Menanti Kelanjutan Para Srikandi Tangguh di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi - Analisa - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 2 September 2019 09:55 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Menanti Kelanjutan Para Srikandi Tangguh di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

    Dibaca : 1.038 kali

    Beberapa bulan belakangan muncul berbagai gerakan di media sosial yang menyuarakan dukungan kepada para Srikandi Jokowi, istilah populer yang kerap digunakan untuk merujuk tokoh-tokoh perempuan yang memiliki peran penting dalam pemerintahan Jokowi. Kehadiran para Srikandi ini memberi warna baru dalam pemerintahan terutama karena berbagai posisi yang sebelumnya identik dengan pekerjaan laki-laki justru dipercayakan Jokowi kepada Perempuan

    Sempat muncul tudingan “gagah-gagahan” kepada Jokowi di balik keputusannya memberi berbagai posisi penting kepada perempuan. Tudingan itu mereda seiring perjalanan waktu dan publik semakin “kecantol” kepada para Srikandi Jokowi setelah melihat bagaimana mereka memadukan  pendekatan keibuan yang lemah lembut, keteguhan dalam prinsip dan ketegasan dalam bersikap, menjadi kekuatan efektif dalam memimpin aneka perubahan.

    Susi Pujiastuti, sebagai contoh, mengejutkan publik ketika Jokowi menunjuknya Menteri Kelautan dan Perikanan yang identik dengan posisi laki-laki karena sebagian besar berurusan dengan kehidupan bahari yang keras dan penegakan kedaulatan maritim yang menuntut ketegasan dalam bertindak. Dengan pendekatan afektif seorang ibu, Susi berhasil membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya meningkatkan asupan gizi dari ikan melalui kampanye “gemar makan ikan”, tentang pentingnya menjaga kelestarian laut beserta ekosistem di dalamnya demi kepentingan jangka panjang para nelayan secara khusus dan kepentingan seluruh penduduk Indonesia secara umum.

    Susi berhasil menarik perhatian masyarakat terhadap isu-isu pemamfaatan kekayaan laut melalui cara-cara sustainable dan ramah lingkungan dengan pendekatan lembut seorang ibu. Pada kesempatan lain dia menegaskan keseriusannya mengurus laut Indonesia melalui sikap dan tindakan yang tak kalah tegas dari laki-laki. Penenggalaman kapal asing, penertiban  kapal-kapal pengusaha ikan yang melanggar aturan, larangan pemakaian cantrang dan berbagai langkah tegas lain yang dilakukan Susi memberi kesan mendalam bagi masyarakat bahwa seorang pemimpin perempuan tak kalah tegas dari laki-laki.

    Contoh berikut yang cukup mengejutkan adalah penunjukan Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri. Posisi ini juga sangat identik dengan laki-laki, bahkan Retno Marsudi tercatat sebagai Menlu perempuan pertama di Indonesia. Keputusan Jokowi memilih Retno untuk memimpin Kemenlu dapat dipahami publik beberapa waktu kemudian yakni setelah melihat bagaimana diplomat senior alumni UGM tersebut mampu menerjemahkan secara tepat visi politik luar negeri Jokowi. 

    Retno Marsudi (tengah), Menteri Luar Negeri RI

    Jokowi sejak awal menampilkan politik luar negeri yang low-profile dan membangun image inward-looking. Hal ini sesuai dengan fokus pemerintahannya memperkuat fondasi dalam negeri dan memperkuat stabilitas nasional di tengah gelombang krisis yang menerpa negara-negara berkembang seperti Turki dan Argentina. Secara lebih konkrit kita dapat melihat pendekatan tersebut diterjemahkan dalam aktivitas-aktivitas internasional yang low profile tetapi tepat sasaran di bawah kepemimpinan Retno.

     

    Tanpa retorika-retorika bombastis Retno berhasil menunjukkan kehadiran Indonesia dalam peristiwa-peristiwa luar negeri yang membutuhkan uluran tangan. Itu terlihat misalnya dalam bantuan ke Rohingya di mana pemerintah juga berhasil menggalang partisipasi masyarakat sipil, keterlibatan Indonesia dalam proses perdamaianan Afghanistan, pembangunan Rumah Sakit di Gaza dan berbagai aktivitas lain yang menunjukkan secara nyata kehadiran Indonesia di negara-negara yang membutuhkan bantuan, baik bantuan material, bantuan diplomatik dan berbagai bentuk bantuan lain. Masyarakat dapat melihat hasil kerja secara nyata bukan wacana-wacana pertunjukan kekuatan tapi minus tindakan yang lazim dipertontonkan dalam debat-debat politik luar negeri.

    Retno dalam berbagai kesempatan dengan tegas selalu menekankan “tidak ada tawar-menawar kalau menyangkut kepentingan nasional”. Ini menunjukkan corak kepemimpinannya sesuai dengan visi Presiden yang berorientasi pada “domestic first”. Akan tetapi, fokus pada pembangunan domestik tidak membuat Indonesia mengabaikan pentingnya multilaterialisme. Terbukti di bawah komando Retno, Indonesia masih dipandang oleh dua kekuatan baru di Asia, China dan India, sebagai salah satu partner dalam insiatif proyek geoekonomi mereka, yaitu Inisiatif Sabuk dan Jalan (China) maupun Indo-Pasifik (India dan Jepang).  Selain itu, Indonesia mempertahankan pengaruhnya dalam kepemimpinan ASEAN dan mulai memainkan peran lebih besar di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

    Tak bisa dipungkiri bahwa para Srikandi Jokowi telah memberi warna baru dalam pemerintahan yang turut mendongkrat approval rate terhadap kepemimpinan Jokowi. Susi Pujiastuti, Retno Marsudi, Sri Mulyani dan beberapa nama tokoh perempuan lainnya dalam kabinet telah berhasil menunjukkan perpaduan antara kelembutan, disiplin, ketegasan dan loyalitas menjadi  kekuatan dalam menjalankan tugas. Mereka dikenal sebagai sosok-sosok yang tangguh.

    Demikian juga dengan tokoh-tokoh perempuan yang berperan di luar kabinet seperti ketua dan para panggota Pansel KPK periode lalu yang seluruhnya terdiri dari perempuan dan ketua pansel sekarang kembali dijabat perempuan. Mereka semua telah berhasil menunjukkan ketangguhan perempuan yang tidak kalah dari laki-laki dalam menghadapi tekanan dan berbagai tantangan lain. Ke depan, dengan melihat langgam, pendekatan dan gaya kepemimpinannya kelihatannya Jokowi masih akan memberi tempat dan ruang berkarya bagi para Srikandi tangguh yang sudah teruji prestasi, dedikasi dan loyalitasnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.