Kongres ke-5 di Bali, ternyata Ada Kabar Buruk Partai PDIP - Viral - www.indonesiana.id
x

Images may be subject to copyright

Supryadin Advocasi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 12 Agustus 2019 19:15 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Kongres ke-5 di Bali, ternyata Ada Kabar Buruk Partai PDIP

    Dibaca : 389 kali

    Terlaksana kongres Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) di Bali, dengan dihadiri beberapa tokoh nasional, seperti Presiden Jokowi Widodo, Wakil Presiden Yusuf Kalla, Wakil Presiden terpilih 2019-2024 Mahruf Amin, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Walikota Surabaya Tri  Rismaharini, serta kehadiran ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Kongres ke-5 PDIP di Bali digelar pada kamis 8-11 agustus 2019 tersebut ternyata ada kabar yang mengejutkan dalam organisasi partai politik indonesia.  Terkait kader PDIP bernama Nyoman Dhamantra yang tersangka dalam Operasi Tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK). Anggota DPR RI komisi VI tersebut yang terjerat kasus suap impor bawang putih dari pihak swasta CSU yakni Chandry Suanda, Doddy Wahyudin, dan Zulfikar sebagai pemberi.

    Sehingga KPK menemukan barang bukti berupa hasil tanda transfer sebanyak Rp 2 miliar dan sejumlah USD 50 dari para tersangka. Atas kasus yang menimpa kadernya megawati sebagai ketua umum PDIP 2019-2024 bersikeras akan melakukan pemecatan jika terjadi seperti itu.

    Kasus kader PDIP sangat memalukan terhadap partainya, karena keberlangsungan kongres sebenarnya menciptakan wacana visioner kedepan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tersebut dalam menuju kesejahteraan rakyat.

    Tapi yang terjadi pada Nyoman Dharmanta sebagai salah satu kader PDIP selalu mengedepankan kepentingan atau menjadikan PDIP dalam wadah untuk mengakumulasi kekayaan pribadinya.

    Realitas partai politik di internal partai PDIP terhadap kader-kader partainya tidak mampu menjalankan fungsi representasi rakyat demi memperjuangkan hak-hak rakyat. Memang semboyang partai yang bernuasa kebangsaan adalah memperjuangkan hak-hak Won cilik. Namun kasus kader PDIP sekarang yang menjabat legislatif sangat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ini merugikan negara dan dapat menghambat percepatan pertumbuhan ekonomi kita dalam negeri.

    Mengenai kader yang tertangkap tangan oleh komisi pemberantasan korupsi akan dilakukan pemecatan dan sudah menyediahkan surat pemberhentian yang ditandatangan Ketua Umum PDIP Megawati jika kadernya mengalami persoalan, berujar ‘‘Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto’’

    Ketika kadernya bermasalah dalam urusan publik dengan melanggar AD-ART partai politik, sebagaimana diamanatkan Undang-undang no.2 tahun 2011 tentang partai politik, di dalam pasal 16 ayat (1) anggota partai politik diberhentikan keanggotan dari partai politik antara lain, meninggal dunia, mengundur diri secara tertulis, menjadi anggota partai politik lain dan paling mendasar adalah melanggar AD dan ART partainya.

    Supaya partai dapat dipercayai rakyat Indonesia, seharusnya merombak kader-kader yang tidak berkomitmen dalam menjalakan tugasnya. Merekrutmen anggota partai yang benar-benar menjaga marwah ideologi partai politiknya. 

     

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.