MOKA dan Qwords Berbagi Inspirasi Bisnis Teknologi di UPH - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Aurelia Natasya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2019

Rabu, 2 Oktober 2019 08:31 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • MOKA dan Qwords Berbagi Inspirasi Bisnis Teknologi di UPH

    Dibaca : 1.462 kali

    Digitalisasi memberikan kemudahan bagi para penggunanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hingga kini, melalui inovasi teknologi informasi, digitalisasi telah merambah ke berbagai sektor, salah satunya yang paling berkembang pesat adalah sektor bisnis.

    Bagaimana implementasi teknologi digital dalam dunia bisnis dibagikan oleh dua perusahaan startup IT yang berhasil di Indonesia, MOKA dan Qwords, dalam talk show bertajuk “Maximize Business Value Through Digital Inovation”, pada 24 September 2019, di UPH Kampus Lippo Village.

    Talkshow yang digelar mahasiswa School of Information System and Technology (SISTECH) Universitas Pelita Harapan (UPH) ini diselenggarakan dalam rangkaian acara Falcon Project 9, menghadirkan Emeraldo Faris Alifar – Growth Marketing Manager at Moka, dan Andi Triadi – Product Manager at Qwords Cloud Web Hosting Indonesia untuk membagikan pengalaman dan memotivasi sejumlah siswa SMA, serta mahasiswa UPH yang memiliki minat pada dunia digital.

    Narasumber Talk Show Falcon Project 9 UPH (kiri Andi Triadi - Product Manager at Qwords Cloud Web Hosting Indonesia, kanan Emeraldo Faris Alifar - Growth Marketing Managet at MOKA)

    Emeraldo Faris Alifar memaparkan bahwa inovasi digital merupakan fase yang paling penting dalam melakukan kegiatan bisnis, terutama start up, karena diperlukan suatu terobosan terbaru yang dapat memudahkan dan menyelesaikan masalah masyarakat.

    Menurut Emeraldo sebelum adanya teknologi POS, toko-toko biasanya menggunakan cash register yang mengharuskan business owner untuk datang setiap hari agar mengetahui jumlah sales, atau produk apa yang paling laku. "Berangkat dari permasalahan itu, Moka  berinovasi dengan menggunakan teknologi POS untuk menciptakan cash register yang dapat memudahkan business owner, “ tutur dia.

    Selain melakukan inovasi, menurut Andi Triadi, pelaku bisnis juga harus senantiasa mempertahankan bahkan memaksimalkan business value melalui teknologi digital. Pelaku bisnis harus terus belajar karena teknologi selalu berubah dengan cepat, tidak ragu menerapkan teknologi baru, dan harus bisa mandiri. "Seperti Qwords yang berani melakukan eksperimen dalam berinovasi, walaupun mengalami kegagalan, tetapi pasti ada saja yang dapat kita jadikan pembelajaran.” 

    Tidak lupa, Emeraldo juga memberikan semangat kepada para peserta untuk terus menumbuhkan rasa keingintahuan (curiosity) terhadap suatu hal yang baru, “Terus lah selalu merasa ingin tahu akan segala hal, dan jangan cepat puas agar dapat terus belajar. Apalagi kalian masih sekolah dan kuliah, jadi sering-sering lah untuk melakukan eksperimen, serta jangan takut gagal”, kata dia.

    Para Peserta Yang Hadir Dalam Talk Show Falcon Project 9 UPH

    Hal serupa juga dilontarkan Andi terhadap para peserta. Melengkapi Emeraldo, Andi menyampaikan bahwa para peserta, khususnya mahasiswa dianjurkan untuk terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi.

    Selain mendapatkan inspirasi dari para profesional bisnis digital, para siswa dan mahasiswa UPH yang berminat pada IT dapat mengikuti acara lainnya seperti, kompetisi, exhibition dan awarding night yang berlangsung pada 27 September 2019. (na)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.176 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).