Game Simulasi dengan Detil Terbaik di PC - Analisa - www.indonesiana.id
x

Redaksi Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Februari 2020

Selasa, 12 November 2019 23:44 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Game Simulasi dengan Detil Terbaik di PC

    Dibaca : 627 kali

    Di industri game modern seperti saat ini, tidak adalagi batasan buat beberapa pengembang untuk membuat satu game. Se-aneh apa saja premis game-nya, dengan tehnologi yang tambah lebih kekinian, beberapa pengembang masih dapat menyelesaikannya.

    Perkembangan tehnologi di industri game ikut membuat genre yang telah ada berkembang sedemikian rupa. Salah satu yang terasa ialah gameplay-nya bertambah lebih detil serta beberapa sangat mendekati dengan kenyataan di dunia riil.

    Genre yang telah ada lama yakni simulasi kendaraan dikerjakan bertambah lebih detil serta semirip kemungkinan dengan kondisi di dunia riil. Bicara soal simulasi, beberapa diantaranya game simulasi bahkan disetting mode seperti berada di jalanan Indonesia seperti game euro truck simulator 2 Indonesia dan dapat disebut menjadi yang terbaik di PC.

    Apakah kalian telah mempersiapkan daftar tentang game simulasi terbaik di PC yang harus dimainkan. Kira-kira apa saja ? Berikut daftarnya lengkapnya

    Train Sim World

    Salah satu game simulasi paling tua di industri game ialah simulasi kereta. Ya, semenjak ada game simulasi di PC, di situlah hidup game simulasi kereta. Di masa game tradisionil, Train Simulator sering jadi pilihan. Tetapi di masa kekinian, Train Sim World lebih superior dengan tawarkan suatu hal yang lebih mengagumkan dan ambisius.

    Di game ini kita disajikan tentang simulasi kereta paling sesuai kenyataan. Diantaranya ialah kita tidak dapat tinggalkan stasiun bila tidak lakukan pengisian daya. Semua pemikiran di game ini ialah pemikiran orang pertama supaya gamer memperoleh pengalaman se-detail kemungkinan seperti di dunia riil.

    Yang sangat menarik, Dovetail Games sebagai developer merombak dengan cara persisten dengan feature baru yang lebih bagus contohnya mode kereta, rute, cuaca, serta ada banyak . Dengan DLC yang kemungkinan mahal buat beberapa orang, Dovetail betul-betul membuat dunia perkeretaan yang benar-benar detil serta sesuai kenyataan.

    Farming Simulator 19

    Buat yang ingin game kasual yang menarik untuk dipakai habiskan waktu, gamer harus melirik Farming Simulator 19 dimana di game ini gamer akan merasai seperti jadi seorang petani. Farming Simulator 19 dikerjakan tidak setengah-setengah oleh Giants Software sebagai pengembang.

    Di game ini gamer dapat lakukan beberapa hal contohnya menjaga tanaman serta ternak. Disamping itu, grafis di game itu alami perbaikan hingga membuat gamer kerasan begitu lama untuk mainkan game ini.

    Di Farming Simulator 19, gamer akan disuguhi banyak kendaraan yang lebih mendalam dari mulanya. Di game itu, gamer akan merasai kesenangan saat jadi petani, membuat kebun yang sesuai kemauannya.

    Flight Simulator X

    Bicara masalah simulator, salah satunya yang akan tampil di otak beberapa gamer ialah simulasi Microsft yaitu Flight Simulator. Ya, franchise itu sudah bertahan dalam tempo yang lumayan lama untuk beberapa fans penerbangan. Kerennya, game ini tetap dikerjakan benar-benar detil serta tidak setengah-setengah.

    Gamer dapat memakai pesawat tempur dengan beberapa manuver. Tetapi jangan berharap penerbangan kalian akan gampang sebab tiap jengkal dari game itu dibikin semirip kemungkinan dengan kokpit asli pesawat. Oleh karenanya, buat yang ingin jadi seorang pilot, langkah awalnya kemungkinan dapat coba Flight Simulator saja.

    Dari deretan yang paling baik, Flight Simulator Xmenjadi yang paling direferensikan. Di game ini kalian dapat memakai mod. Menariknya, semua peta di game ini dikerjakan dengan cara mendalam oleh faksi ke-3 supaya memperoleh hasil yang optimal.

    Tetapi yang paling mengerikan buat beberapa pemakai PC ialah struktur di game ini semua dikerjakan dengan resolusi yang tinggi sampai pada akhirnya membebankan kapasitas PC kalian dengan cara optimal.

    Euro Truck Simulator 2

    Banyak yang tidak pedulikan game simulasi jenis Euro Truck sebab dipandang jadi supir truck ialah hal yang konyol. Tetapi untuk game, Euro Truck dapat berkompetisi dengan game-game simulasi seperti Flight Simulator atau yang lain. Di sini, kalian memang mengemudi truck tetapi dengan detil seperti asli.

