Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya, Model Alternatif Festival Sepak Bola Pembinaan Murni - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 30 September 2019 13:39 WIB
  • Peristiwa
  • Pilihan
  • Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya, Model Alternatif Festival Sepak Bola Pembinaan Murni

    Dibaca : 210 kali

    Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa yang sukses digelar di Lapangan 328 Kostrad, Cilodong Depok, Jawa barat, Minggu, 29/9, dapat dijadikan alternatif model festival untuk pembinaan murni Sekolah Sepak Bola (SSB). Daam festiva ini diperebutkan Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya (3Wulan SSB Sukmajaya) untuk kartegori U-8, U-10, dan U-12.

    Mengapa dapat dijadikan model alternatif? Sebab, pemilihan peserta festival hingga seluruh hal menyangkut teknis festival yang tertuang dalam regulasi, modelnya belum ada yang membuat di Indonesia. Peserta diseleksi secara menyeluruh, khususnya dalam pembinaan, siswanya benar-benar hadir mendaftar menjadi bagian dari SSB. Lalu dalam festival seluruh siswa binaan wajib diikutkan dan dimainkan tanpa membedakan siswa yang sudah memiliki tingkat kemampuan teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS) yang baik dan benar, atau sebaliknya.

    Atas alternatif sebuah model ini, maka bila ditelisik, kegiatan festival tersebut dapat diungkap sebagai berikut. Seluruh rangkaian kegiatan, terlaksana sesuai dengan program acara yang disusun, kendati seluruh peserta berbeda memiliki jarak lokasi yang berbeda menuju tempat festival tanpa ada yang meleset sedikitpun. Mulai dari kehadiran seluruh tim yang tepat waktu di lokasi, yaitu pukul 07.00. Lalu, manajer meeting pukul 07.30 s,d, 08.00.

    Berikutnya pembukaan yang berisi sambutan motivasi persis pukul 08.00 s.s. 08.30, diawali dari sambutan langsung dari  Mayor Invantri Erwin Iswari dari Kostrad Cilodong. Setelah itu, sambutan motivasi dari Mayadi Rakasiwi, Ketua Umum Askot PSSI Kota Depok. Dilanjutkan sambutan motivasi dari Nur Abdullah, Kepala Seksi Bidang Pembinaan Olahraga Disporyata Kota Depok. Terakhir, sambutan motivasi dari Mochammad Yana Aditya, pembina SSB Sukmajaya sekaligus membuka festival dan tendangan bola pertama.

    Budaya tepat waktu, juga menjadi ciri dari festival ini. Seluruh pejabat dari stakeholder terkait (Kostrad, Askot PSSI Depok, Disporyata Kota Depok, dan Pembina SSB Sukmajaya) hadir sesuai jadwal yang ditentukan.

    Desekripsi jalannya festival juga menggambarkan pembinaan sepak bola usia dini yang benar. Seluruh tim, mulai dari pemain, ofisial, dan orangtua nampak jelas mencerminkan dan mendeskripsikan bahwa mereka memang layak berada dalam festival antar provinsi se-Jawa ini.

    Catatan yang wajib di simak dan dijadikan teladan bagi event lain adalah, pertama, seluruh manajer tim adalah tim screening dari masing-masing tim, sehingga dipastikan event bersih dari pencurian umur. Kedua, alasan panitia memilih dan mengundang tim peserta, karena seluruh tim benar-benar menampilkan semua pemain binaannya, yang benar-benar bersih dari istilah pinjam pemain atau comot pemain dari tim lain.

    Ketiga, semua tim dapat menaati dan tertib atas semua regulasi festival yang mencerminkan bagaimana manajemen mumpuni setiap SSB terpilih ini. Karenanya semua porgram acara berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Bahkan, Tim dari Diklat Merden Banjarnegara, Jawa Tengah yang pada saat bersamaan juga harus membagi pemain kepada tiga event yang harus diikuti, yaitu event ke Malaysia, event di Wonosobo, dan event di Cilodong, dari jumlah siswa U-12 sebanyak empat puluhan pemain, ternyata dapat diatur dengan cerdas. Diklat Merden pun hadir di Kostrad Cilodong sehari sebelum event digelar.

