Timnas U-22 Catat Sejarah, Lumat Timnas U-23 Iran - Analisa - www.indonesiana.id
x

Usai cetak gol ke gawang Timnas Iran U-23

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 17 November 2019 02:03 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Timnas U-22 Catat Sejarah, Lumat Timnas U-23 Iran

    Dibaca : 443 kali

    Kendati hanya partai uji coba, Timnas U-22 torehkan sejarah. Taklukan Timnas U-23 Iran.

    Usai sudah gladi bersih Timnas U-22 menjelang keberangkatan ke SEA Games Filipina dengan meladeni Timnas U-23 Iran.

    Dalam laga kedua, petang tadi, Sabtu (16/11/2019), di Stadion Pakansari Cibinong Bogor, pasukan Garuda muda, dapat menyudahi perlawanan Timnas U-23 Iran dengan kemenangan 2-1.

    Berbeda dengan laga pertama di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Rabu (13/11/2019) yang berakhir imbang 1-1, kendati tak ada Beto dan Evan Dimas yang dibekap cidera, laga di Pakansari sudah nampak jelas, siapa pemain-pemain yang akan mengisi pos utama di Timnas U-22 di SEA Games nanti.

    Yang menarik diapungkan dari hasil laga uji coba versus Iran, meski bermain dengan komposisi berbeda baik di babak pertama maupun kedua, tetap bermain dengan terbuka, dua gol yang membawa Indonesia menang adalah hasil dari buah kecerdasan pemain yang mampu memanfaatkan kesempatan saat gol pertama. Lalu, gol kedua tercipta dari kecerdasan yang berujud mengutamakan kepentingan tim, tidak egois, maka lahirlah gol cantik dan berkelas.

    Secara keseluruhan, hasil dari dua laga menghadapi Iran, keberadaan Timnas U-22 dengan komposisi pemain yang ada, minimal memberikan rasa percaya publik sepak bola nasional, bahwa Timnas U-22 akan dapat membuktikan prestasi mereka dengan meraih tropi juara alias medali emas.

    Babak penyisihan SEA Games yang cukup ketat, dan dengan lawan-lawan berat, maka harus digaransi oleh kondisi pemain yang selalu bugar. Karenanya, level komposisi pemain utama dan pelapis, memang harus benar-benar seimbang.

    Egy dan kawan-kawan akan bermain dua hari sekali. Pada laga pertama, 26 November 2019, Tim Garuda Muda akan langsung menghadapi Thailand, disusul masing-masing melawan Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Laos.

    Dengan jadwal padat seperti demikian, di dalamnya ada Thailand dan Vietnam, maka mustahil hanya akan berharap pada sebelas pemain utama.

    Bermain maraton selama sepuluh hari di fase grup hingga 5 Desember, bila mampu finis di juara atau runner up grup, partai semifinal pun akan dimainkan pada 7 Desember dan final digelar pada 10 Desember 2019.

    Wajib menjadi perhatian, lima pertandingan penyisihan Grup B, akan dimainkan di tiga venue, yakni City of Imus Grandstand, Stadion Rizal Memorial, dan Stadion Binan, ketiganya menggunakan rumput artifisial.

    Karenanya di sisa waktu yang ada, sebelum bertolak ke Filipina, Timnas U-22 benar-benar harus sudah fasih bermain di rumput sintetis.

    Selamat berjuang raih medali emas SEA Games Filipina 2019. Tunjukkan bahwa sepak bola nasional masih bertaring di Asia Tenggara.

    Tetap bermain cerdas intelegensi dan personaliti, utamakan kepentingan tim. Maka medali emas kalian genggam. Aamiin.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.