    Ada beberapa jenis rintangan yang diberikan oleh game ini dari mulai tidak bisa mengemudi melewati batas kecepatan normal sampai memarkirkan truck super besar yang mengangkat satu kapal pesiar sesudah capek berkendara dari Luksemburg ke Budapest.

    Memakai truck di Euro Truck Simulator 2 betul-betul tidak sama. Kalian harus pintar ambil pojok tikungan untuk dapat menikung dengan cara mulus mengingat kendaraan yang kalian pakai besar sekali. Gilanya, kalian yang tidak berhasil dalam rintangan akan kehilangan upah.

    Tentunya game ini mempunyai banyak mod serta komunitasnya hidup. Di game ini kalian akan diberikan banyak mode truck, sound, serta peta yang merayu untuk dimainkan. Ingin jadi supir truck? Tidak bingung bila Euro Truck Simulator 2 wajar dipandang seperti game simulasi paling baik di PC.

    F1 2018

    Banyak yang setuju jika game F1 paling baik adalah F1 2018. Di game ini kalian akan betul-betul berasa seperti menyetir Jet darat. Di game ini banyak pembalap-pembalap di dunia riil yang dapat kita pakai seperti Lewis Hamilton sampai Max Verstappen.

    Di game ini handling dikerjakan dengan cukup serius sampai membuat tiap kemudi yang kita kerjakan sangat terasa prima seperti di dunia riil. Serta bila gamer memakai steering wheel, mereka dapat merasai tiap grip ban di circuit. 

    Di game ini, gamer dituntut untuk berhubungan dengan optimal dengan beberapa crew di pit serta memperoleh keyakinan mereka untuk memperoleh beberapa hal supaya kapasitas mobil dapat lebih bagus. Semua track di sini betul-betul seperti serta seperti aslinya. 

    Tidak terlalu berlebih rasanya menjadikan F1 2018 menjadi game simulasi terbaik yang ada di pasaran sekarang.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.










