Ditolak Serikat Kerja, Didukung Buya: Kenapa Ahok Akui Dirinya Sudah Game Over ? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Jejak Politik Ahok

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Minggu, 17 November 2019 20:36 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Ditolak Serikat Kerja, Didukung Buya: Kenapa Ahok Akui Dirinya Sudah Game Over ?

    Dibaca : 11.165 kali

    Rencana  Presiden Jokowi menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  di BUMN mengundang pro kontra. Kalangan  Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu atau FSPPB menolak masuknya politikus PDIP  ini ke Pertamina.

    Presiden FSPPB Arie Gumilar mengatakan secara gamblang  alasan penolakannya. "Kami semua tahu bagaimana track record sikap dan perilaku yang bersangkutan, yang selalu membuat keributan dan kegaduhan di mana-mana, bahkan sering berkata kotor," katanya dalam pesan pendek kepada Tempo, Jumat petang, 15 November 2019.

    Mantan Menteri  Rizal Ramli  juga menanggapi  rencana pemerintah itu.  "Saya bingung, Pak Jokowi cari masalah baru. Masalah udah banyak ditambahin lagi karena nunjuk Ahok," kata dia, 15 November 2019.

    Hanya,  tak sedikit pula yang mendukung Ahok untuk masuk BUMN.  Jauh hari, Ahok pun telah menyadari  soal persepsi masyarakat mengenai dirinya.

    Sangat Cocok
    Staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, menduga upaya (FSPPB  menolak Ahok bergabung ke Pertamina dilatari dua faktor. Keduanya berkaitan dengan sikap transparansi Ahok dan perbedaan politik.

    "Kelihatannya ada dua kendangnya. Antara takut Ahok akan mendorong transparansi atau mereka (FSPPB) membawa sikap politik ke urusan bisnis," ujar Arya, 16 November 2019.   Ia  juga  meminta serikat pekerja bersikap profesional. Menurut dia,  semestinya pekerja menerima siapa pun pemimpinnya.

    Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii sebelumnya justru  menilai  Ahok sangat cocok menduduki posisi strategis sebagai pimpinan di BUMN itu. "Saya rasa oke saja, kenapa tidak?" ujar Buya, Jumat petang 15 November 2019. Buya mengatakan Ahok cukup berpengalaman untuk mengisi pos pucuk pimpinan BUMN agar kinerja lembaga itu membaik.

    "(Memimpin) sebagai gubernur saja bisa baik apalagi cuma mimpin BUMN, ya jelas dia bisalah. Yang jelas Ahok itu pekerja keras dan lurus orangnya," Buya menambahkan.

    Ahok Pernah Pasrah
    Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  pernah menyebut   bahwa  dirinya sudah cacat.  Pernyataan itu ia sampaikan berkaitan dengan  kemunginan ia masuk kabinet.

    "Saya tidak mungkin jadi menteri lah. Saya kan sekarang sudah cacat di republik ini, sudah tidak dikehendaki saya di posisi ini," kata Ahok   kata Ahok usai menerima penghargaan Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Jakarta Selatan, 22 Juli 2019.

    Menurut Ahok, banyak orang yang telah mencapnya sebagai penista agama. Hal ini berkaitan dengan kasus penistaan agama yang menyeret Ahok hingga masuk bui.

    Belum lagi, kata Ahok, warga kelas menengah khususnya ibu-ibu marah dengan perceraian dirinya dengan Veronica Tan. Ahok lantas menikahi Puput Nastiti Devi, mantan ajudan Veronica. "Tadi saya katakan, bagi orang banyak saya dianggap penista agama, bagi yang menengah saya dianggap nikah lagi, ya sudah," ujarnya.

    Pernyataan senada juga disampaikan Ahok sebelumnya dalam video yang diunggahnya saat menjadi narasumber seminar di sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur. Video diunggah di akun youtube Panggil Saya BTP, Rabu 17 Juli 2019.

    "Game over saya sudah," kata pria yang kini ingin disapa BTP itu. Dia menilai tidak ada peluang lagi baginya di pemerintahan karena sudah diputus bersalah menghina agama mayoritas di Indonesia.  ***

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.