UPH Tuan Rumah InCoGITE 2019 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

foto bersama (ke-4 dan ke-5 dari kiri)Dr. Sudarto Staf Ahli Kementrian Keuangan - Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi, Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., dan (kanan) Dr. Ing. Ihan Martoyo, ketua LPPM UPH sekaligus ketua panitia, bersama pembicara lainnya pada Konferensi InCoGITE 2019, di kampus UPH Lippo Karawaci, Tangerang.

Rosse Hutapea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 Agustus 2019

Jumat, 8 November 2019 15:10 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • UPH Tuan Rumah InCoGITE 2019

    Dibaca : 97 kali

    International Conference on Global Innovation and Trends in Economy (InCoGITE) 2019 digelar pertama kali di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, pada 7 November 2019.

    Konfereni ini diprakarsai tiga kampus besar di wilayah Tangerang, yakni Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan SGU (Swiss German University), sebagai  ajang diskusi akademisi dari berbagai institusi dan negara untuk berbagi hasil penelitian. 

    Seminar internasional ini diisi oleh pembicara utama Dr. Sudarto - Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kementerian Keuangan RI,  serta pengajar dari institusi di Filipina dan Australia, Prof. Eric J. De Sera Nasution (The Adventist International Institute of Advance Studies -AHAS) dan Associate Professor Ferry Jie, Ph.D. yang akan membeberkan data-data dan interpretasi mereka terhadap tren ekonomi global yang sedang terjadi.

    Lebih dari 60 paper penelitian telah menjalani proses review untuk seminar ini yang berasal dari belasan institusi, yang mencakup 4 bidang: (1) Finance, Accounting and Sustainable Development, (2) Marketing, Service Industries, Hospitality and Tourism, (3) Human Resource and Operations Management, dan (4) Digital Innovation, E-business, and Technopreneurship.

    Menurut ketua panitia InCoGiTe yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) UPH, Dr. Ing. Ihan Martoyo, salah satu ciri perkembangan ekonomi modern adalah proses otomasi yang terjadi akibat perkembangan teknologi robotika dan telekomunikasi. “Banyak profesi masa kini yang disinyalir terancam tergeser oleh otomasi robotika, digitalisasi, dan proses bisnis online lainnya," kata dia.

    Dr Ihan menyatakan satu perusahaan internasional di Indonesia dapat saja menerima proses akuntansinya dari biro jasa akuntansi di India. Lalu ada roko online yang beroperasi di Indonesia sebenarnya menggunakan fasilitas awan Internet yang berpusat di Amerika. Dia menegaskan teknologi memang mendemokratisasi akses ke proses ekonomi, namun juga menyebabkan pekerja ekonomi harus siap bersaing secara global, bukan lagi sekadar menghadapi tekanan lokal. "Semua sektor bidang ekonomi, pariwisata, transportasi, dan bahkan juga pendidikan, dituntut untuk beradaptasi pada pergeseran paradigma yang terjadi.”

    Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. menyambut penyelenggaraan konferensi ini dengan optimis dan mendukung kolaborasi sebagai hal penting. Dia mengatakan saat ini semua sedang menghadapi perubahan-perubahan dimana perlu selalu berinovasi untuk berada dalam situasi ekonomi saat ini. "Menurut saya kolaborasi menjadi hal penting untuk bersama melihat ke depan, mencari tahu apa yang bisa dibuat.antara universitas, industri, dan pemerintah,” kata Rektor UPH.

    Teknologi memang sanggup menggoncang dunia yang dianggap sudah mapan. Perkembangan inovasi dan berbagai trend yang demikianlah yang menuntut telaah dan diskusi terhadap berbagai aspek aplikasi dan implikasinya. Diharapkan seminar internasional InCoGITE 2019 ini dapat menjadi benih untuk obrolan dan diskusi berkelanjutan bagi aktivitas penelitian yang relevan bagi Indonesia maupun komunitas internasional.

                               


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.