Ledek Wiranto, Hanum Rais Pernah Diingatkan Soal Tol ke Neraka oleh Amien - Viral - www.indonesiana.id
x

Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais usai menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet, di Polda Metro Jaya, Senin, 27 Maret 2019, TEMPO/Taufiq Siddiq.

tuluswijanarko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 11 Oktober 2019 14:02 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Ledek Wiranto, Hanum Rais Pernah Diingatkan Soal Tol ke Neraka oleh Amien

    Dibaca : 11.493 kali

    Hanum Salsabiela Rais kembali menjadi sorotan warga net (netizen) setelah merilis cuitan di akun Twitter-nya soal peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Jumat, 10/10. Netizen beranggapan bahwa Hanum Rais menilai peristiwa penusukan itu sebagai rekayasan belaka.

    Di akun media sosialnya itu, Hanum menulis seperti ini: "Settingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play victim, mudah dibaca sebagai plot. Di atas berbagai opini yang beredar terkait berita hits siang ini. Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoaks framing yang selama ini terjadi." Cuitan itu kini sudah dihapus oleh puteri mantan Ketua MPR, Amien Rais, tersebut.

    Wiranto ditusuk dengan pisau saat hendak kembali ke Jakarta setelah berkunjung ke Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Labuan, Banten. Penyerangnya adalah Syahril Alamsyah alias Abu Rara, yang diduga seorang anggota kelompok jaringan terorisme  Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Wiranto terkena luka di bagian perut dan kini dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat.

    Sontak cuitan itu mendapat kecaman bertubi-tubi dari netizen. Bahkan ada yang berencana melaporkan ke polisi. Organisasi relawan Jam’iyyah Joko Widodo-Ma’ruf akan Hanum Rais ke polisi. Koordiantor relawan Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Rody Asyadi menilai, cuitan Hanum sangat berbahaya sehingga ia harus melaporkannya. Hanum juga sudah beberapa kali melakukan hal serupa. “Dia memberikan efek negatif untuk masyarakat terkait cuitannya itu," kata Rody saat dihubungi Tempo.co, Jumat, 11/10.

    Hanum bukan sekali ini saja mengeluarkan pernyataan kontroversial di media sosial. Pada Mei 2019 dia menghebohkan masyarakat saat berkomentar seputar apa yang dialami Ratna Sarumpaet. Saat itu Hanum Rais Ratna sebagai Cut Nyak Dien dan Kartini masa kini. Hal ini ia nyatakan dalam sebuah rekaman video.

    Hal itu dia katakan terkait muka Ratna yang lebam-lebam dan diklaim karena penganiayaan. Kelak terbukti yang terjadi pada Ratna bukan penganiayaan tapi justru karena ia melakukan operasi plastik.

    Sebelumnya, dalam rekaman yang lain Hanum menjelaskan seputar luka lebam-lebam di wajah Ratna itu. "Saya sempat bertemu dengan ibu Ratna Sarumpaet dan masih meninggalkan bekas luka di sekujur wajahnya, lebam dan balutan bekas sayatan yang ada robekan di kepala. Saya melihat ini sebuah peristiwa yang mengoyak, menusuk perasaan keadilan hukum kita," ujar Hanum dalam video berdurasi 54 detik itu.

    Ratna Sarumpaet kemudian didakwa dengan dua pasal, yaitu Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

    Polisi pun kemdian memeriksa Hanum terkait kasus kabar bohong alias hoax dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Selama sekitar 10 jam, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memberondong Hanum dengan 20 pertanyaan. Hanum ditanyai soal pengetahuannya tentang penyebaran berita bohong tentang penganiyaan Ratna Sarumpaet.

    Apakah cuitan terkahir Hanum ini juga akan berkahir di meja pemeriksaan polisi? Tentu hal itu masih harus ditunggu.

    Saat ini Hanum berkiprah di DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2019-2024. Dokter gigi ini maju sebagai calon legislator PAN terpilih dari Daerah pemilihan (dapil) DIY VI atau Sleman Utara. Dia kini bahkan berpeluang menjabat salah satu pimpinan parlemen. Dari Internal PAN ada usulan agar Hanum diajukan sebagai Wakil Ketua DPRD Yogyakarta. “Dari internal partai akan mengusulkan minimal dua nama,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DIY Nazaruddin, pada Selasa, 9 Juli 2019.

    Dulu sebelum dilantik, Hanum dan adiknya (Baihaqi Rais) yang juga menjadi anggota DPRD, mendapat nasehat dari ayahnya, Amien Rais. Ia berpesan kepada kedua anaknya agar amanah dalam mengemban tanggung jawab sebagai anggota dewan. Amien pun meminta mereka mengesampingkan ego pribadi. "Sebaliknya kalau menjadi wakil rakyat yang hanya mengejar proyek, lupa tugas, jalan tol ke neraka jahanam, naudzubillahimindzalik,” kata dia, Senin, 2/09.

    Amien juga berpesan sebagai anggota DPRD DIY kedua anaknya harus harus punya niat mengabdi sebagai wakil rakyat. Ia memta kedua  anaknya  khidmad menjalankan tugas sebagai ibadah yang bermakna luas. “Pejabat itu diberikan jalan tol ke surga, tetapi juga jalan tol ke neraka,” kata Amien.

    Sesaat setelah dilantik, inilah komentar Hanum Rais kepada wartawan.  “Pertama istighfar ya, Astaghfirullah hal adzim, ini sebuah amanah yang besar," kata dia Hanum di gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, seusai pelantikan, Senin, 2 September 2019.

    Baca juga:
    Isteri Sindir Wiranto, Sang Dandim Dicopot: Berlebihan?


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.079 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).