Tertahannya Imam FPI: Mahfud Bilang Tak Melapor, Rizieq Beberkan Peran Orang BIN… - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Foto udara reuni akbar 212 dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Monas, Jakarta, Senin 2 Desember 2019. Ribuan massa yang memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat mengikuti acara yang dimulai dengan salat tahajud berjamaah. TEMPO/Subekti.

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Senin, 2 Desember 2019 15:32 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Tertahannya Imam FPI: Mahfud Bilang Tak Melapor, Rizieq Beberkan Peran Orang BIN…

    Dibaca : 2.979 kali

    Polemik pejabat pemerintah Jokowi dengan Rizieq Shihab belum selesai.  Debat kusir itu menyangkut  tertahannya  pemimpin Front Pembela Islam di Arab Saudi sejak 2017 lalu.  Pemerintah mengklaim tak pernah menghalangi kepulangan Rizieq.

    Adapun Rizieq Shihab menyatakan dirinya tidak bisa pulang,  bukan sekedar karena visanya sudah kadaluwarsa, tapi juga tidak diperbolehkan oleh Arab Saudi dengan alasan keamanan. Rizieq menduga, sikap pemerintah Saudi ini disebabkan itu atas pengaruh pemerintah Indonesia.

    Rizieq beberkan lagi faktanya
    Dalam reuni akbar 212 yang digelar di silang Monas pada 2 Desember 2019, Rizieq membeberkan lagi masalah itu lewat video telekonferensi.  Ia menyatakan  sudah melaporkan ke Kedutan Besar RI saat dia kesulitan untuk pulang. 

    "Saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi dan saya beritahukan adalah pihak pemerintah Republik Indonesia," kata Rizieq. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi  kemudian mengirim utusan resmi ke kediamannya di kota Mekkah.

    Baca juga:
    Reaksi Keras Presiden Soal Amandemen: Siapa Mau Tampar Muka Jokowi? Ini Sederet Manuver Aneh…

    KBRI di Riyadh mengirim Ketua Pos Badan Intelijen Negara (BIN) di sana untuk meminta keterangan Rizieq. Menurut Rizieq, utusan tersebut juga meminta salinan dokumen dirinya seperti paspor dan visa.

    Tangkapan video reuni 212

    "Bahkan, lewat  handphone dari pos BIN dari KBRI tersebut saya sempat bicara dengan Pak Dubes, saya sempat menawarkan Pak Dubes untuk mampir ke rumah saya untuk datang ke kota suci Mekkah,"  kata Rizieq.

    Rizieq juga menjelaskan, dirinya diminta oleh Dubes Indonesia untuk Arab Saudi untuk memberi keterangan selengkap-lengkapnya pada utusan KBRI tersebut.  "Apakah ini bukan laporan namanya?" kata Rizieq.

    "Sekali lagi setop kebohongan. Bangsa ini membutuhkan kejujuran pemimpinnnya. Siapaun yang ingin bertanya tentang pengasingan saya kapan dihentikan, jangan tanyakan ke saya," kata Habib Rizieq.

    Mahfud: “Kalau turun tangan nanti salah”
    Menanggapi pernyataan Rizieq, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md  tetap berkukuh bahwa Rizieq tak pernah melapor.  "Tidak ada (Rizieq melapor). Saya sudah bicara dengan Kedubes, tidak pernah. Dia tidak pernah datang, dia menganggap pemerintah ilegal," ujarnya, 2 Desember 2019.

    Soal kedatangan utusan Kedubes, Mahfud membenarnya. "Memang ada orang datangi dia. Tapi dia sendiri tidak pernah melapor. Kapan gitu laporannya? Enggak ada," kata mahfud

    Sebelumnya, Mahfud Md mengatakan  pemerintah siap membantu kepulangan  Rizieq Shihab jika memang dibutuhkan. 

    "Nanti kalau memang secara formal diperlukan pemerintah turun tangan, sesudah beliau kontak masalah di Arab Saudi, tentu kewajiban kita untuk ikut turun tangan," kata Mahfud, 27 November 2019.

    Mahfud mengatakan pemerintah tak bisa begitu saja mengintervensi kepulangan Rizieq jika tak ada permintaan.  "Kalau ini tidak melapor, lalu kita turun tangan, nanti malah kita yang salah," katanya.

    Benarkah ada negoisasi?
    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Althagafi sempat mengungkapkan,   masalah kepulangan Rizieq  sedang dinegosiasikan. "Hal itu sedang dinegosiasikan oleh pejabat kedua negara. Kami berharap ini segera bisa diselesaikan,"  kata Esam di Kantor Kementerian Koordinator  Politik, Hukum dan Keamanan,  25 November 2019.

    Hanya,  Esam tak mau membeberkan lebih jauh. "Saya tidak bisa bicara apapun karena ini sedang dinegosiasikan secara mendalam, " ujarnya.

    Adapun , Menko Polhukam Mahfud Md menegaskan negosiasi itu tak dilakukan dia dengan Dubes Esam. "Ya mungkin, kan pemerintah banyak ya, jadi mungkin politisi, ya anu. Ya kan pejabat tinggi banyak ada 34, yang paling tinggi ada 2, dengan saya enggak tadi (pertemuan dengan Dubes Saudi)," kata Mahfud,  25 November 2019.

    Mahfud mengatakan pertemuannya dengan Dubes Saudi hanya membahas kerja sama jangka panjang Indonesia dengan Saudi. "Tidak dengan saya negosiasinya, saya bicara yang tidak kasuistis, tetapi bicara kerja sama jangka panjang untuk melawan terorisme untuk membangun Islam wastiah, Islam yang damai,..”ujarnya.   ****

    Baca juga:
    Reaksi Keras Presiden Soal Amandemen: Siapa Mau Tampar Muka Jokowi? Ini Sederet Manuver Aneh…


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.