Ponpes Darunnajah Gelar Kompetisi MHQ se-ASEAN - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Ponpes

Alfin Riki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Minggu, 6 Oktober 2019 07:12 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Ponpes Darunnajah Gelar Kompetisi MHQ se-ASEAN

    Dibaca : 456 kali

    Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, kembali menggelar Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) pada tahun 2019. Ini merupakan event tahunan dan saat ini merupakan MHQ ke-5, sejak digelar pertama kali tahun 2015.

    MHQ tahun ini adalah kali yang kedua diselenggarakan pada tingkat ASEAN, sebelumnya diselenggarakan tingkat nasional (2015-2017). MHQ Tahun 2019 ini diikuti partisipan dari sembilan negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam) dan dua negara non-ASEAN (Sri Lanka dan Timor Leste).

    MHQ bertujuan melahirkan para penghafal Al-Quran (Hamalatul Quran), menumbuhkan dan memacu semangat menghafal dan mempelajari Al-Quran. Selain itu juga memeratakan kegiatan tahfizhul Quran di seluruh wilayah Indonesia, menyemarakkan dakwah Islamiyah melalui lomba hifzhul Quran, serta menjalin ikatan ukhuwah Islamiyah antarpesantren di Indonesia, dan antar negara-negara ASEAN.

    Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah sekaligus Ketua Panitia Acara KH.Sofwan Manaf, M.A mengatakan lomba ini merupakan ajang bertukar ilmu dan metode ilmu hafal Al-Quran antar Hafiz dan Hafizoh. "Kita adakan lomba ini merupakan untuk ajang silaturahmi, bertukar ilmu dalam metode hafal Al-Quran antar sesama hafiz dan hafizoh se Asean," kata KH. Sofwan Manaf di Pondok Darunnajah, Jakarta, Sabtu, 5/10.

    Kegiatan MHQ ini adalah kerjasama antara Pondok Pesantren Darunnajah, Qatar Charity Indonesia, dan Kementerian Agama Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-7 Oktober 2019/5-8 Shafar 1441 di kampus Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

    Pada tahun ini, MHQ diikuti 234 peserta putra dan putri dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia yang merupakan peserta-peserta terbaik dalam seleksi wilayah MHQ yang telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan, di mana 5 peserta terbaik (putra dan putri) pada tiap golongan juz, akan mengikuti babak final yang juga diikuti oleh para peserta dari negara-negara ASEAN yang berjumlah 39 peserta.

    Seleksi Wilayah MHQ di atas diikuti 2200 hafizh dan hafizhah yang dilaksanakan di 14 wilayah (daerah) se-Indonesia, yaitu di Pondok Modern Asyifa Balikpapan Kalimantan Timur, Pesantren Pendidikan Islam Darul Abrar Bone Sulawesi Selatan, Pesantren Maqnaul Ulum Jember Jawa Timur, dan Ma`had Bina Madani Putri Magelang Jawa Tengah.

    Selain itu juga digelar di: Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten, Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok Nusa Tenggara Barat, Pondok Modern al-Amanah Junwangi Sidoarjo Jawa Timur, Pondok Darul Hijrah Martapura Kalimantan Selatan, Pondok Pesantren Mawaridussalam Deli Serdang Sumatra Utara, Pondok Pesantren Sumatra Thawalib Parabek Bukit Tinggi Sumatra Barat, Pondok Pesantren al-Harakah Darunnajah 12 Dumai Riau, Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Palembang Sumatra Selatan, Pondok Pesantren Darussalam Garut Jawa Barat, dan Pondok Modern al-Ikhlas Kuningan Jawa Barat. Dalam penyelenggarannya, seleksi MHQ ini, didukung dan difasilitasi oleh Forum Pesantren Alumni Gontor (FPA) dan Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I).

    Adapun kategori yang dilombakan dalam MHQ adalah Golongan : 1 juz (Juz `Amma), 5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz, 25 juz, dan 30 juz. 

    Dewan Hakim yang terlibat pada MHQ ke-5 2019 berjumlah 28 orang, dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta, Insitut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag RI, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) DKI Jakarta, Jam`iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH), yang merupakan para hafizh-hafizhah, para dosen dan pakar ilmu Al-Quran, serta dewan hakim dari Qatar University.  Para pemenang (terbaik) 1-5 dalam final pada tiap golongan, putra dan putri, mendapatkan sertifikat, kenang-kenangan dan dana pembinaan.

    Acara Pembukaan MHQ ke-5, akan dihadiri Walikota Jakarta Selatan, H. Marullah Matali, Lc., M.Ag, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Drs. H. Wahyudin, M.Pd., dan Direktur Qatar Charity Indonesia, Syaikh Karam Zainhoum Hassan Aly.

    Sedangkan Acara Penutupan MHQ ke-5 akan dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir, Anggota DPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, M.A., Direktur Qatar Charity Indonesia, Syaikh Karam Zainhoum Hassan Aly dan tamu undangan lainnya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.121 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).