UPH Kenalkan Teknologi Digital Masa Depan Kepada Siswa SMA - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Falcon Project UPH 2019

Rosse Hutapea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 Agustus 2019

Rabu, 25 September 2019 16:24 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • UPH Kenalkan Teknologi Digital Masa Depan Kepada Siswa SMA

    Dibaca : 924 kali

    School of Information System and Technology (SISTECH) Universitas Pelita Harapan (UPH) menggaet siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memperkenalkan perkembangan teknologi digital dan implikasinya dalam berbagai bidang khususnya bisnis masa depan. Upaya ini untuk menarik minat calon mahasiswa yang nantinya akan melanjutkan studi di bidang informatika dan teknologi. 

    Secara rutin mahasiswa SISTECH UPH menggelar acara Falcon Project untuk mewadahi siswa yang berminat di bidang teknologi komputer dan informasi. Kgiatan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai lomba sekaligus  menambah wawasan. Di acara Falcon Project, para siswa juga dapat menambah wawasan mengenai profesi dan bisnis yang berhubungan dengan teknologi digital melalui sharing informasi dari  stratup yang sudah berhasil.

    Ada tiga kategori lomba untuk siswa SMA, diantaranya, kompetisi Falcon Business Idea Innovation dimana para partisipan mempresentasikan ide bisnis dalam bentuk prototype, kompetisi Web Design untuk menguji kreativitas merancang web sesuai dengan tema yang ditentukan oleh panitia, dan kompetisi Falcon Programming untuk mengasah kemampuan berpikir kritis memecahkan masalah.

    Pemenang kompetisi Falcon Project 9 dari tiap kategori memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah uang tunai, dan beasiswa kuliah di SISTECH UPH. Panitia Falcon Project 9 juga memberikan pembekalan wawasan di bidang  inovasi digital lewat seminar bertajuk "Maximize Business Value through Digital Innovation"  yang digelar pada 24 September 2019.

    Seminar disampaikan dua pembicara dari Startup IT yang akan menginspirasi peserta, diantaranya Emeraldo Faris Alifar, Growth arketing Manager at Moka, dan Andi Triadi, Product Manager at Qwords Cloud Web Hosting Indonesia. Seminar ini terbuka bagi mahasiswa SISTECH,  partisipan Falcon Project 9, mahasiswa UPH dari prodi lain dan juga publik.

    Acara Awarding Night menjadi penutup Falcon Project 9 sekaligus mengumumkan pemenang kompetisi dan pemberian hadiah kepada para pemenang.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.178 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).