Ditjen EBTKE Dukung Program Kerja ILUNET, akan Buat MoU - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dirjen EBTKE Ir. F.X. Sutijastoto, M.A (ke-empat dari kanan) menerima tanda mata dari Ketua Umum Ikatan Alumni Energi Terbarukan Henny Handayani, M.Si seusai pertemuan yang diadakan di kantor Ditjen EBTKE, pada Jumat, 22 November.

Henny Handayani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Oktober 2019

Sabtu, 23 November 2019 16:26 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Ditjen EBTKE Dukung Program Kerja ILUNET, akan Buat MoU

    Dibaca : 727 kali

    JAKARTA, 22 November 2019 - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ir. F.X. Sutijastoto, M.A mendukung penuh kegiatan pengembangan energi terbarukan yang dilakukan Ikatan Alumni Energi Terbarukan (ILUNET) Universitas Darma Persada.

    Hal tersebut disampaikan Sutijastoto yang didampingi Direktur Konservasi Energi Dr. Ir. Hariyanto, M.T pada pertemuan dengan Badan Pengurus ILUNET yang dilakukan di kantor Ditjen EBTKE pada hari Jumat, 22 November. Badan Pengurus ILUNET yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Henny Handayani, M.Si, Ayom Buwono, M.Si, Sonny Soehardijanto, M.Si, Hepi Santosa, M.Si dan Asep Hendiarko, M.Si.

    Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum ILUNET Henny Handayani, M. Si menyampaikan informasi mengenai Pasca Sarjana Energi Terbarukan Unsada beserta karya yang telah dihasilkan. Kegiatan ILUNET yang terbaru adalah seminar energi terbarukan yang diikuti oleh 500 siswa SMKN 26 Jakarta pada 8 November lalu. Henny menambahkan bahwa ILUNET akan melanjutkan kegiatan sosialisasi ini pada generasi millennial dan masyarakat pedesaan.

    Sutijastoto menyambut baik rencana kerja ILUNET dan menginginkan terbentuknya kerjasama antara EBTKE dan ILUNET untuk pengembangan energi terbarukan. Menurut Sutijastoto, kerjasama ini dapat berupa litbang, sosialisasi dan edukasi baik dari sisi manajemen maupun teknologi energi terbarukan, yang akan diformalkan dalam bentuk MoU.

    “EBTKE akan membuat MoU antara EBTKE dan institusi yang menaungi ILUNET yaitu Sekolah Pascasarjana Energi Terbarukan Universitas Darma Persada, dengan ILUNET sebagai pelaksana program dan kegiatannya,” kata Sutijastoto.

    Selain menyampaikan rencana kerja, ILUNET juga mengungkapkan keinginan untuk berkontribusi pada perencanaan pengembangan ibukota baru di Kalimantan Timur dengan konsep energi terbarukan.

    “Tentang keinginan untuk menyumbangkan ide di ibukota baru yang berkonsep energi terbarukan, bila ada idenya silakan disusun saja. Nanti kita ajukan ke BAPPENAS,” sambut Hariyanto.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).






    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).