Pengertian Ekosistem – Elemen, Jenis, Macam, dan Contoh - Analisa - www.indonesiana.id
x

Redaksi Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Februari 2020

Jumat, 1 November 2019 15:54 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pengertian Ekosistem – Elemen, Jenis, Macam, dan Contoh

    Dibaca : 897 kali

    Secara umum, ekosistem adalah satu skema ekologi yang tercipta sebab terdapatnya jalinan timbal balik yang tidak dipisahkan di antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekelilingnya. Untuk lebih detilnya simak bahasan kami tentang Materi Ekosistem dari mulai Komponen Ekosistem, Jenis Macam Ekosistem, serta Contoh Ekosistem berikut ini.

    Pengertian Ekosistem

    Pada umumnya, pengertian ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang tercipta sebab adanya hubungan timbal balik yang tidak dipisahkan di antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekelilingnya.

    Ekosistem adalah penyatuan dari masing-masing unit biosistem yang di dalamnya ada jalinan timbal balik di antara organisme dengan lingkungan fisik hingga saluran daya ke arah susunan biotik khusus yang menyebabkan berlangsungnya siklus materi organisme dengan anorganisme. Dalam ini, matahari ialah sumber dari semua daya yang ada pada suatu ekosistem.

    Dalam kata lain, ekosistem adalah satu kesatuan yang utuh dari lingkungan serta mahluk hidup yang sama-sama memengaruhi satu dengan yang lain. Dalam satu ekosistem, tiap mahluk hidup dalam komune akan bertumbuh dengan bersama dengan lingkungan fisik jadi satu skema. Tujuannya, mahluk hidup akan menyesuaikan dengan lingkungannya, serta sebaliknya mahluk hidup akan memengaruhi lingkungannya untuk keperluan hidup.

    Komponen Ekosistem

    Pada intinya satu ekosistem dibuat oleh beberapa elemen biotik serta abiotik hingga jadi satu kesatuan. Mengenai beberapa komponen ekosistem ialah seperti berikut:

    Komponen Biotik

    Komponen biotik adalah suatu hal yang hidup di ekosistem serta mengendalikan satu ekosistem tidak hanya komponen abiotik. Komponen biotik ini terbagi dalam beberapa jenis, yakni seperti berikut :

    • Produsen, ialah mahluk hidup yang mempunyai potensi untuk menghasilkan makanan sendiri lewat proses fotosintesis. Beberapa organisme yang terhitung dalam barisan produsen diantaranya; tumbuhan hijau, tumbuhan lain yang mempunyai klorofil.
    • Konsumen (heterotrof), ialah makhluk hidup yang mengonsumsi beberapa bahan organik yang dibuat oleh organisme yang lain. Komponen konsumen disebutkan dengan konsumen makro sebab konsumsi makanan yang memiliki ukuran lebih kecil. Beberapa yang terhitung dalam konsumen seperti; manusia, hewan, jamur, serta mikroba.
    • Pengurai (dekomposer), ialah makhluk hidup yang mempunyai peranan jadi pemecah beberapa bahan organis yang datang dari organisme lain yakni makhluk hidup organisme yang dapat merusak beberapa bahan organik yang datang dari sisa-sisa organisme yang lain yang sudah mati.

    Komponen Abiotik

    Komponen abiotik adalah komponen fisik serta kimia yang bertindak jadi medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan organisme. Komponen abiotik ini terbagi dalam senyawa organik, serta senyawa anorganik, serta beberapa unsur yang memengaruhi distribusi organisme, seperti di bawah ini :

    • Air, adalah komponen kimia yang diperlukan tiap organisme untuk bertahan hidup.
    • Garam, adalah elemen kimia yang dapat memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme lewat proses osmosis hingga dapat menyesuaikan dengan lingkungannya.
    • Tanah serta Batu, adalah komponen fisik yang dipakai oleh organisme jadi rumah serta bertumbuh biak.
    • Iklim, yakni adalah keadaan cuaca dalam satu wilayah dalam tempo yang lumayan lama.
    • Suhu, adalah satu proses biologis yang memengaruhi suhu badan organisme. Contohnya seperti hewan mamalia serta unggas yang memerlukan daya untuk mengeset suhu tubuhnya.
    • Sinar Matahari, adalah elemen kimia yang diperlukan organisme untuk lakukan fotosintesis.

    Macam – Macam Ekosistem

    Ada beberapa jenis ekosistem, yaitu ekosistem alami (ekosistem darat serta ekosistem air) serta ekosistem bikinan manusia. Mengenai keterangan dari Ekosistem barusan seperti berikut :

    Ekosistem Darat (Terestrial)

    Ekosistem darat adalah satu ekosistem yang lingkungan fisiknya didominasi oleh daratan serta keadaannya dapat dikuasai oleh iklim serta masalah pada lingkungannya. Contoh-contoh ekosistem darat, salah satunya seperti berikut :

