Video Jatah Parkir: Pejabat Kok Biarkan Minimarket Ditekan Ormas, Pak Jokowi? - Viral - www.indonesiana.id
x

Pertemuan ormas, pejabat Bekasi, dan minimarket

Andi Pujipurnomo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Oktober 2019

Senin, 4 November 2019 21:40 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Video Jatah Parkir: Pejabat Kok Biarkan Minimarket Ditekan Ormas, Pak Jokowi?

    Dibaca : 4.745 kali

    Menonton video  yang sedang viral belakangan ini, mengenai  ormas dan urusan parkir minimarket di Kota Bekasi,  akan membuah kita sedih.

    Betapa sulit memahami,  seperti yang terlihat dalam video itu,  seorang pejabat pemerintah  Kota Bekasi  mengadakan perbincangan terbuka  dengan perwakilan ormas dan pihak Indomart.  Mereka disaksikan atau dijaga oleh kepolisian.

    Intinya,  si pejabat seakan menyerahkan urusan tersebut  pada ormas dan pihak Indomart untuk “kerjasama”  soal parkir.  Ia  sebelumnya juga menjelaskan di  Bekasi ada sekitar 600 lebih minimarket, terutama terdiri dari Indomart dan Alfa. Mereka tak lagi membayar konstribusi atau retribusi ke daerah karena sudah membayar pajak.

    Dalam pertemuan itu pihak Indomart sampai gelagapan menjawabnya setelah dipersilakan oleh pejabat  itu menjawab soal "kerjasama" dengan ormas.  Pihak Indomart: “Saya akan berusaha…..bersedia..”    Ucapan ini belum selesai langsumg diteriaki massa yang diperkirakan anggota ormas itu:  “Berusahaaa??.... Haruus… ."

    Pemicu  Demo
    Pemicu demo yang berujung pada perbincangan terbuka itu adalah penolakan salah satu pengelola minimarket di Bekasi dengan kehadiran juru parkir dari pihak ormas.   Nah,  pihak ormas merasa terusir oleh pengusaha tersebut, yang dituding  memiliki beking aparat mulai dari polisi hingga TNI.

    Itulah  yang membikin  para  tokoh ormas  sebagai putra daerah merasa tersinggung.  Soalnya, ormas ini  mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bekasi.

    Setelah   video itu viral, pihak ormas meminta  maaf.  Adapun Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan pemberdayaan warga di kota tersebut tetap berdasarkan ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan.

     "Jangan sampai kita dianggap sebagai kota preman, Kota Bekasi ini adalah kota patriot, kota yang ihsan, kota yang berbudaya, dan sebuah kota yang nyaman dan aman untuk warga tinggal di kota Bekasi,"  ujar Rahmat

    Perlu ketegasan pemerintah
    Walikota Bekasi semestinya bersikap tegas terhadap masalah seperti itu.  Prinsipnya, jangan sampai pengusaha menjada susah berbisnis karena selalu direcoki.  Masalah seperti itu tak hanya terjadi di Bekasi tapi hampir di seluaruh kota di Indonesia.

    Soal, maraknya parkir tak resmi juga menggambarkan sulitnya mencari lapangan kerja.  Hal ini perlu diatasi pula oleh pemerintah daerah dan pusat, tapi bukan berarti dengan membiarkan praktek yang kurang elok yang merugikan pengusaha dan masyarakat.

    Itu sebabnya Presiden Joko Widodo pun perlu turun tangan. Di tengah ekonomi yang lesu, pengusaha akan semakin sulit jika harus menanggung tekanan seperti itu.  Yang dirugikan sebetulnya  juga konsumen, masyarakat luas, yang harus membayar parkir setiap kali ke minimarket.   ***

    Baca juga:
    Fakta Ini yg Bikin Bebasnya Mantan Bos PLN Mengherankan, KPK Tak Ditakuti Lagi?

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.