    Keempat, acungan jempol juga untuk semua orangtua peserta dari seluruh tim, tidak ada yang merokok di area pertandingan, semua sampah kegiatan tertata rapi. Semua orangtua memahami maksud dan tujuan serta visi misi festival, pun tidak ada persoalan dengan kinerja sang pengadil lapangan, karena wasit-wasit terbaiklah yang ditugaskan oleh Askot PSSI Kota Depok untuk memimpin laga di event ini.

    Kesuksesan event juga sangat didukung oleh manajemen profesional dari panitia, SSB Sukmajaya yang sudah cukup berpengalaman menggelar festival sejak tahun 2001. Infdormasi dan sosialisai event sudah dilakukan kepada peserta lebih dari lima bulan sembelum pelaksanaan. Rekomendasi kegiatan dari Disporyata dan Askot PSSI Kota Depok bahkan turun dua bulan sebelum event digelar. Begitu pun perizinan penggunaan Lapangan 328 Kostrad Cilodong.

    Dari segi publikasi, event ini bahkan bukan hanya terbaca di Indonesia, namun hingga tingkat dunia, sebab didukung oleh media partner koran olahraga terbesar Indonesia, Harian TopSkor (cetak-online) dan Harian Radar Depok (cetak-online). Ditambah terpublikasi melalui Kompasiana Kompas dan Indonesiana Tempo.

    Festival yang memperebutkan Piala Bergilir ini, bila tahun 2018, tajuk event bernama Festival antar Provinsi, lalu tahun ini (2019) Festival antar Provinsi se-Jawa, maka tahun 2020 akan berkembang menjadi se-Jawa dan Kalimantan.

    Peserta festival hasil seleksi dan pengamatan langsung saya ini, mewakili setip provinsi memang digaransi dapat dipertanggungjawabkan berbagai aspek, terutama pembinaan sepak bola murni, kompetensi menejemen, hingga prestasi pembinaan yang tahan banting, panas dan hujan. Satu hal yang menarik, terpilihnya SSB Sparta U-12 masuk dalam festival kali ini, karena SSB Sparta adalah kampiun kompetisi Indonesia Junior Soccer League (IJSL) tahun 2019.

    Sebab festival ini bertujuan memberi penghargaan kepada pembinaaan sepak bola murni, maka seluruh peserta juga dipastikan mendapatkan apresiasi. Apresiasi yang paling tinggi adalah, sertifikat festival dapat dijadikan tiket siswa untuk masuk sekolah formal melalui jalur prestasi (Japres).

    Selamat untuk panitia. Terima kasih Pembina SSB Sukmajaya, Kostrad Cilodong, Disporyata Kota Depok, Askot PSSI Kota Depok, serta seluruh peserta festival.

    Selamat untuk apresiasi penghargaannya, di antaranya:U-8, juara 1 (Kabomania), juara 2 (Salfas Soccer), dan juara 3 bersama (Sukmajaya dan Bina Taruna. Untuk U-10, juara 1 gold (Kabomania), juara 2 gold (sparta), juara 3 gold (Bina Taruna), juara 1 plate (Salfas Soccer), dan juara 2 plate (Sukmajaya). U-12, juara 1 gold (Sparta0, juara 2 gold (Kabomania), juara 3 gold (`Sukmajaya), juara 1 plate (Diklat Merden, juara 2 plate Salfas Soccer, dan juara 3 plate (Bina Taruna).

    Atas nama pembinaan sepak bola murni, festival ini juga menunjukkan karakter asli bagaimana pembinaan SSB di Indonesia yang benar. Selamat untuk semuanya yang terlibat. Semoga event tahun depan lebih sukses dan lebih semarak. Aamiin.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.