Wali Kota Bekasi Berjanji Siapa Saja Bisa Kelola Parkir di Minimarket - Viral - www.indonesiana.id
x

Minimarket Indomaret dan Alfa Express. Dok.TEMPO/Febri Husen

tuluswijanarko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 6 November 2019 11:06 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Wali Kota Bekasi Berjanji Siapa Saja Bisa Kelola Parkir di Minimarket

    Dibaca : 3.866 kali

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan bahwa pengelolaan lahan parkir di area mini market bisa dilakukan oleh siapa pun. “Asalkan memenuhi syarat,” kata dia seperti diberitakan Koran Tempo, edisi Rabu, 6/11.

    Dia membantah telah memberi mandat khusus kepada organisasi masyarakat (ormas) tertentu untuk mengelola parkir tersebut. Siapa saja boleh mengajun izin sepanjang pengelola memiliki badan hukum dan izin beroperasi. “Juga harus dilengkapi NPWP (nomor pokok wajib pajak) dan TDP (tanda daftar perusahaan),” kata Rahmat, kemarin. “Kalau ente punya izin-izin itu, boleh.”

    Sebelumnya Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi, Aan Suhanda, mengatakan bahwa pemberian kuasa penarikan pajak parkir di minimarket kepada ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) baru sebatas uji coba. Saat ini, ia mengaku sudah menghentikannya.

    Dia mengatakan sedang mengevaluasi pemberian kuasa itu. “Lagi dibicarakan dengan Indomaret dan Alfamart," kata dia, di Bekasi, Selasa, 5/11.

    Menurut Aan, uji coba pengelolaan parkir itu baru berjalan sebulan untuk 150 minimarket. Mereka yang diberi kuasa, kata dia, menyetorkan hasilnya ke kas daerah sebesar 40 persen. “Enggak pernah tercapai, hasilnya kecil.”

    Persoalan ini jadi sorotan publik setelah viralnya sebuah video tentang pengelolaan lahan parkir di Kota Bekasi oleh ormas. Dalam video tersebut, pemerintah Kota Bekasi meminta kepada pengusaha minimarket bekerja sama dengan ormas dalam pengelolaan lahan parkir.

    Dalam video berdurasi 7 menit 21 detik yang pertama kali diunggah akun Facebook Peter F. Gontha, itu menampilkan Aan Suhanda bersama massa dari gabungan ormas mengatasnamakan aliansi saat aksi unjuk rasa di sebuah minimarket di SPBU, Jalan Raya Narogong, Rawalumbu pada 23 Oktober lalu.

    Aan Suhanda dalam video itu mengatakan hadir dalam aksi mewakili Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dia dan Wali Kota menyatakan sudah membaca tuntuan aliansi. Ssesuai UU 28 No 2009 dan Perda No 10 Tahun 2019, kata AAn, Alfamart, Indomaret, Alfamidi itu sudah termasuk kategori pajak. “Tidak lagi retribusi, kontribusi (tetapi) wajib pajak," kata dia.

    Toko retail tersebut, kata Aan, sudah dibuatkan NPWD se-Kota Bekasi. Karena itu, pemerintah berharap pemilik gerai toko retail tersebut kerja sama dengan ormas dalam mengelola lahan parkir. Aan menanyakan kesediaan toko retail yang didemo apakah bersedia kerja sama dengan ormas. "Indomaret di sini bersedia atau tidak?" kata Aan

    Potensi pendapatan dari pajak parkir di area minimarket di Kota Bekasi memang cukup besar. Seluruhnya ada 606 unit minimarket di Bekasi, yang terdiri atas Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. “Namun saat ini pemerintah belum memberikan hak pengelolaan kepada lembaga atau organisasi mana pun,” kata Rahmat Effendi.

    Pajak parkir, kata Rahmat, sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah. Regulasi ini adalah turunan dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Ini sedang kami pikirkan (untuk menarik pajak parkir di minimarket),” kata dia. “Itu yang mau kami atur.”


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.122 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).