Manuver Anies & Reuni 212: Faktor Inilah yang Bikin Jokowi Tak Cemas - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) saat menghadiri acara Reuni Akbar 212, di Jakarta, Ahad, 2 Desember 2018. Pada momentum kali ini, PA 212 akan mengangkat topik terkait bendera tauhid sebagai isu sentral mereka. TEMPO/Subekti.

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Minggu, 24 November 2019 19:11 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Manuver Anies & Reuni 212: Faktor Inilah yang Bikin Jokowi Tak Cemas

    Persaudaraan Alumni alias PA 212 akan menggelar lagi reuni akbar pada 2 Desember 2019. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah mengizinkan perhelatan bertema Maulid Nabi itu.

    Dibaca : 15.686 kali

    Persaudaraan Alumni alias PA 212 akan menggelar lagi reuni akbar pada  2 Desember 2019.  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah mengizinkan perhelatan  bertema Maulid Nabi itu.

    Menurut  Anies, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah  Jakarta sudah bermusyawarah  berkaitan dengan kegiatan  "Nah, dari situ kesimpulannya memang diberikan izin,"ujar Anies, 22  November 2019.

    Sehari sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni Slamet Maarif juga menyatakan Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar ketiga kalinya tersebut  telah  mengantongi izin. "Perizinan insyallah sudah berjalan baik dan lancar, tidak mengalami hambatan berarti, pemberitahuan pun sudah dilayangkan," ujarnya.

    Gaungnya beda
    Jika dulu,  gerakan 212  pada Desember 2016  dipicu oleh kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dituduh menista agama, kini  sungguh beda. Kelompok ini  tampak belum memiliki isu yang kuat untuk bisa menggerakan masyarakat luas. Gaungnya kali ini  akan jauh berbeda

    Mereka mungkin akan mengangkat isu  seperti  ucapan  Sukmawati Soekarnoputri  yang dianggap menghina Islam.  Hal itu  juga diungkap  oleh ketua panitia Reuni 212, Awit Masyhuri.  "Kami tolak penista agama dan ternyata (penistaan agama) masih terjadi lagi," katanya.

    Adapun Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menghimbau agar acara itu berjalan baik. Ia mengatakan bahwa saat ini situasi sedang kondusif. Sebab, pemerintah melihat tak ada hambatan psikologi maupun fisik yang dihadapi masyarakat."Kita semuanya sudah menikmati suasana seperti ini," kata Moeldoko , 22 November 2019.

    "Harapan kita sudah lah, jangan terlalu banyak buat gerakan-gerakan. Toh, kita sudah paham, masyarakat semuanya sudah ingin damai, ingin bekerja dengan tenang," katanya.

    Faktor Rizieq Shihab
    Pamor gerakan 212  memang tak sekuat dulu setelah Rizieq Shihab  tertahan di Arab Saudi sejak  26 April 2017. Sejak itu pula kekuatan kelompok ini  bukan cuma terkendala kepemimpinan, tapi juga isu.

    Bandaingkan dengan  aksi pertama pada 2 Desember 2016 lalu.  Saat itu,  Presiden Jokowi  bersama Jusuf Kalla sampai harus  ikut  bergabung salat Jumat  di Monas.   Rizieq Shihab  sendiri yang ketika  tampil berkhotbah dalam salat Jumat itu.

    Menurut Menteri Agama Lukman Saifuddin, keputusan Jokowi mengikuti salat Jumat di Monas diambil beberapa saat sebelum salat dimulai.  "Alasannya (Jokowi) merasa perlu hadir, secara langsung untuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada peserta aksi yang mendoakan terhadap kedamaian bangsa dan negara," ujarnya saat itu.

    Setelah itu, Presiden tak pernah menghadiri acara reuni 212.  Mungkin juga tak diundang. Pada 2 Desember 2017, Jokowi justru menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Stadion Patriot, Bekasi. Setahun kemudian, pada 2 Desember 2018, Jokowi   berada di Kelurahan Bantarjati, Bogor, membagikan sertifikat penyambungan listrik.

    Faktor Prabowo
    Reuni 212 tahun lalu masih lumayan memiliki greget  karena  ada Prabowo.  Teriakan “Hidup"Prabowo! Hidup Prabowo!"   pun bergema.   Selain Prabowo dan Anies Baswedan, saat itu  hadir juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, serta sesepuh PAN Amien Rais.

    Dalam reuni 2019 kali ini,  Anies akan hadir lagi.   Tapi Prabowo  yang kini menjadi Menteri Pertahanan kemungkinan tidak diundang.  PA 212 sudah menyatakan putus komunikasi dengan Prabowo. "Sudah tidak ada komunikasi, khususnya dengan PA 212," ujar Novel Bamukmin, 4 Agustus 2019.

     ***

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.