    1. Gurun, yakni adalah satu wilayah yang amat sedikit terima curah hujan, yakni kurang dari 250 mm per tahun.
    2. Hutan gugur, yakni adalah bioma berbentuk rimba di daerah tropika serta subtropika dengan iklim hangat selama setahun, tetapi alami musim kemarau yang panjang sepanjang beberapa waktu.
    3. Taiga, yakni adalah rimba yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, serta yang lain. Hewan yang berada di wilayah ini diantaranya rusa besar, ubah, serigala, serta yang lain.
    4. Hutan hujan tropis, adalah bioma berbentuk rimba yang tetap basah atau lembap. Rimba ini banyak diketemukan di daerah seputar khatulistiwa; yaitu seputar pada lintang 0°–10° ke utara serta ke selatan garis khatulistiwa.
    5. Padang rumput, adalah dataran tanpa ada pohon (terkecuali yang ada di dekat sungai atau danau) yang umumnya ditumbuhi rumput rumput yang pendek.
    6. Kars (batu gamping/ gua), yakni adalah bentuk permukaan bumi yang tercipta oleh pelarutan batuan serta umumnya dicirikan adanya stres tertutup, drainase permukaan, serta gua.
    7. Sabana, yakni adalah padang rumput yang dipenuhi dengan semak/ perdu serta diselingi oleh beberapa macam pohon yang tumbuh menebar, seperti pohon palem serta akasia.
    8. Tundra, yakni adalah bioma tempat dimana perkembangan pohon terhalang serta suhu lingkungan sekelilingnya rendah. Wilayah ini sering disebutkan wilayah tanpa ada pohon.

    Ekosistem Air (Akuatik)

    Ekosistem air adalah satu ekosistem yang elemen abiotiknya didominasi oleh air. Contoh-contoh ekosistem air, salah satunya sebagai berikut :

    1. Ekosistem air laut, yakni adalah ekosistem air yang ada di perairan laut diaman kandungan garamnya tinggi, terdiri atas ekosistem air dalam, ekosistem pantai pasir dangkal atau bitarol, serta ekosistem pasang surut.
    2. Ekosistem air tawar, yakni adalah ekosistem air yang mempunyai kandungan garam yang rendah. Contohnya sungai, rawa serta danau.
    3. Ekosistem lamun, yakni adalah barisan tumbuh-tumbuhan berbungan yang hidup di lingkungan laut, yakni di perairan pantai yang dangkal.
    4. Ekosistem estuari, yakni adalah ekosistem perairan semi-tertutup yang mempunyai tubuh air dengan jalinan terbuka di antara perairan laut serta air tawar yang dibawa oleh sungai.
    5. Ekosistem terumbu karang, yakni adalah ekosistem bawah laut yang terbagi dalam sekumpulan binatang karang yang membuat susunan kalisum karbonat.

    Ekosistem Buatan

    Ekosistem bikinan adalah satu ekosistem yang tercipta hasil dari terlibat manusia untuk kepentingan khusus. Contoh-contoh ekosistem bikinan, salah satunya seperti di bawah ini :

    1. Perkebunan kelapa sawit
    2. Hutan tanaman produksi (jati dan pinus)
    3. Sawah irigasi
    4. Sawah tadah hujan (agroekosistem)
    5. Ekosistem ruang angkasa
    6. Bendungan

    Demikianlah pembahasan kami mengenai Materi Ekosistem. Semoga bermanfaat.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Saufi Ginting

    2 hari lalu

    LINGLUNG

    Dibaca : 130 kali


    Oleh: medy afrika

    3 hari lalu

    Perbedaan Aset Desa dengan Inventaris Desa

    Dibaca : 150 kali

    DESA, NEWS - Secara umum, aset Desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan lebih rinci diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa (“Permendagri 1/2016”). Aset Desa  : adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sementara itu, istilah inventaris desa tidak ditemukan dalam UU Desa maupun Permendagri 1/2016.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) yang terakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.                                                                                      Merujuk pada definisi inventaris desa di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa inventaris desa adalah daftar barang milik desa. Meski demikian, istilah inventarisasi dapat kita temukan dalam Permendagri 1/2016. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan aset Desa. Merujuk pada definisi inventarisasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa inventaris desa adalah hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Yang Termasuk Aset Desa : Aset Desa dapat berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa.   Aset lainnya milik desa antara lain: a.  kekayaan desa yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (“APBDesa”); b.    kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis; c.    kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d.    hasil kerja sama desa; dan e.    kekayaan desa yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Inventarisasi Aset Desa : sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa berwenang dan bertanggungjawab: a.    meneliti rencana kebutuhan aset desa; b.    meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ; c.    mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala Desa; d.    melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desa;dan e.     melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset desa.   Petugas/pengurus aset desa bertugas dan bertanggungjawab: a.    mengajukan rencana kebutuhan aset desa; b.    mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Desa; c.    melakukan inventarisasi aset desa; d.    mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan e.    menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.   -Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi kodefikasi. Kodefikasi yang dimaksud diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset desa. -Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai peraturan perundang-undangan. Bisa didefenisikan, aset desa dan inventaris desa merupakan dua hal yang berhubungan. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan inventaris desa adalah daftar barang milik desa, yakni hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Kegiatan inventarisasi aset desa merupakan tugas dan tanggung jawab petugas/pengurus aset desa yang berkoordinasi dengan sekretaris desa. Dasar Hukum: 1.    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 2.    Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.