Korupsi Waktu yang Kerap Dianggap Remeh - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Fitri Ayuni

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 November 2019

Rabu, 6 November 2019 09:29 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Korupsi Waktu yang Kerap Dianggap Remeh

    Dibaca : 209 kali

    Korupsi sesungguhnya ada sejak dulu, terutama saat manusia mengenal tata kelola administrasi. Adapun definisi-definisi korupsi menurut para pakar, kata korupsi berasal dari bahasa latin “corrptio” atau “corruptus”. Selanjutnya dikatakan bahwa “corruptio” berasal dari kata “corrumpere”. Kemudian dikenal istilah “corruption, corrupt”.

    Jadi, srti korupsi secara harfiah adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran dan penyimpangan dari kesucian. Sedangkan pengertian korupsi yang saya simpulkan dari buku anti-korupsi, adalah korupsi merupakan kejahatan kriminal yang banyak terjadi di ranah politik karena lemahnya nilai-nilai agama dalam diri individu. Oleh karenanya memperkokoh internalisasi nilai-nilai keagamaan sangat penting untuk mencegah adanya tindakan korupsi kecil, karena hal yang besar berawal dari hal yang kecil bahkan hal yang dianggap sepeleh sekalipun seperti korupsi waktu.

    Korupsi waktu memang kerap dianggap remeh oleh kebanyakan masyarakat. Banyak orang yang kenyang karna keterlambatannya bahkan mereka tidak sadar jika banyak yang rugi karna keterlambatannya. Istilah jam karet di negara +62 sudah tidak asing lagi. Bahkan, tidak sedikit orang yang sengaja telat dengan alasan “yang lain pasti akan telat juga”. Dari kata-kata inilah yang menyebabkan banyak orang tidak menghargai waktu.

    Imam Syafi’i mengatakan dalam kutipannya yaitu “waktu ibarat pedang, jika kau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan”. Didalam al-Qur’an pun telah disinggung tentang waktu pada surah ke 103 ayat 1-3 yang artinya  “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran”.

    Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman bagi umat islam, maka dari itu kita sebagai umat muslim harus senantiasa menghargai waktu. Orang barat pun mengatakan jika “time is money”. “waktu adalah uang” hal ini merupakan semboyan bagi mereka yang menggambarkan pola pikir mereka yang materialistis. Menghargai waktu sangatlah besar pengaruhnya terhadap diri kita sendiri, tidak sedikit orang yang sukses karena dia menghargai waktu yang dia punya dan tidak jarang pula orang gagal karena dia menyia-nyiakan waktu yang dia punya.

    Dalam hadis arbain bahwa:
    من حسن الاسلام المرء تركه مالايعنيه
    Artinya: “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat”. (HR Tirmidzi).

    Dari sini kita mengetahui bahwa menghargai waktu itu sangatlah penting. Kita hidup selalu berkaitan dengan waktu. Maka dari itu jika kita ingin sukses di dunia dan akhiran hentikanlah mengorupsi waktu dari sekarang agar tidak menyesal nantinya. Bukan waktu yang mengatur kita tapi kita lah yang harus pandai dalam memanajemen waktu.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.