    Oleh: sapar doang

    4 jam lalu

    Pilkada Era New Normal

    Dibaca : 12 kali

    Setelah beberapa kali melaksanakan pilkada lansung mulai tahun 2005 dan pilkada serentak dimulai 2015,2017, 2018 dan 2020 di tengah pandemi covid-19, tenyata kita belum cukup berhasil untuk membuktikan bahwa pilkada lansung adalah jalan demokrasi lokal terbaik untuk menghasilkan pemimpin daerah yang sepenuhnya kompeten dan beritegritas. Bahkan, pilkada lansung tidak jarang terjadi ironi karena hanya menghasilkan kepala daerah korupsi.tidak hanya itu, proses pilkada lansung sering juga kali menjadi ajang politik idententitas dan politik uang. pemerintah akhirnya memutuskan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah(Pilkada) serentak 2020 dimundurkan, akibat pandemi virus corona yang melanda indonesia, yang mulanya akan diselenggarakan pada 23 September 2020 menjadi 9 Desember 2020, lewat peraturan pemerintah penganti undang-undang nomor 2 tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota menjadi undang-undang (Perpu Pilkada), pemerintah berasumsi tahapan penyelenggaran pilkada bisa dilaksanakan dengan berakhirnya pandemi virus corona pada juni 2020. Sebelum Perpu nomor 2 tahun 2020 terbit, terdapat beberapa opsi skenario tentang penundaan pilkada serentak 2020 akibat pandemi virus corona, Opsi A pelaksaan pemungutan suara dilakukan pada hari Rabu 9 Desember 2020, Opsi B. pelaksaan pemungutan suara dilakukan pada hari Rabu 17 Maret 2021, Opsi C. pelaksaan pemungutan suara dilakukan pada Rabu 29 September 2021.dan opsi yang pertama yang dipilih oleh pemerintah dinilai sangat berisiko luas terhadap penyelenggaran pilkada secara luas, sebab kemunggkinan tahapan akan dimulai di awal Juni 2020 dan virus corona di indonesia masih menunjukkan angka meningkatan. Sebanyak 270 daerah akan meneruskan tahapan lanjutan pemilihan pada tanggal 15 juni 2020, dengan syarat seluruh tahapan pilkada harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Gugus tugas Covid-19 serta tetap berpedoman pada prinsip-prinsip demokrasi. Kebijakan itu akan membuat tahapan pilkada dimulai 15 juni. Nah, salah satu yang menjadi kekawatiran banyak pihak soal pilkada kali ini, karena kemungkinan berbarengan dengan masih banyak covid-19. Tentu bisa saja covid-19 tuntas sesegera mungkin. Sehingga, pada desember 2020 sudah tak ada lagi pandemi covid-19. Jika pandemi tuntas, pilkada tak akan memiliki masalah dengan faktor kesehatan masyarakat. Pemilu atau pemilihan era New normal menjadi keniscayaan seperti yang dilaksanakan disejumlah negara. Semua yang menyelenggarakan pemilu menerapkan protokol new normal untuk mencegah penyebaran virus corona, pen ggunaan masker, penyedian sanitasi untuk cuci tangan serta physical distancing sudah menjadi keharusan. Pemerintah tentu sudah mempertimbangkan potensi resiko dan mengusulkan langkah- langkah dalam melanjutkan tahapan pemilihan ditengah pandemi, sebagai contoh pemberlakuan protokol kesehatan yang diusulkan pemerintah dalam melanjutkan tahapan pilkada serentak 9 desember 2020. Kita bisa belajar dan mencontoh negara yang telah berhasil melaksanakan pemilu di masa pandemi covid-19. Melakukan tahapan pemilihan dengan memamfaatkan media teknologi imformasi untuk menghindari kerumunan. Bahkan demi menjamin keselamatan warganya. Ada negara yang menyediakan TPS khusus bagi pemilih 60 tahun keatas. Andai pilkada serentak tetap lanjut di 270 daerah atau hanya di sebagian wilayah, tetap saja pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu inovasi tambahan untuk menjaga kualitas pilkada. Karena cukup potensial terjadi hambatan, baik dari segi substansi maupun teknis. Dalam kondisi normal saja politik elektoral daerah kerap menyimpan sejuta catatan kritis. Apalagi pilkada di tengah pandemi, tentu bakal dihantui begitu banyak kesulitan yang mungkin bisa merusak kredibilitas demokrasi. Banyak hal perlu inovasi baru. Pertama, soal model kampanye. Setelah kampanye akbar dilarang, tentu harus ada medium lain yang disiapkan untuk menyampaikan gagasan kandidat. Penyelenggara maupun kontestan perlu berpikir keras memeras otak. Misalnya, metode kampanye melalui media sosial diutamakan meski tak semua daerah terpapar teknologi informasi. Atau metode door to door campaign dengan meminimalisasikan risiko penularan virus melalui alat pelindung diri. Jika tak ada kreativitas merekayasa model kampanye, bisa dipastikan kualitas demokrasi buruk karena visi-misi kandidat tak akan sampai kepada pemilih. Lalu apa yang akan menjadi preferensi pilihan politik jika pemilih tak kenal visi besar kandidat. Tentu semua pihak tak mau pilkada sebatas seremonial. Ritus tak bermakna. Kering substansi karena yang terjadi sebatas mobilisasi artifisial bukan partisipasi politik yang sehat. Kedua, memperbanyak tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengurangi penumpukan massa. Jika selama ini ada opsi maksimal satu TPS berkapasitas 500 orang, di pilkada nanti setiap TPS maksimal 250 hingga 300 orang. Atau berupaya memperpanjang waktu pencoblosan mulai dari pagi hingga jelang petang menghindari kerumunan. Rekayasa semacam ini penting untuk mengamputasi sebaran korana yang kian agresif. Tak mudah memang, tapi inovasi baru perlu dilakukan jika pilkada tetap diselenggarakan di era new normal yang pandemi koronanya belum usai. Jangan pernah melakukan perjudian. Karena menyangkut nyawa dan keselamatan warga. Jangan cuma karena urusan politik elektoral. protokol kesehatan pemilih diabaikan. Apa pun harus dilakukan untuk memangkas sebaran korona. Masih banyak inovasi lain yang masih bisa dilakukan demi merawat kualitas pilkada serta menjaga kesehatan pemilih. Misalnya, masa kampanye diringkus menjadi 30 atau 40 hari saja, yang penting bisa menggairahkan pemilih. Di tengah kesulitan pasti terselip sebuah harapan. Menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi bukan perkara mudah. Butuh tekad, keseriusan, dan ‘manuver tak biasa’ untuk tetap menjaga keadaban berdemokrasi. Inilah ujian sesungguhnya bangsa saat ini. Segala daya upaya ditantang untuk bisa mewujudkan perhelatan pilkada berkualitas di masa wabah korona. Kekuatan intelektual serta kreativitas ilmu pengetahuan dipaksa melahirkan inovasi baru dalam merekayasa pilkada serentak kali ini. Semua pihak paham, memaksakan pilkada serentak di tengah pandemi korona bukan sebatas regenerasi kepemimpinan daerah, tapi melainkan juga sebagai upaya menstimulasi ekonomi yang luluh lantak akibat terpaan badai korona. Roda ekonomi dipastikan kembali berdenyut saat pilkada. Kandidat, tim sukses, serta partai politik tentu mengapitalisasi segala sumber daya ekonomi mereka untuk memenangkan pertarungan meski harus berjibaku dengan wabah. Pandemi membuka peluang bagi kita untuk berkreasi dan berinovasi dalam menjalankan demokrasi. Semoga ikhtiar mengelar pilkada di era new norman memberi kemaslahatan bagi bangsa dan negara. SAPARUDDIN adalah Penggiat Demokrasi Aktif di Pemantau Pemilu menjabat sebagai Sekretaris Umum Komite Independen Pemantau Pemilu ( KIPP) Daerah Pasaman 2013-2016 dan Sebagai Ketua Umum Komite Independen Pemantau Pemilu ( KIPP) Daerah Pasaman 2016 -2019.dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pileg dan Pilpres 2019 dan tulisan Artikel telah di muat di ( Klikpositif.com, Kompassiana.com dan Indonesiana.com)