeter.  

     

    Untuk membantu agar proses belajar dan mengajar di SDN Tempuran kembali nomal, maka Koramil 0815/03 Sooko Bersama BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan pembersihan di komplek SDN Tempuran, meliputi ruang kelas, halaman, kantin dan MCK.  

     

    Hadir dalam kegiatan, Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto, Bagian PMK BPBD Kabupaten Mojokerto Antok Aji Susanto, Para Babinsa, Kasek SDN Tempuran Drs. M. Amin, SPd., Para Guru, orang tua/wali murid dan para siswa-siswi SDN Tempuran.

     

    Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto mengatakan, sasaran pembersihan meliputi ruang kelas, kantor administrasi, teras, halaman sekolah dan lapangan olah raga. Dalam pembersihan tersebut menggunakan alat seadanya seperti sapu lidi, selang air, sekrop, kain pembersih, ember serta dengan bantuan 2 unit PMK yang difungsikan untuk menyemprot lumpur di halaman sekolah.

     

    “Kegiatan ini bentuk peran serta TNI (Koramil) dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat. Melalui pembersihan ini diharapkan akan menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat,” ungkapnya.

     

    Tampak gabungan personel TNI, BPBD, warga sekolah dan wali murid dan para siswa bahu membahu bergotong  royong membersihkan komplek sekolah dengan harapan proses belajar mengajar akan kembali normal mulai besok, Kamis (hari ini, 09/05).



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Aqila Nurussakinah

    10 jam lalu

    Gagal

    Dibaca : 28 kali









    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.079 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.