Dua Pria Saling Melukai di Konawe Selatan Dimankan Polisi - Viral - www.indonesiana.id
x

Tegas-co

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Mei 2019

Senin, 13 Mei 2019 23:51 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Dua Pria Saling Melukai di Konawe Selatan Dimankan Polisi

    Dibaca : 1.302 kali

    Kepolisian Sektor (Polsek) Palangga, Kepolisian Resort (Polres) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan dua orang pria parubaya warga Desa Watubumbu, Kecamatan Baito tersangka tindak pidana penganiayaan.

    Kedua pria tersebut masing-masing, Annas (37) pekerjaan tani, alamat Desa Watubumbu, Kecamatan Baito - Konsel serta Biro (37) pekerjaan tani yang juga beralamat di Desa Watubumbu, Kecamatan Baito - Konsel. Kedua tersangka diamankan pihak Polsek Palangga pada hari Kamis, 9 Mei 2019 sekira Pukul 15.20 Wita.

    Kronologis kejadian :

    Saat Biro sedang memaki-maki, Sinda (60) lalu datang anaknya, Sarniatin (35). Sarniatin menegur Biro "Hai Biro kenapa kamu maki-maki orang tua saya".

    Biro mengatakan "pokoknya ada yang saya mau bunuh hari ini". Lalu Biro mengayunkan parangnya dan mengenai ibu jari Sarniatin yang mengakibatkan luka.

    Kemudian muncul, Annas (suami Sarniatin) langsung menghampiri Biro. Biro tanpa bicara langsung mengayunkan parangnya ke Annas, namun Anas menghindar.

    Setelah itu Anas mengambil sebuah tombak yang berada di dalam rumah dan langsung menombak Biro yang mengenai selangkangan sebelah kiri dan mengakibatkan luka tusuk/robek.

    Atas kejadian itu, kedua pelaku melaporkan ke pihak berwajib. Laporan Polisi Nomor : LP/06/V/2019/Sultra/Res Konsel/Spk Sek Palangga, tanggal 9 Mei 2019. dengan tersangka Biro.

    Laporan Polisi Nomor : LP/07/V/2019/Sultra/Res Konsel/Spk Sek Palangga, tanggal 9 Mei 2019, dengan tersangka Anas.

    "Kedua tersangka telah dilakukan penangkapan dan saat ini telah ditahan di Rutan Polsek Palangga,"ujar Kapolres Konsel, AKBP Dedy Adrianto, SE MH melalui pesan WhatsAppnya kepada tegas.co. Senin, 13/5/2019.

    Dedy Adrianto menjelaskan, dari hasil interogasi penyidik korban ibu, Sinda menegur tersangka Biro dengan meminta apabila menebang bambu miliknya jangan yang muda, tapi yang sudah tua.

    Tapi tersangka Biro tidak terima, dan malahan mengejar korban dengan senjata tajam (sajam) sampai ke rumah korban, hingga melukai jari korban.

    "Suami korban akan melerai malah akan dibacok juga, makanya dia ambil tombak, dan langsung menombaknya mengenai selangkangannya,"pungkasnya.

    Selain itu, Dedy menghimbau agar masyarakat dapat lebih menahan diri terutama dalam bulan Ramadhan ini.

    Karena permasalahan bisa diselesaikan dengan musyawarah tidak harus diselesaikan secara kekerasan.

    "Semoga di bulan Ramadhan ini, juga dapat menurunkan tensi politik serta meningkatkan Ketaqwaan kita terhadap Tuhan YME," tutupnya.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).