Beda Pendapat Bikin Runyam, Ini SInopsis Drama JTBC 'My Country' - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Jumat, 4 Oktober 2019 06:41 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Beda Pendapat Bikin Runyam, Ini SInopsis Drama JTBC 'My Country'

    Dibaca : 843 kali

    Terkadang perbedaan pendapat itu paling demen bikin runyam. Entah antara pasangan, keluarga, teman, bahkan orang yang nggak saling kenal di suatu forum debat. Padahal, katanya sih, perbedaan itu indah, dan perbedaan pendapat itu biasa. Namun perbedaan pendapatlah yang membuat dua sahabat karib mengacungkan pedang atas satu sama lain di drama mendatang 'My Country'.

    Drama garapan JTBC ini mengambil latar cerita pada akhir jaman Goryeo, mendekati dimulainya jaman Joseon. Drama yang naskahnya ditulis Chae Seung Dae ini akan rilis di stasiun JTBC pada 4 Oktober 2019, mengambil slot yang sebelumnya ditempati oleh 'Be Melodramatic'. Drama ini akan tayang tiap Jumat dan Sabtu pukul 11 malam. Pengambilan gambar dari drama ini sudah dimulai sejak bulan Maret 2019 yang lalu.

    Dua orang sahabat, Seo Hwi( Yang Se Jong) dan Nam Sun Ho( Woo Do Hwan) berakhir menjadi musuh dari satu sama lain. Hal ini terjadi berawal dari perbedaan pendapat mereka mengenai negara mereka. Seo Hwi yang adalah seorang prajurit, merupakan anak dari commander terkenal bernama Seo Geom. Namun dirinya tidak berkompromi ketika ada ketidakadilan.

    my country

    Sementara itu, Nam Sun Ho(Woo Do Hwan) adalah pria yang cerdas dan berbakat, terlepas dari kelas sosialnya yang dipandang rendah. Karena ibunya lahir di kelas yang terendah, dirinya pun dipandang sebelah mata. Keinginannya untuk lulus military service exam pun harus pupus akibat skandal korupsi yang melibatkan ayahnya. Nggak berhenti disitu, ia masih juga dibebani dengan konflik antara dirinya dengan Seo Hwi.

    Drama bergenre action, romance, historical ini bakal membawamu dalam perjalanan kisah kedua sahabat yang penuh liku dan luka. Kehidupan yang nggak mudah, banyaknya konflik dan nyawa yang melayang membuat drama JTBC yang satu ini pantang bikin penontonnya bosan, apalagi ngantuk. Walau banyak membahas tentang negara, militer, politik, namun ada bumbu romansa yang pastinya bisa bikin kamu baper ditengah semua ketegangan dan penasaran yang ada, nih.

    Nggak cuma menang di sisi plot dan tema yang baru dan unik, drama ini bakal diperankan oleh dua aktor tampan sebagai main leadnya. Woo Do Hwan, aktor yang pernah beradu akting dengan Joy Red Velvet di drama the Great Seducer, juga Yang Se Jong yang dikenal dengan perannya di drama Saimdang, Light's Diary.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.121 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).