Memutuskan Hubungan dengan Elegan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

sumber gambar: flickr.com

Suko Waspodo

... an ordinary man ...
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 8 November 2019 15:14 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Memutuskan Hubungan dengan Elegan

    Dibaca : 161 kali

    Beberapa orang muda tidak memutus hubungan mereka meskipun mereka menyadari bahwa hubunagn mereka tidak akan pernah harmonis lagi. Hubungan disini yang dimaksud adalah secara khusus masalah pacaran. Mereka tidak memutus hubungan dengan alasan-alasan di bawah ini.

    • “Saya tidak tega menyakiti hatinya.” – Bisa saja hal itu benar, tetapi bukankah justru akan lebih parah jika kamu menunda-nunda mengatakan kebenaran, melanjutkan hubungan dan menyakiti hatinya dengan lebih kejam di kemudian hari?
    • “Kita tunggu saja bagaimana nanti.” – Sebuah alasan lain yang sering digunakan seseorang untuk menunda keputusan. Cara ini menunjukkan ketidaktegasan, berharap semuanya akan baik dengan sendirinya kelak. Sikap seperti ini merupakan sikap yang egois karena akan menjerumuskan dan menyesatkan pacar kamu. Coba perhatikan: Kamu tidak ingin menjadi korban siasat seperti ini. Karena itu jangan kamu kenakan cara ini kepada orang lain.
    • “Saya tidak berani memutuskannya.” – Cowok-cewek yang memberi alasan seperti ini benar-benar naïf atau tidak berfikir jauh. Apabila saat ini hubungan antara kamu dengan pacarmu sudah parah, kelak akan menjadi lebih buruk lagi, setelah kalian menikah. Memutuskan hubungan yang telah kamu bina selama empat atau lima tahun memang berat. Namun jangan lupa, memutuskan hubungan perkawinan, yang diharapkan berlangsung seumur hidup, pasti akan jauh lebih berat.

    Memutuskan hubungan biasanya berlangsung dengan cara seperti berikut ini. Pertama: berhenti menelpon atau menemuinya, atau menghindarinya, dengan harapan ia akan ‘tahu diri’. Kedua: membuat persoalan atau pertengkaran, lalu membesar-besarkannya, sehingga pacar kamu memutuskan hubungan. Ketiga: cara yang sederhana namun yang paling adil; berkomunikasi secara jujur.

    Beberapa saran

    • Bersikaplah sopan. Jangan pernah menekan pacar kamu dengan menguraikan sejumlah ‘kekurangannya’.
    • Jangan merendahkan dirimu sendiri. Tak ada gunanya membuat-buat kesalahan atau mengemukakan kelemahan kamu sendiri yang sebenarnya tidak ada, hanya dengan tujuan supaya pacar kamu tidak terlalu merasa terluka.
    • Jelaskanlah bahwa kamu belum dapat menjalin hubugan erat dan serius. Tekankan keperluanmu akan kencan dengan orang lain, akan waktu untuk sendirian dulu atau untuk tidak terikat pada saat itu.
    • Tidak perlu kamu jelaskan secara terperinci mengapa kamu ingin mengakhiri hubungan. Kemungkinan pacar kamu akan menyangkal: “Itu tidak benar! Aku bukan tipe orang semacam itu.” Lagi pula, jika kamu katakan apa yang tidak kamu sukai, hati pacar kamu justru terluka.
    • Jangan biarkan diri kamu terlalu lama menimbang-nimbang. Jika kamu telah sampai pada suatu keputusan setelah mawas diri, penimbangan yang lama justru akan membuat sakit hati berlarut-larut.

     

    Demikianlah tulisan ini hanya sedikit berbagi pemahaman tentang bagaimana menjalin relasi yang baik. Bukan bertujuan untuk mempermudah memutuskan hubungan pacaran, namun hanya agar relasi tetap terjalin baik manakala kamu terpaksa memutus pacar kamu. Lakukanlah dengan elegan dan tidak saling melukai. Semoga. 

    ***
    Solo, Jumat, 8 November 2019. 2:46 pm
    'salam damai penuh cinta'
    Suko Waspodo
    suka idea
    antologi puisi suko

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.