Unair Siapkan Fakultas Teknik - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Universitas Airlangga. unair.ac.id

Kampus Unair

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2019

Selasa, 26 November 2019 15:34 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Unair Siapkan Fakultas Teknik

    Dibaca : 1.411 kali

     

    Universitas Airlangga memasuki babak baru dalam pengembangan program studinya. Tidak lama lagi kampus ini akan membuka Fakultas Teknik untuk memenuhi kebutuhan bidang teknologi informasi.

    Hal ini sudah dimulai pada pertengahan November lalu dimana Universitas Airlangga sudah meresmikan lima program studi baru di bidang sains dan teknologi, yakni Teknik Industri, Teknik Elektro, Nano Teknologi, Robotika atau Artificial Intelligence, dan Data Science. Prodi baru ini akan ditawarkan mulai SNMPTN 2020 nanti.

    Rektor Unair Prof M Nasih menyampaikan, Fakultas Teknik dibuka karena kurangnya kampus dengan jurusan teknik di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Dengan fakultas baru ini, besarnya potensi pelajar Jatim di bidang IT bisa diwadahi. Prof Nasih juga mengungkapkan, pembentukan prodi ini merupakan bentuk kontribusi Unair bagi kemajuan bangsa.

    "Ini menjadi bagian dari kontribusi Unair. Untuk Indonesia yang lebih maju serta untuk mensupport dan berkontribusi di dalamnya, kita mendirikan lima program studi baru", ujar Prof Moh Nasih setelah peluncuran prodi baru di kampus C Unair.

    Fasih juga menyatakan pembukaan Fakultas Teknik di Unair ini untuk memberikan
    kesempatan kepada putra-putri terbaik, khususnya dari Jawa Timur, agar mereka mempunyai alternatif dan tidak buru-buru ke luar negeri maupun ke luar daerah. "Saya yakin mereka masih cukup banyak yang tidak dapat kesempatan untuk memperoleh pengetahuan di Surabaya," tambah Fasih.

    Rektor Unair ini juga menyampaikan, fakultas yang akan dibuka berbeda dengan fakultas Teknik di kampus-kampus lain. Hal ini karena fakultas teknik fi Unair akan fokus pada teknik lanjutan, seperti Artificial Intelligence, Robotics, hingga Nano Technology.

    "Bukan hanya keteknikan, tetapi keteknikan yang advanced, sehingga jurusan yang kita mau declare mulai tahun ajaran depan adalah Robotica, Artificial Intelligence, Nano Technology, dan Big Data," ujar Nasih.

    Kemudian saat disinggung apakah fakultas teknik ini akan menjadi pesaing Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Nasih menampik hal ini. Dia mengatakan akan mencoba menjadi partner.

    "Kita akan menjadi partner, kalau saingan endaklah dan kebetulan lagi, teknologi teknik kita itu kan nanti ada orang dengan teknik yang kita kombinasikan dengan fakultas yang sudah ada. Jadi artifisial intelijen kita dorong untuk yang berkaitan dengan dunia-dunia kesehatan, science data kita juga nanti akan kita dorong ke sana," paparnya.

    Lalu, di manakah lokasi fakultas teknik nantinya? Prof Nasih mengatakan, ada sebagian gedung di Fakultas Farmasi Kampus C Unair yang bisa dimanfaatkan untuk sementara. Hal ini sembari menunggu pembangunan gedung kuliah.

    "Sementara menggunakan di farmasi masih cukup luas dan mulai bulan depan nanti ground breaking untuk gedung kuliah bersama. Teaching learning center kita sebelahnya AUP (Airlangga University Press) akan ada bangunan baru lagi untuk pusat pembelajaran. Khususnya kawan teknik dan beberapa lainnya," pungkasnya.

    Dengan adanya Fakultas baru, Pria kelahiran Gresik ini berharap Unair mampu mengantarkan putra-putri terbaik bangsa untuk menggenggam dunia IT dan bersaing di level dunia.

    Dengan adanya Fakultas baru ini, maka kini Unair telah memiliki 17 Fakultas dengan Program Studi lebih dari 160 jurusan.

    Selain itu, menurut data terbaru yang telah diumumkan oleh Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN), saat ini Unair ada di posisi ke-6 sebagai kampus dengan kinerja penelitian terbaik.

    Oleh karena itu, Prof. Nasih berharap agar Unair mampu mengantarkan putra-putri terbaik bangsa untuk menggenggam dunia IT dan bersaing di level dunia.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).






    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).