Hari Raya Idul Adha Kodim 0815 Salurkan Daging Qurban - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815 Mojokerto.Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., saat menyerahkan hewan qurban kepada Pasilogdim 0815 Kapten Inf Kambali selaku Panitia Qurban Kodim 0815

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 12 Agustus 2019 17:28 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Hari Raya Idul Adha Kodim 0815 Salurkan Daging Qurban

    Dibaca : 261 kali

    Mojokerto, - Hari Raya Idul Adha Tahun 1440 Hijriyah / 2019 Masehi dirayakan secara serentak dengan melaksanakan Sholat Idul Adha dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban, tidak terkecuali di Kodim 0815 Mojokerto. Pemotongan hewan qurban tersebut dilakukan di areal parkir Makodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (11/08/2019).

    Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., mengungkapkan, ibadah qurban ini dilakukan dengan tujuan untuk memupuk keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Ada hikmah yang dapat kita petik dari berqurban ini, yakni mengajarkan kita untuk rela berkorban dan berbagi dengan sesama khususnya bagi warga yang membutuhkan.

    "Salurkan daqing qurban ini sesuai alokasi. Utamakan orang-orang yang berhak menerima," kata Dandim saat menyerahkan hewan qurban kepada Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 0815 Kapten Inf Kambali selaku panitia qurban.

    Pasilogdim 0815 Kapten Inf Kambali mengatakan di Hari Raya Qurban kali ini, Kodim 0815 berqurban satu ekor sapi dan empat ekor kambing yang selanjutnya didistribusikan kepada yang berhak menerima.

    Tampak hadir dalam kegiatan, antara lain, Kasdim 0815 Mayor Inf M. Jenal Arifin, Para Danramil dan Perwira Staf Kodim 0815 serta sejumlah anggota Militer dan PNS.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.119 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).