Perkenalkan Produk dan Budaya Indonesia, KBRI Azerbaijan Gelar ICF 2019 - Travel - www.indonesiana.id
x

Icf

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 29 Agustus 2019 20:22 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Perkenalkan Produk dan Budaya Indonesia, KBRI Azerbaijan Gelar ICF 2019

    Dibaca : 1.404 kali

    Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Azerbaijan akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival (ICF) 2019 di kota Baku, Azerbaijan pada 10-15 September 2019 mendatang.

    ICF 2019 diprediksi akan berlangsung lebih semarak karena diadakan di dua tempat berbeda di Kota Baku, yaitu Heydar Aliyev Sarayi yang merupakan tempat prestisius kota Baku dan Fountain Square yakni pusat perbelanjaan luar ruang yang selalu ramai dikunjungi masyarakat Azerbaijan.

    Dubes Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie menjelaskan bahwa selain lokasi pelaksanaan ICF 2019 akan semarak karena akan dihadiri ribuan orang pengunjung.

    "InsyaAllah acara ICF ke-4 ini akan lebih meriah dibanding penyelenggaraan ICF sebelumnya, karena tahun ini ICF 2019 menargetkan ratusan WNI di Azerbaijan turut hadir dan puluhan ribu masyarakat Kota Baku juga ikut meramaikan di ICF ini" Ujar Husnan.

    ICF sudah diselenggarakan sebanyak keempat kalinya yang digelar di Azerbaijan terutama di wilayah kawasan Kaspia. Dimana sebelumnya ICF yang pertama kali digelar tahun 2016 mendapat sambutan yang luar biasa dari penduduk Azerbaijan. Lalu ICF yang kedua tahun 2017 juga dihadiri sekitar 3500 pengunjung dalam 2 hari pertunjukan, dan ICF 2018 juga dihadiri ratusan wirausahawan Indonesia dan Azerbaijan.

    Husnan berharap gelaran ICF 2019 akan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan.

    "Semoga ICF ke-4 dapat membuat masyarakat kota Baku lebih mengenal budaya dan potensi ekonomi yang ada di Indonesia guna dapat meningkatkan iklim kerjasama dan investasi yang baik antara keduanya" ujar Husnan.

    Diketahui Indonesian Cultural Festival (ICF) merupakan kegiatan tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku Azerbaijan.

    Kegiatan ICF mencangkup pertunjukan seni budaya, seperti seni musik, seni tari, dan seni bela diri Pencak Silat Indonesia.
    Selain itu akan disediakan stand-stand yang memamerkan keunggulan produk lokal UMKM Indonesia, pariwisata Indonesia, dan dalam rangkaian acara yang sama akan diadakan beberapa kegiatan diantaranya, pameran informasi pariwisata Indonesia, kunjungan dan kerjasama lembaga pendidikan, seminar, penampilan kesenian tari dan musik tradisional Indonesia, dan lain-lain.

    Tercatat beberapa mitra usaha Indonesia akan berpartisipasi pada ICF 2019 diantaranya Bayusvara, Grup Angklung BUMN, Keripik Mbok Dhe Kota Malang, PT. ZAS, Master Angklung, DEKAT SRM Tanayu, CV Indoarab, Kemenpar, Pepmikindo, Trimatari, TFA Manasek Internasional, Mayora, 19 Specialty Coffee, Kampung coklat blitar, Pedra Dorma Berkat, PFS Utama Indonesia,Kemenpora + Reog, dan Studio Seni Indonesia.
    Acara ini juga didukung oleh beberapa Kementerian Indonesia diantaranya Kemendikbud, Kemenpar, Kemenpora, Kemendag dan KemenKUKM guna memberikan apresiasi luar biasa terhadap terlaksananya Indonesian Cultural Festival ke-4 pada September 2019.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 247 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.