Tips Menyiapkan Liburan Akhir Tahun yang Menyenangkan - Analisa - www.indonesiana.id
x

Liburan Akhir Tahun (Foto: Travel Tempo)

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 6 November 2019 15:36 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Tips Menyiapkan Liburan Akhir Tahun yang Menyenangkan

    Dibaca : 4.192 kali

    Tak terasa sudah memasuki November yang mulai basah dengan hujan dan sebentar lagi Desember. Akhir tahun pun tinggal sebentar lagi. Pastinya, banyak dari kita sudah memiliki rencana untuk liburan akhir tahun.

    Ada yang mau liburan di dalam kota saja, keluar kota, keluar provinsi atau pun ke luar negeri. Selain tempat-tempat wisata, tak sedikit yang ingin liburan sembari menikmati saat-saat untuk belanja dan kuliner.

    Namun di luar ini semua, hal terpenting dari liburan akhir tahun adalah kebahagian ngumpul bareng keluarga, sahabat, saudara hingga teman-teman. Kebahagiaan ini adalah ruh yang ingin dicapai dari liburan pada umumnya.

    Nah, guna menciptakan kebahagiaan tersebut, tentu dibutuhkan biaya. Biaya yang dialokasikan untuk liburan akhir tahun itu pun jangan sampai merusak kondisi kesehatan keuangan secara umum, apalagi sampai berutang segala.

    Adapun kesalahan orang pada umumnya dalam menyiapkan liburan adalah budgeting yang terlalu minim. Dalam arti tertentu meminimalkan budget itu penting, namun perlu diliat kembali tujuan liburan itu sendiri. Jangan sampai tujuan kebahagiaan dalam liburan tidak didapat karena budget yang ngepres. Oleh sebab itu, jangan terlalu pelit dalam budgeting.

    Oleh sebab itu, tak ada salahnya benar-benar mempersiapkan liburan akhir tahun dengan bijak, seperti dengan 3 tips berikut ini:

    1. Sisihkan dari gaji bulanan
    Liburan akhir tahun biasanya membutuhkan duit yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, rutin menyisihkan 10% dari gaji bulanan dengan alokasi khusus untuk liburan akhir tahun sangat lah bijak. Sistem "cicilan" tiap bulan ini penting agar pengeluaran tidak terasa berat jika harus disiapkan dalam sekali dalam setahun. Namun jika yang terakhir ini memungkinkan, maksimal dana liburan akhir tahun yakni 10% dari total pendapatan selama 1 tahun.

    2. Disimpan di pos khusus liburan
    Karena uang sebesar 10% dari pendapatan bulanan ini khusus untuk liburan akhir tahun dan idealnya disiapkan jauh hari bagi yang tidak bisa menyisihkannya dalam sekali pengeluaran alias 10% dari pendapatan selama setahun maka dana khusus liburan ini ditabung. Tak hanya ditabung seperti biasanya, tak ada salahnya ditabung di tabungan modern yang memberikan akumulasi nilai uang lebih dari tabungan konvensional, semisal aplikasi tabungan online IPOTPAY, yang memberikan imbal hasil (return) 7-9% per tahun.

    3. Listing jenis liburan akhir tahun
    Setelah memiliki dana, selanjutnya menentukan jenis liburan akhir tahun yang dipilih dengan berpatokan dengan budget yang tersedia. Ingat, jangan sampai terjadi liburan akhir tahun menggerogoti pos keuangan lainnya atau bahkan sampai utang. Oleh sebab itu realistis lah dengan dengan dana yang dimiliki dalam menentukan jenis liburan mulai dari lokasi entah di dalam negeri atau pun di luar negeri. Setelah itu pilihkan destinasi-destinasi yang cocok dan akan mendatangkan kebahagiaan.

    4. Buat rincian pos-pos liburan
    Setelah destinasi ditentukan, saatnya mengalokasikan dana pada pos-pos liburan secara lebih rinci mulai dari akomodasi, transportasi, tiket dan lain-lainnya yang diperlukan. Perincian secara detail akan meminimalisir pengeluaran tak terduga karena sudah terdeteksi terlebih dahulu.

    5. Siapkan duit cadangan
    Meski semua pengeluaran liburan akhir tahun telah dibuat secara rinci, ada baiknya tetap menyiapkan uang cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diperkirakan semisal harga tiket wisata, transportasi dan menu makanan telah naik. Idealnya duit cadangan ini sebesar 30% dari keseluruhan budget liburan. Dengan ketersediaan duit cadangan, liburan pun tidak dihantui kecemasan kehabisan uang sehingga inti dari liburan yakni kebahagiaan tetap terjaga.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.082 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).