Tips Work From Home Agar Tetap Produktif - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Redaksi Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Februari 2020

Sabtu, 28 September 2019 12:34 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Tips Work From Home Agar Tetap Produktif

    Dibaca : 510 kali

    Work from home (WFH) jadi salah satu pola yang disarankan beberapa perusahaan di dunia untuk menahan penyebaran Covid-19. Namun, untuk menerapkan WFH diperlukan jalan keluar tehnologi yang bisa memberi dukungan produktivitas karyawan sepanjang mereka ada di dalam rumah.

    DataOn untuk perusahaan penyuplai jalan keluar human sumber (HR), salah satunya Sunfish HR serta GreatDay HR, memberi panduan bagaimana praktik WFH paling baik untuk diterapkan oleh perusahaan serta karyawan. Dan menjadi berita teknologi terkini yang perlu kalian mengerti. Berikut detailnya, langsung dari Gordon Enns selaku Founder dan CEO Sunfish HR dan GreatDay HR, melalui keterangannya :

    Konektivitas dan Teknologi

    Atasan serta karyawan yang kerja di rumah harus bekerja bersama untuk pastikan jika karyawan yang work from home mendapatkan tehnologi yang pas, piranti, bandwidth serta koneksi yang aman untuk jalankan pekerjaannya dengan cara efisien.

    Alat Komunikasi

    Atasan harus sediakan alat komunikasi yang baik seperti feature chat, webcam, basis pertemuan video serta yang lain supaya karyawan masih tersambung.

    Manajemen Performa

    Atasan seharusnya memutuskan harapan yang pasti akan jam kerja, pengutaraan kerja, prioritas serta yang lain.

    Membuat Ruang Kerja

    Tetapkan ruang kerja serta yakinkan itu ditata secara benar, tersambung serta nyaman.

    Mengelola Gangguan

    Bila tinggal bersama-sama bagian keluarga atau rekan serumah, yakinkan mereka tahu kapan kamu memerlukan privacy untuk kerja serta menghormatinya. Dengan begitu, hari kerja kamu di dalam rumah dapat sama juga dengan hari kerja di kantor. Contohnya, jangan terjebak dalam kegiatan lain waktu kamu semestinya kerja.

    Fitur Sunfish HR

    Gordon memberikan tambahan, untuk memberi dukungan praktik WFH, Sunfish HR diperlengkapi beberapa feature komplet yang memberi dukungan produktivitas seperti chat, timesheet activity, time & attendance report, serta company kebijakan yang bisa dibuka dengan gampang lewat skema komputasi awan (cloud).

    Selain itu buat perusahaan yang memakai aplikasi GreatDay HR, untuk memberi dukungan social distancing, karyawan dapat memakai feature komunikasi chat internal, tehnologi geo-tagging serta activity recording. Dengan feature ini komunikasi antar karyawan masih bisa dilaksanakan dengan teratur, termasuk juga memonitor kegiatan serta tempat karyawan sepanjang WFH dengan cara real time.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.119 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).