14.950 Maba Univ. Brawijaya 2019 Rebut Rekor MURi Kolaborasi Perkusi - Viral - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Selasa, 13 Agustus 2019 19:22 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • 14.950 Maba Univ. Brawijaya 2019 Rebut Rekor MURi Kolaborasi Perkusi

    Dibaca : 592 kali

    PKKMaba UB 2019 Raih Rekor MURI Megakolaborasi 14.950 Mahasiswa Baru

     

    PKKMaba (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya (UB) Malang mulai dibuka hari ini, Selasa 13/8 di Kampus UB Malang. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS. sekaligus melakukan penyematan nametag secara simbolis yang diwakilkan oleh dua mahasiswa baru, kemudian diikuti dengan pemasangan nametag sekitar 14.950 mahasiswa baru UB tahun akademik 2019/2020.

    Luar biasa, "RAJA Brawijaya" begitu sebutan mahasiswa baru UB, berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk Megakolaborasi Perkusi oleh 14.950 mahasiswa baru Universitas Brawijaya. Megakolaborasi ini menampilkan perkusi mob dengan menggunakan 3 alat berbeda, yaitu 1) alat "sempoa", 2) alat "papan dada" dan 3) alat "tongkat semaphore" yang dilakukan seluruh mahasiswa baru yang berkolaborasi dengan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UB sehingga menghasilkan alunan musik yang energik dan menggairahkan seluruh civitas UB.


    Rangkaian PKKMaba UB hari ini kian meriah ditemani penampilan luar biasa dari PSM Universitas Brawijaya dengan lagu Rumah Kita. Tampil pulaTari Gandrung, Rama Shinta, dan Reyog Brawijaya yang dibawakan oleh UKM UNITANTRI, UKM MARCHING BAND Ekalavya Suara Brawijaya, dan Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB, Azzam Izzudin yang turut memberikan sambutannya.


    PKKMaba UB dimulai hari ini hingga 3 hari ke depan. Sekitar 14.950 mahasiswa baru siap mengeyam pendidikan tinggi di UB yang terdiri dari 17 Fakultas dengan 157 jurusan yang ada. UB saat ini dikenal salah satu kampus negeri yang memiliki kultur dan kualitas akademis mumpuni di Indonesia. Maka wajar, UB selalu menjadi pilihan utama lulusan SMA dan setara dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.


    Universitas Brawijaya (UB) merupakan kampus elit di Indonesia dan secara konsisten menduduki peringkat 5 terbaik bersama dengan UI, IPB, UGM, ITB berdasarkan penilaian resmi Kemenristekdikti RI. Sedangkan di level Internasional, UB menduduki peringkat 51 di Asia dan 400 dunia. UB adalah salah satu dari sebagian kecil kampus Indonesia yang terindeks secara Internasional oleh QS.


    Selamat untuk mahasiswa baru UB, kaum pejuang akademis Adyatama 57. Teruslah berkarya bersama UB sebagai insan akademis yang unggul dan berkarakter. Salam RAJA Brawijaya ...

     

    Selamat berjuang, jati diri itu ada di dalam dirimu, bukan di tempat lain … #RAJABrawijaya2019 #MabaUB2019 #KitaSatuBrawijaya


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.119 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).