BANI Kian Dilirik Pebisnis - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Parliza Hendrawan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 27 November 2019 08:13 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • BANI Kian Dilirik Pebisnis

    Dibaca : 280 kali

    BANI, Lembaga ini semakin dikenal oleh berbagai kalangan utama dunia industri. Kehadirannya membawa harapan baru bagi pebisnis yang sedang bersilang paham dengan sesama pengusaha. Kerahasiaan dan kredibilitas para arbiter menjadi alasannya. Beruntung di Palembang saat ini sudah memiliki perwakilan BANI selain di Medan, Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

    Ratusan perusahaan asing beroperasi di Indonesia melirik Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sebagai lembaga independen dan kredibel dalam menyelesaikan persoalan bisnis mereka. Dalam catatan BANI hingga saat ini sudah tercatat 17,9 %, perusahaan yang bergerak dalam berbagai industri multi nasional itu pernah mempercayakan urusan sengketa ke BANI sedangkan 82, 1 % lainnya merupakan perusahaan dari dalam negeri BUMN, swasta nasional. Demikian terungkap dalam Short Talk "Peran Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis di Indonesia" yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu, 23 November 2019.

    Ahmad Rizal, Arbiter BANI pada Arbitration Centre menjelaskan dulunya perusahaan-perusahaan tersebut lebih memilih menyelesaikan persoalan mereka di arbitrasi di Singapura, dan di tempat lain. Namun belakangan ini perusahaan tersebut lebih memilih BANI karena beragam alasan mulai dari Cepat, sederhana dan efektif, Biaya mura, Rahasia terjamin, putusan fInal dan binding dan memilih arbitrator. "Perusahaan besar yang telah go publik tidak mau ke peradilan umum karena bersifat terbuka. Mereka takut reputasi mereka hancur bila memiliki perkara yang terbuka," kata Rizal.

    Dalam catatan Ahmad Rizal yang juga Wakil ketua Bani Palembang serta anggota BPH Migas ini, hanya 4 dari 1000 putusan BANI yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Alasan pembatalan diantaranya para pihak tidak jujur, dokumen asli tapi palsu atau aspal, atau ada dokumen yang jadi alat bukti tapi tidak diajukan, putusan diambil dengan tipu muslihat.

    Sementara itu Joni Emirzon, guru besar Hukum Bisnis Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang juga ketua BANI Palembang menjelaskan jenis pekara yang ditangani pihaknya selama tahun 2019 sebanyak 71 perkara. Perkara tersebut meliputi bidang konstruksi 35 kasus, leasing 11 kasus, perdagangan 21, jasa 10 kasus dan pertambangan 6 kasus serta investasi 6 kasus.

    Menurut Joni dalam regulasinya setiap perkara yang ditangani harus diputus paling lambat 6 bukan namun sebagian besar perkara sudah tuntas sebelum 3 bulan. "Dewasa ini penyelesaaian sengketa bisnis sudah mulai beralih dari cara litigasi ke non litigasi melalui BANI," kata dia.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.