Selamat Jalan Pak Habibie, Eyang Demokrasi dan Ilmuwan Indonesia - Analisa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Rabu, 11 September 2019 21:44 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Selamat Jalan Pak Habibie, Eyang Demokrasi dan Ilmuwan Indonesia

    Dibaca : 2.240 kali

    BJ Habibie, Selamat Jalan Eyang Demokrasi dan Ilmuwan Indonesia,

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Selamat jalan BJ Habibie, eyang demokrasi dan ilmuwan Indonesia. Di usia 83 tahun, sosok Presiden ke-3 Republik Indonesia telah berpulang ke rahmatullah; ke pangkuan Allah SWT. Hari ini, Rabu 11 Septemebr 2019 pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

    Sangat pantas, bangsa Indonesia menyebutnya Eyang Demokrasi dan Ilmuwan Indonesia.

    Eyang, berarti kakek atau mbah. BJ Habibie, beliaulah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa Indonesia. Bisa jadi, beliau menteri terlama yang mendampingi Presiden ke-2 Soeharto selama masa pemerintahannya. Bahkan pemikiran teknologi berkelas dunia pun didedikasikan untuk bangsa ini.

    BJ Habibie adalah paket komplit negarawan yang dimiliki Indonesia. Eyang demokrasi Indonesia, pantas disematkan pada beliau. Karena di tangan-nyalah kehidupan berdemokrasi di Indonesia meraih momentum dan tonggak kebebasannya. Era yang disebut reformasi.

    Sekalipun ia mewarisi kondisi negara yang kacau balau saat itu; marak kerusuhandan krisis ekonomi, dengan berani beliau membebaskan seluruh tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat serta berorganisasi. Bahkan dari balik perut pemerintahannya, lahir sejumlah undang-undang demokratik di bumi Indonesia.

    Sebut saja UU Partai Politik, UU Pemilu, UU  Susunan Kedudukan DPR/MPR. Bahkan UU Pers, UU Anti-Monopoli, UU Otonomi Daerah berkibar di eranya. Kita ingat, bila ada Presiden Indonesia yang mengajak wartawan untuk berdiskusi di Istana Presiden, beliaulah yang memulainya. Termasuk mencabut larangan berdirinya serikat buruh independen.

    Bahkan sebagai konsekuensi logis berpihak kepada demokrasi pula, di era beliau digelar referendum Timor Timur hingga warga Timor Timur memilih melepaskan diri dari Indonesia. Dan berujung pada penolakan MPR RI terhadap laporan pertanggungjawabannya sebagai Presiden.

    Eyang ilmuwan Indonesia, titel yang lebih pantas disematkan pada beliau.

    Karena di tangannya, teknologi industri di negeri ini mulai dibangun. Lompatan besar terjadi dari pemikiran dan cita-cita besarnya menjadikan bangsa Indonesia lebih maju, lebih bermartabat. Industri strategis, seperti PT Pindad, IPTN, Dirgantara Indonesia, hingga PT PAL direvitalisasi menjadi lebih berdaya. Penguasan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mencapai puncak keemasan di era beliau. Bila hari ini banyak orang getol teknologi, itu tidak dapat dilepaskan dari spirit beliau memajukan teknologi bangsa ini.

    BJ Habibie memang telah pergi. Tapi ini momentum buat bangsa Indonesia agar jangan lupa sejarah. Karena hari ini, banyak anak bangsa yang terlalu mudah melupakan sejarah.

    Bukan hanya demokrasi dan IPTEK, Pak Habibie pun telah menoreh catatan ekonomi yang luar biasa. Beliau-lah yang memecah problem ekonomi dan krisis moneter yang dialami bangsa ini kala itu. Nilai tukar terhadap US Dollar yang terus tertekan di masa itu hingga menyentuh Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, di era Pak Habibie mampu menguat hingga Rp 6.500.

    Hari ini, sekalipun Eyang Demokrasi dan Ilmuwan Indonesia telah pergi, jasa BJ Habibie sangat pantas dikenang dan menjadi perenungan bangsa Indonesia untuk meneladani nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air yang telah beliau torehkan semasa hidupnya. Beliaulah putra terbaik bangsa yang berani dan rela melepaskan karier bagusnya di luar negeri hanya untuk membangun Indonesia agar lebih maju di masa depan.

    Bahkan bila kita menonton film “Habibie dan Ainun”, BJ Habibie pun menjadi sosok yang patut dikagumi dalam menjalani hari-hari dalam berumah tanggan. Bak Romeo-Juliet Indonesia, kisah keromantisan bersama sang istri harus diakui membuat banyak orang meleleh iri.

    Dan jauh lebih hebat lagi. Sebelum beliau pergi, sempat beredar tulisannya berjudul “KALAULAH SEMPAT”. Tulisan yang mengingatkan pesan agar kita “berlaku adil pada diri sendiri”. Untuk lebih serius dalam menyiapkan ‘bekal’ untuk menghadap-Nya dan mempertanggungjawabkan kepadaNya.

    Jangan terbuai dengan ‘Kehidupan Dunia’ yang bisa melalaikan. Kita boleh saja giat berusaha di dunia, tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang dan kekal di akhir hidup kita. Kata Pak Habibie di tulisan itu “Teruslah menjadi si penabur kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan”. 

    Selamat Jalan Eyang Demokrasi dan Ilmuwan Indonesia, paket komplit negarawan yang pernah dimiliki Indonesia. Semoga amal ibadah Pak Habibie diterima Allah SWT. Dan bangsa Indonesia mampu menjadi bangsa yang beradab dan menjaga keharmonian sepeninggal Bapak.

    Seperti kata beliau “hanya manusia yang berbudaya dan taat pada nilai ajaran agama yang mampu mengembangkan dan menguasai Iptek serta berkembang menjadi manusia yang terampil dan unggul”. Selamat jalan Pak Habibie, kami akan selalu mendoakan dan mengenangmu … #BJHabibie #InMemoriamPakHabibie

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.