#SeninCoaching: Pemimpin Bermartabat vs Manusia Sesat - Analisa - www.indonesiana.id
x

Mohamad Cholid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 29 Oktober 2019 08:49 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • #SeninCoaching: Pemimpin Bermartabat vs Manusia Sesat

    Dibaca : 3.032 kali

    #Leadership Growth: Beware of Quadrant 4

    Mohamad Cholid, Practicing Certified Executive and Leadership Coach

    David bekerja sangat keras, sibuk luar biasa, sering pulang sangat malam. Sebagai CEO perusahaan yang sudah berkembang dengan omset milyaran dollar AS, David juga merasa harus aktif dalam sosialita di kotanya. Hampir selalu hadir di acara makan malam yang diadakan oleh gubernur, aktif juga dalam asosiasi pengusaha, serta rajin kumpul-kumpul di lapangan golf bersama para usahawan, eksekutif top, dan pejabat pemerintahan.

    Memasuki usia ke-60 David dipagut sakit maag dan terkena serangan jantung. Seiring dengan itu, usahanya belakangan nyaris kolaps pula. Kok bisa? Bukankah David kerja keras dan aktif juga dalam kegiatan lobi dengan lingkungan elite?

    David memang bekerja keras, bahkan sangat keras, tapi dia berada di quadrant yang salah. Itu yang membuat perusahaan oleng, kata Mr. Conrad, ayah David. Sejak David dirawat di rumah sakit, Mr. Conrad, yang senang dipanggil Connie, mengambil alih kepemimpinan bisnis.

    Dalam usianya yang sudah 94 tahun, Connie masih fit dan mampu berperan kembali sebagai CEO, serta masih bisa menikmati kesukaannya berlayar menikmati yacht-nya.

    Saat Perang Dunia II, Connie adalah perwira muda tentara AS pemimpin pasukan tank dalam penyerbuan Pasukan Sekutu membebaskan Eropa dari cengkeraman Nazi Jerman. Atas kegigihan dan prestasinya dalam tugas, ia memperoleh penghargaan Purple Heart dan Bronze Star Medal.

    Selama puluhan tahun merintis usaha dari sejak 1947 sebagai UKM bidang pemulihan fungsi alat-alat berat dan membangunnya jadi konsorsium 200-an bisnis bernilai lebih dari US$ 3 milyar (billion) belakangan ini, Connie mempraktikkan prinsip-prinsip hidup dan kerja berdasarkan empat kuadran.

    Tiga kuadran di antaranya bagi Connie merupakan wilayah pengabdian hidup–-sebagai rasa syukur pada Tuhan atas karunia sehat, kecerdasan, peluang bekerja dan bisnis, etc, sesuai dengan divine purpose, kehendak Pencipta Langit dan Bumi. Connie mengisi tiga kuadran tersebut dengan prinsip ini:

    1). Sacred demand (setiap kepercayaan yang diemban dilaksanakan sebagai tugas suci).

    2). Whole heart devotion. Tentukan prioritas, kerjakan sepenuh hati, fokus satu kegiatan dalam satu alokasi waktu. No man can serve two masters, kata Connie.

    3). Genesis deadline. Jika kita fokus, semua orang yang terlibat dalam proyek atau proses suatu pekerjaan bisa optimal mengerahkan perhatian dan energinya, setiap tugas organisasi umumnya dapat dikerjakan lebih cepat, bisa rampung dalam separuh atau tiga perempat dari waktu yang ditentukan.

    Connie, yang menganggap semua upaya tersebut di atas sebagai great fight of life, sudah membuktikan hasilnya.  

    Sedangkan kuadran satu lagi, yang ke-empat, bagi Connie merupakan ancaman serius dan cenderung jadi godaan besar bagi umumnya manusia, dia sebut wilayah miscellaneous. Bentuknya bisa berupa proyek-proyek baru yang menggiurkan (kendati belum ada feasibility studies-nya), gaya hidup glamour/pergaulan elite kota yang berlebihan, kumpul kelamaan dengan para VIP, etc.

    Connie menilai perilaku kepemimpinan David kurang bisa diandalkan akibat kebanyakan bergerak di wilayah kuadran miscellaneous. Sehingga tidak fokus dalam memimpin bisnis dan gagal menjalankan prinsip-prinsip sebagaimana yang tertuang di tiga kuadran lainnya. David dinilainya telah bekerja keras justru di wilayah sesat.

    Connie mengaku telah khilaf, membiarkan David memimpin bisnis dengan perilaku yang cenderung hanyut di kuadran miscellaneous. Untuk menebus penyesalannya, Connie berbagi prinsip hidup dan cara kerjanya kepada banyak orang, antara lain melalui Darren Hardy, mentor para CEO, utamanya, di AS.

    Wilayah miscellaneous yang dimaksud Connie, dalam konteks kehidupan sekarang dan dikaitkan dengan Eisenhower Matrix, berada di kuadran ke-4, di sisi kanan bawah, masuk kategori aktivitas yang harus dieliminasi (delete). Kuadran ini berisi di antaranya kegiatan web browsing, media sosial (gosip di WhatsApp group), nonton tv berjam-jam (binge watching), aktivitas semu untuk menunda atau menghindari tugas utama yang kurang nyaman, analysis paralysis, etc.

    Disebut Eisenhower Matrix karena diterapkan oleh Jenderal Dwight D. Eisenhower saat memimpin invasi Normandy (1944 – 1945) pada Perang Dunia II dan sukses membuat Nazi Jerman takluk. Saat itu Sekutu didukung 12 negara, termasuk AS, Inggris, Canada, Australia, New Zealand, dan Prancis. Ada lima ribu kapal dan 11 ribu pesawat terbang yang dikerahkan, sebagai bagian dari kekuatan gabungan mengalahkan Nazi.

    Matrik tersebut kemudian populer dan Anda mengenalnya sebagai Time Management Matrix lewat “The 7 Habits of Highly Effective People” (Stephen R. Covey).

    Bagi para eksekutif yang tengah berupaya mengejar target akhir 2019, apalagi yang sudah mengikuti pelatihan bagaimana memimpin lebih efektif, menerapkan prinsip-prinsip Connie dan Eisenhower Matrix sangat dianjurkan. Ayo konsisten untuk memimpin secara lebih bermartabat.

    Effective executives know where their time goes. They work systematically at managing the little of their time that can be brought under their control,” kata Peter Drucker.

    Bagi orang-orang yang mengakui beriman, percaya pada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kalau masih berkutat di kuadran empat, mohon segera bercermin. Tengoklah diri masing-masing. Apakah perilaku yang cenderung betah di kuadran empat pantas sampeyan kerjakan? Kalangan yang relijius menganggap kuadran empat wilayah sesat.

     

    Mohamad Cholid  adalah Head Coach di Next Stage Coaching.

    • Certified Executive Coach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching
    • Certified Marshall Goldsmith Global Leadership Assessment

    Alumnus The International Academy for Leadership, Jerman

    (http://id.linkedin.com/in/mohamad-cholid-694b1528)

    (https://sccoaching.com/coach/mcholid1)    

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.