Korea Indonesia Film Festival Digelar, Kang Sora Hadir di Pembukaan - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Hidayat Cokronegoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Oktober 2019

Jumat, 4 Oktober 2019 06:47 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Korea Indonesia Film Festival Digelar, Kang Sora Hadir di Pembukaan

    Dibaca : 178 kali

    Setelah kesuksesan Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2018, tahun ini KIFF akan kembali digelar. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia dan dilaksanakan oleh Korean Cultural Center (KCC) Indonesia dan CGV Cinemas ini bertujuan memperkuat kegiatan pertukaran budaya Indonesia dan Korea di Indonesia melalui film.

    KIFF diadakan pertama kali pada tahun 2013 dan kemudian menjadi acara tahunan dengan okupansi kursi rata-rata mencapai 70%, mengambil peran dalam ’Korean Wave’, istilah untuk semakin berkembang dan populernya sisi hiburan dan budaya asal Korea, termasuk musik dan drama Korea di Indonesia.

    KIFF tahun ini berlangsung pada tanggal 10 Oktober hingga 13 Oktober 2019, di lima kota, yaitu Jakarta (CGV Grand Indonesia), Bandung (CGV Paris van Java), Yogyakarta (CGV Jwalk), Surabaya (CGV Marvell City) dan Medan (CGV Focal Point). Rangkaian acara dimulai dengan penayangan khusus atau pre event show yang akan menayangkan film "Sunny" dan "Bebas" pada Rabu, 9 Oktober di CGV Grand Indonesia untuk umum dan media.

    Sebanyak 15 film Korea akan tayang selama KIFF 2019, sekaligus mengedukasi penonton tentang sejarah, budaya dan kehidupan sosial masyarakat Korea. Penayangan film-fllm Korea ini juga menjadi ajang pertukaran budaya dan diharapkan bisa memberikan manfaat positif untuk pelaku perfllman kedua negara dan juga memperkuat hubungan antara Korea dan Indonesia.

    Film ’The Bad Guys: Reign of Chaos’ yang disutradarai oleh Son Yong-ho dan dibintangi oleh Kim Sang-joong, Ma Dong-seok dan Kim A-joong akan menjadi pembuka KIFF 2019 pada 10 Oktober. Sementara itu, film Korea unggulan lainnya yang akan diputar selama festival di antaranya 'Tazza: One Eyed Jack', 'The Gangster, The Cop the Devil’, ‘Parasite'. Sedangkan film Indonesia akan menampilkan antara lain, 'Bebas’, dan ’Dua Garis Biru’.Pada pemutaran kedua film tersebut, para pemainnya akan hadir untuk menyapa, ataupun berdiskusi dengan penonton.

    Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, pejabat pemerintah Indonesia, pekerja film Indonesia dan tamu panting Iainnya termasuk aktris utama film ‘Sunny’, Kang Sora diagendakan menghadiri pembukaan KIFF 2019 pada 10 Oktober. Film Sunny yang dirilis pada tahun 2011 ini diproduksi ulang oleh Miles Films dengan judul ’Bebas’ yang rilis nasional di bioskop mulai tanggal 3 Oktober 2019.

    Perkembangan perfilman Korea dan juga Indonesia makin menunjukkan kualitasnya sehingga semakin mendapat tempat di hati penonton film. Banyak film Korea dan Indonesia, termasuk para pemain filmnya yang tidak kalah saing dibanding negara Iainnya, terbukti dengan berbagai macam yang mendapatkan penghargaan di festival fllm internasional besar. Industri film juga menjadi bagian penting untuk mempromosikan indusri kreatif dan seni budaya kedua negara tersebut ke suluruh dunia, terutama negara-negara tetangga kedua negara tersebut di benua Asia. Industri film juga bisa diukur dari semakin berkembang dan banyaknya penonton film-film korea maupun indonesia

    Pada KIFF 2019, penonton bisa menikmati fiIm-film yang diputar cukup dengan harga tiket Rp. 15 ribu saja. Penonton bisa langsung hadir pada hari-H dan langsung membeli tiket-tiket film yang akan ditontonnya hari itu di ticket box. Ticket box KIFF 2019 dibuka mulai jam 10.00 WIB di hari-hari festival.

    Ke depannya, Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, KCC Indonesia dan CGV Cinemas akan terus berkomitmen mengadakan kegiatan seni dan budaya seperti ini guna terus menjalin komunikasi dan menjaga hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung hampir 50 tahun.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.119 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).