Tenggok.com, Marketplacenya UKM se-Indonesia - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Redaksi Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Februari 2020

Rabu, 27 November 2019 08:13 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Tenggok.com, Marketplacenya UKM se-Indonesia

    Dibaca : 2.937 kali

    Dunia perekonomian terus berkembang dengan masuknya era teknologi saat ini. Hal tersebut memunculkan sebuah penemuan berupa pasar online yang banyak digandrungi oleh anak muda bangsa. Tidak terkecuali situs tenggok.com sebagai Marketplace UKM Indonesia sebagai pendompang pasar wangsa perekonomian masyarakat.

    Mengenal Marketplace Tenggok.com

    Seperti diketahui banyak Marketplace online berkembang di Indonesia. Di antara yang terbaik adalah Tenggok.com, dimana salah satu situs yang meyediakan jasa perdagangan elektronik (e-commerece). Platform tersebut menggunakan konsep customer to customer dalam pelaksanaannya.

    Marketplace ini merupakan buatan PT.Tenggok.com pada tahun 2019 lalu. Serta memiliki kantor fisik beralamat di Maleber, Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di dalamnya, penggunanya bisa leluasa melakukan pencarian barang dan toko penjual yang terdaftar.

    Kategori barang yang dijual juga luas dan lengkap. Mulai elektronik, gaming, alat-alat kantor, mainan, sport, otomotif, komputer, sampai pada perlengkapan bayi. Hal tersebut dapat menjadikan nilai lebih menguntungkan bagi pelaksana bisnis UKM agar bisa berkembang.

    Apa Saja Kelebihan dari Tenggok.com?

    Eksistensi Tenggok sendiri masih berkembang namun akan mudah dikenal. Kedepannya mereka akan membuat sebuah aplikasi yang bisa didownload di AppStore ataupun GooglePlay layaknya e-commerce lain. Juga tersedia berbagai layanan serta fitur untuk memudahkan pengguna, seperti:

    Jaminan Aman 100%

    Proses jual-beli secara umum memiliki resiko berbagai penipuan atau kejahatan. Bisa terjadi kepada kedua belah pihak, dalam transaksi dagang konvensional. Apalagi jika menggunakan media online, dimana tidak terjadi tatap muka secara langsung.

    Berbagai kejahatan penipuan sangat mungkin terjadi dalam dunia online biasa disebut dengan istilah scam. Namun meski begitu situs Tenggok.com menjamin transaksi antara penjual dan pembeli berjalan aman. Resiko terjadinya hal tersebut dapat diminimalisir dari penerapan sistem mereka. 

    Pembayaran Tanpa Resiko Penipuan

    Seperti diketahui bersama dalam proses transaksi jual-beli melibatkan pembayaran. Pada sistem perdagangan online tentu sangat mungkin muncul resiko penipuan. Namun Tenggok sudah mengatasinya dengan menggunakan berbagai jenis metode.

    Dalam hal ini melaui transfer dengan berbagai bank yang telah dijamin midtrans. Di antaranya adalah Mandiri, BNI dan PermataBank dimana semuanya telah memiliki nama besar. Selain metode tersebut, juga ada lewat Alfamart bagi pengguna non-rekening.

    Jasa Pengiriman Beragam

    Seperti halnya jasa e-commerce lain setelah proses transaksi jual beli dilakukan. Maka selanjutnya barang akan dikirmkan melalui jasa ekspedisi yang ada di Indonesia. Namun kadangkala juga terjadi kesalahan atau area tidak bisa dijangkau.

    Untuk masalah seperti area susah, hal itu tidak berlaku dalam layanan Tenggok.com. Hal tersebut karena mereka menggunakan berbagai jasa ekspedisi pengiriman. Di antaranya JNE, JNT, TIKI, POS, Ninja Ekspress, Sicepat, RPX, SAP, serta Lion Parcel, sehingga bisa menjangkau seluruh Indonesia. 

    Good Customer Service

    Dalam rangka menyediakan pelayanan maksimal kepada pengguna. Tenggok.com memberikan support jika terjadi kebingungan atau masalah. Melalui layanan lewat e-mail, conlcenter, serta  sosial media lain seperti facebook dan Instagram. Mereka juga akan tersedia selama 24 Jam untuk membantu.

    Masalah memang kadang tidak bisa dihindari saat melakukan proses dagang. Dapat terjadi dari kedua belah pihak, pembeli ataupun juga penjual yang sama-sama memakai layanan. Namun, dengan respon serta pelayanan keluhan 24 jam dari Tenggok akan dapat membantu pengguna.

    Salah Satu Marketplace produk UKM Indonesia

    Kelebihan ini yang tidak banyak dimiliki oleh e-commerce lain yaitu pendukung UKM Indonesia. Seperti diketahui kebanyakan menyediakan produk-produk dari luar. Hal tersebut tidak akan mengembangkan potensi negeri.

    Namun, Tenggok.com menampung agar barang hasil UKM yang ada di Indonesia dapat dikenal luas. Hal tersebut sangat membantu perekonomian mikro oleh masyarakat. Sehingga dapat mengurangi angka ketimpangan ekonomi yang terjadi.

    Sedikit Kekurangan dari Tenggok.com

    Dalam sebuah review pasti akan diulas tentang kelebihan beserta kekurangan. Hal tersebut agar penilaian menjadi adil. Tenggok.com sendiri bukannya tidak memiliki kelemahan, karena seperti diketahui tidak ada produk yang sempurna.

    Apalagi dalam hal ini pihak tersebut merupakan e-commerce baru dan masih berkembang. Di antara kekurangan yang dimiliki adalah masalah masih sebatas website atau belum ada aplikasinya. Serta saat diketikkan beberapa kategori produk kadang tidak merespon.

    Itulah tadi review situs tenggok.com sebagai Marketplace UKM Indonesia. Apa yang dicantumkan dalam artikel belum tentu sama dengan pemikiran orang lain. Karena memang bagus tidaknya kembali pada persepsi masing-masing individu dan semoga dapat sedikit membantu.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 807 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).






    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 807 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).