Ratusan Undangan Hadiri Resepsi Diplomatik HUT RI ke-74 di Baku Azerbaijan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

KBRI

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Rabu, 11 September 2019 17:05 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Ratusan Undangan Hadiri Resepsi Diplomatik HUT RI ke-74 di Baku Azerbaijan

    Dibaca : 209 kali

    Ratusan tamu undangan hadir dalam Resepsi Diplomatik Peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) Baku Azerbaijan. Resepsi diplomatik itu dilaksanakan pada Senin malam (9/9/2019) di Elektra Hall, pinggiran laut Kaspia, Azerbaijan.

    Ratusan tamu undangan tersebut terdiri dari sejumlah pejabat pemerintah Azerbaijan, termasuk tamu kehormatan Menteri Pertanian yaitu H.E. Inam Karimov dan beberapa anggota parlemen Azerbaijan, para Duta Besar Negara sahabat, para pengusaha kedua negara, akademisi, jurnalis, dan mitra KBRI lainnya. Resepsi Diplomatik ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

    Duta Besar RI di Baku Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, mengucapan terimakasihnya kepada seluruh pihak dan tamu undangan yang telah menyempatkan hadir. "Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya acara ini, sangat meriah dan acara besar jika dibandingkan dengan resepsi diplomatik negara lainnya," ujar Dubes Husnan.

    Dalam hubungan bilateral Indonesia-Azerbaijan, Dubes Husnan menyampaikan bahwa telah terdapat kemajuan yang mendukung optimisme hubungan kedua negara, terutama di bidang perdagangan dan investasi, serta hubungan sosial-budaya. "Hubungan yang telah berlangsung secara bersahabat dan saling menguntungkan selama ini merupakan fondasi yang kuat untuk semakin meningkatkan hubungan kedua Negara di masa mendatang," kata dia.

    Sementara, para tamu undangan yang hadir menikmati sajian aneka kuliner khas Indonesia dan jajanan pasar. Mereka juga meresapi sajian tarian Indonesia seperti Jejar Gandrung dan Pakarena juga kolaborasi alat musik Indonesia dan Azerbaijan yaitu Bugam yang memeriahkan acara tersebut.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.121 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).