Jokowi Batu Sandungan di Tubuh PDIP - Analisa - www.indonesiana.id
x

maskusdiono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Jokowi Batu Sandungan di Tubuh PDIP

    Dibaca : 11.892 kali

    Nama Joko Widodo atau Jokowi yang melejit secara tiba-tiba membuat iri di tubuh PDIP. Padahal di PDIP sudah ada pengkaderan bertahap yang memungkinkan seseorang bisa menduduki jabatan publik.

     

    Nama Jokowi hanyalah pengusaha kayu dari Solo yang maju menjadi Wali Kota Solo. Awalnya, Jokowi tidak punya kendaraan politik dan PDIP memberikannya.

     

    Dalam perkembangannya, nama Jokowi semakin berkibar. Trah Soekarno yang sudah disiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia, Puan Maharani cukup khawatir keberadaan putra Solo itu.

     

    Jokowi pun akhirnya dengan bantuan lembaga survei dan Sabam Sirait menyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memilih Gubernur DKI Jakarta maju menjadi bakal capres. Sabam menyakinkan Mega bahwa Jokowi menjadi capres akan mendongkrak suara PDIP sampai 30 persen.

     

    Mega hanya memberikan surat perintah harian PDIP terhadap Jokowi menjadi capres. Mega tidak memberikan SK atau tanpa keputusan partai yang melibatkan ketua DPD seluruh Indonesia.

     

    Ternyata berdasarkan hasil Pileg, suara PDIP hanya sekitar 19 persen. Bagi PDIP tidak ada Jokowi Effect. Dan membuat Puan Maharani marah besar.

     

    Berdasarkan berita di The Jakarta Post, Puan Maharani bahkan sampai mengusir Jokowi. Kejadian ini membuat Mega menangis karena terjadi pertentangan antara Puan Maharani dan Prananda yang notabene menjadi pendukung Jokowi.

     

    Bagi sebagian kader PDIP terutama kalangan tua, Jokowi bisa menjadi ancaman dan dapat merebut Ketua Umum PDIP sebagaimana yang dilakukan Anas Urbaningrum di tubuh Partai Demokrat. Terlebih lagi, Jokowi didukung kalangan muda dan tokoh-tokoh LSM.

     

     

    Dalam menyikapi perkembangan panas di tubuh PDIP, Puan Maharani mengumpulkan DPD PDIP seluruh Indonesia untuk meminta komitmennya mendukung dirinya termasuk terhadap Ketua Umum PDIP yang juga ibunya sendiri Megawati Soekarnoputri.

    SUMBER TULISAN


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.