Surat Terbuka untuk Mas Kaesang Pangarep (@kaesangp) - Analisis - www.indonesiana.id
x

Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep mengunggah foto dirinya bersama keluarga di kabin pesawat Garuda di Twitter-nya kemarin, Selasa, 16 Juli 2019. Sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengeluarkan pengumuman yang isinya mengimbau penumpang untuk tidak memotret di kabin pesawatnya. (sumber: Twitter @kaesangp)

firdaus cahyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 18 September 2019 15:05 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Surat Terbuka untuk Mas Kaesang Pangarep (@kaesangp)

    Mas Kaesang Pangarep, bilang ke bapakmu, Pak Jokowi, jangan jauhi rakyat dan berhenti berteman akrab dengan para jenderal pelanggar HAM, koruptor, konglomerat hitam dan politisi busuk.

    Dibaca : 1.292 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mas Kaesang Pangarep, mungkin mas bertanya, kenapa saya harus menulis artikel ini ke Mas Kaesang? Siapa saya. Saya bukan anak presiden. Saya hanya rakyat jelata yang sekarang sedang bingung, mau dibawa kemana bangsa ini.

    Kembali ke pertanyaan awal, kenapa saya lancang dan berani-beraninya kirim surat terbuka ke anak Presiden Republik Indonesia. Ya, karena mungkin mas Kaesang yang masih didengar suaranya oleh Bapak Jokowi. Suara saya dan rakyat jelata lainnya mungkin akan terbentur tembok-tembok istana yang megah. Jadi, tolong bilang ke Bapak Jokowi, jangan terlalu lama menjauhi rakyat. 

    Mas Kaesang Pangarep, bilang ke bapakmu, Pak Jokowi, jangan menjauhi rakyat dan berteman akrab dengan para jenderal pelanggar HAM, koruptor, konglomerat hitam dan politisi busuk.

    Akhir-akhir ini, sepertinya Bapakmu, Pak Jokowi mulai menjauh dari rakyat. Dimulai dari pernyataannya untuk meminta menterinya tutup mata saat memberikan ijin investasi. Padahal banyak investasi yang merusak lingkungan hidup, seperti investasi di sektor kehutanan yang menyisakan kebakaran lahan dan asap yang menyesakan.

    Bukan hanya soal ijin investasi, Bapakmu, Pak Jokowi nampaknya mulai tidak lagi mendengarkan aspirasi rakyat terhadap pemilihan pimpinan KPK dan penolakan rakyat terhadap revisi UU KPK. Bapakmu justru merestui itu semua. Padahal sebelumnya Bapakmu berjanji di kampanye pilpres akan memperkuat KPK, bukan memperlemah KPK.

    Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi, bila bapak, terus menjauh dari rakyat maka rakyat akan meninggalkannya. Bukankah Pak Jokowi dipilih menjadi presiden oleh rakyat? Apa jadinya bila presiden yang dipilih rakyat itu ditinggalkan oleh rakyatnya?

    Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi untuk kembali dengarkan suara rakyat. Selami penderitaannya.

    Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi, untuk kembali menyelami penderitaan kaum tani yang tanahnya dirampas atas nama investasi.

    Mas Kesang, bilang ke Pak Jokowi, untuk kembali menyelami penderitaan anak-anak di Sumatera dan Kalimantan yang tercekik kabut asap karena kebakaran lahan akibat pemberian ijin di sektor kehutanan yang ugal-ugalan. Jangan ulangi lagi menutup mata saat memberikan ijin investasi.

    Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi, untuk segera menemukan 13 orang aktivis yang hilang di 1998, mencari pembunuh Cak Munir dan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, sesuai janjinya dulu.

    Mas Kaesang, bilang ke Pak Jokowi untuk memulai membuka mata hatinya kembali dan berhati-hati dengan para jenderal pelanggar HAM, koruptor, konglomerat hitam dan politsi busuk yang ingin berpesta pora sambil berak di atas kepala jutaan rakyat Indonesia atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi.

     

     

     
     

    Ikuti tulisan menarik firdaus cahyadi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.