3 Kiat Investasi Saham untuk Investor Pemula Pasca Lebaran - Analisa - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 17 Juni 2019 13:47 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • 3 Kiat Investasi Saham untuk Investor Pemula Pasca Lebaran

    Dibaca : 3.889 kali

    Kondisi keuangan pasca libur Lebaran sedang memasuki masa paceklik. Kondisi keuangan kering-koranta. Keuangan terkuras saat libur Lebaran.

    Masa-masa seperti ini adalah masa yang tepat untuk melakukan 3 kiat berikut ini dalam pengelolaan keuangan demi terciptanya keamanan keuangan di masa depan.

    Krisis keuangan usai Lebaran menjadi moment untuk menaruh harapan akan keuangan yang lebih baik di masa depan atau biar kondisi keuangan yang seperti ini nggak akan terjadi lagi.

    Membangun kesadaran akan proses perencanaan, eksekusi dan evaluasi dalam pengelolaan keuangan menjadi salah satu modal dasar dalam realisasi investasi saham yang selama ini masih saja sebatas wacana. Mari kita urasi satu persatu:

    1. Buat Perencanaan
    Segala upaya memperbaiki kondisi keuangan tentunya butuh perencanaan, teristimewa setelah memiliki tujuan yang jelas yakni kesehatan keuangan di masa depan. Perencanaan membutuhkan pemikiran, waktu, tenaga, dan lain-lainnya. Secara konkret perencanaan juga mencakup pemaksimalan dana yang masih dimiliki untuk digunakan pada pos-pos pengeluaran yang sifatnya sangat dibutuhkan. Lebih dari pemaksimalan, pengetatan pengeluaran diperlukan untuk hal-hal sifatnya gaya hidup dan selanjutnya uang hasil pengetatan tersebut dikembangkan untuk mendapatkan imbal hasil yang maksimal, salah satunya melalui investasi saham.

    2. Eksekusi Nyata Bukan Wacana
    Setelah perencanaan keuangan pasca libur Lebaran dimiliki, eksekusi adalah tahap yang tidak mudah dilakukan karena benar-benar membutuhkan komitmen yang kuat, apalagi sedang di dalam kondisi keuangan yang kurang menguntungkan. Komitmen yang dimaksud yakni mengembangkan dana minim yang telah disisihkan pada instrumen investasi yang memberikam imbal hasil tinggi. Menariknya, investasi saham saat ini sudah sangat mudah dinikmati karena terjangkau dan semua proses transaksinya pun sudah full digital berbasis aplikasi, semisal aplikasi IPOTGO keluaran PT Indo Premier Sekuritas, yang memudahan transaksi saham.

    3. Evaluasi Hasil
    Jika komitmen itu bisa dijalankan, jangan lupakan yang namanya evaluasi. Evaluasi saham ini dimaksudkan untuk menilai cuan yang diharapkan apakah sudah sesuai harapan atau belum. Jika belum sesuai, tentunya diperlukan strategi baru untuk memaksimalkan cuan semisal dengan analisis fundamental hingga analisis teknikal. Poin ketiga ini kerap diambaikan investor.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.093 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).