Kisah Andre Cs yang Ditahan di Malaysia: Gara-gara Posting 'Bakar' dan 'Bom', Lalu... - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Suporter menyalakan suar di tribun seusai pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Malaysia vs Indonesia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 19 November 2019. REUTERS/Lim Huey Teng

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 22 November 2019 18:12 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kisah Andre Cs yang Ditahan di Malaysia: Gara-gara Posting 'Bakar' dan 'Bom', Lalu...

    Dibaca : 684 kali

    Tiga suporter Indonesia    hingga kini   masih ditahan Polisi Diraja Malaysia. Mereka ditangkap  menjelang   pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Selasa, 19 November 2019. Timnas Indonesia kalah lawan tuan rumah Malaysia 2-0.

    Ketiga supporter  itu adalah Andreas Setiawan, Iyan Ptada Wibowo dan Rifki Chorudin.  Menurut  Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule,  mereka  ditahan karena masih d menunggu hasil pemeriksaan forensik HP-nya .

    "Keterangan dari pihak Polisi Sungai Besi, bahwa paling cepat seminggu hasil forensik keluar. Dan, (jika) mereka clear and clean, maka mereka dilepaskan,"  kata Iwan Bule .

    Sebagian besar dibebaskan
    Anggota Aliansi Suporter Indonesia Malaysia, Oos   mengatakan pihaknya  belum bisa menemui tiga suporter Indonesia yang ditangkap oleh Polisi Malaysia.  Penyebabnya, mereka yang terdiri dari Rifki, Ian, dan Andre, ditahan dengan tuduhan terorisme.

    Oos menjelaskan, berdasarkan komunikasi dengan Ultras Garuda dan La Grande Indonesia, awalnya ketiga suporter Inodnesia yang ditangkap itu akan didampingi oleh Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur atas permintaan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI).

    Karena  belum ada perkembangan, kata dia, pihak suporter Indonesia di Malaysia berinisiatif menghubungi Penyidik Kantor Polisi (IPD) Distrik Cheras Kuala Lumpur bernama Inspektus Chairul.

    Menurut Oos, berdasarkan keterangan yang dia terima, sebanyak 14 orang suporter Indonesia yang ditangkap terkait kericuhan di Stadion Bukit Jalil, setelah pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia, sudah dibebaskan. "Tapi tiga suporter itu masih proses penyelidikan," kata Oos saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 November 2019.

    Dituduh terkait terorisme
    Andreas Setiawan, Iyan Ptada Wibowo dan Rifki Chorudin   belum  dibebaskan karena polisi masih melakukan penyelidikan terhadap postingan di media sosial yang diduga terkait terorisme. Demikian penjelasan yang diterima Oos dari Polisi Diraja Malaysia.

    Oos mempunyai dugaan ketiga suporter Indonesia ini saling sindir dengan suporter Malaysia dan melewati batas. "Mereka ini becanda di facebook dengan upload foto kemudian dikomentari bersama-sama. Bakar saja di sana, nanti aku bawa bom ke sana, tunggu saja ya."

    Penangkapan ketiga suporter itu, kata Oos, dilalukan oleh Unit Khusus Antiteror PDRM. Mereka diciduk ketika akan memasuki Stadion Nasional Bukit Jalil menjelang laga Malaysia vs Indonesia .  "Namanya kasus dugaan terorisme pasti penyelidikan panjang dan waspada, kami tetap hargai proses hukumnya," ujarnya.

    Soal candaan bom di sosmed itu juga dibenarkan oleh Diah, istri Iyan Ptada Wobowo.  Kepada  Tribun Bali, ia mengatakan Iyan sedang ditahan  di Malaysia.  Ia menegaskan suaminya hanya sebagai saksi, karena penangkapan dilakukan kepada Andreas.

    Menurut Diah, semua itu berawal dari sosmed yang diposting Andre.  "Andre emang senang bercanda orangnya, jadi latar belakang mereka kan juga sudah jelas, mereka sebagai suporter, bukan teroris," ungkapnya.  katanya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.