Serius Kembangkan Potensi Wisata Kawasan Ake, Karang Taruna Kelurahan Sinar Jaya-Jelutung Berniat Alih Kelola Pintu Gerbang Pantai Matras - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Andryanto Mustafa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2019

Sabtu, 23 November 2019 16:21 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Serius Kembangkan Potensi Wisata Kawasan Ake, Karang Taruna Kelurahan Sinar Jaya-Jelutung Berniat Alih Kelola Pintu Gerbang Pantai Matras

    Dibaca : 561 kali

    Rizky Dwi Septianto - Ketua Karang Taruna Kelurahan Sinar Jaya-Jelutung

     

    INDONESIANA.ID, Bangka-Belitung—Menjadi objek destinasi wisata baru di kawasan kota Sungailiat, pantai Ake, kini mulai digarap serius oleh Karang Taruna Kel. Sinar Jaya-Jelutung. Keseriusan tersebut dibuktikan lewat aksi bersih-bersih lahan di seputaran pantai Ake, dan perbaikan jalan yang menjadi akses masuk ke pantai Ake, beberapa waktu yang lalu.

    Rizky Dwi Septianto selaku ketua Karang Taruna menyatakan komitmennya untuk mengembangkan kawasan pantai Ake itu menjadi objek destinasi wisata baru untuk masyarakat Sungailiat, sebagai salah satu program kerja prioritas dari organisasi yang ia pimpin. Ia mengatakan bahwa konsep pariwisata yang ingin mereka bangun ialah pariwisata yang mengedepankan konsep swadaya masyarakat.

    “Melalui Organisasi Karang Taruna Seroja Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, kami berkomitmen untuk mengembangkan kawasan pantai Ake ini sebagai objek destinasi wisata pantai baru yang ada di Kota Sungailiat," kata Rizky, Sabtu, 23/11/2019. Pengelolaan pariwisata berkonsep swadaya masyarakat, kata dia, perlu diterapkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di Kelurahan Sinar Jaya Jelutung.

    Rizky mengatakan upaya–upaya pembersihan lahan dan perbaikan jalan sebagai akses menuju kawasan pantai Ake pun telah dilakukan oleh Karang Taruna Seroja. "Juga dibantu para warga dan pemuda lingkungan Ake beserta komunitas - komunitas lainnya yang memang memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” kata dia.

    Selain ingin menyulap kawasan pantai Ake, Rizky pun mengatakan kalau organisasinya berencana mengambil-alih pengelolaan pintu gerbang pantai Matras yang berada di perbatasan lingkungan Ake dengan lingkungan Matras. Karena menurutnya, secara historis, pengelolaan pintu gerbang tersebut dahulunya pernah dikelola oleh pemuda Kelurahan Sinar Jaya-Jelutung, apalagi lokasinya menurut Rizky lebih dekat dengan lingkungan Ake.

    “Rencana tahun depan kita bakal ambil slot pengelolaan [gerbang] itu. Karena kalau kita lihat sejarahnya, pintu gerbang pantai Matras yang berlokasi dekat dengan Ake ini dahulunya pernah dikelola oleh pemuda Ake dan Sinar Jaya. Jadi kami pikir sangat logis juga bila organisasi kepemudaan kami berencana mengalihkan pengelolaan gerbang tersebut ke pemuda di kelurahan kami,” ucap Rizky.

    Ditanya soal adanya kepentingan tambang di lokasi dimaksud, Rizky mengatakan kalau hal itu bukan masalah. Bahkan ia menginginkan kalau pariwisata dan pertambangan bisa berjalan selaras untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kel. Sinar Jaya-Jelutung.

    “Tidak masalah, kok. Masyarakat kita juga banyak yang berprofesi buruh tambang timah. Pariwisata kita garap, tambang pun kita garap. Asalkan keduanya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita ya sah-sah saja menurut saya,” tegas Rizky.

    Kawasan pantai Ake merupakan kawasan multisektor yang bersenyawa berbagai kepentingan ekonomi di dalamnya, seperti pertanian, persawahan, maupun pertambangan.(AM)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).






    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).