Peran Mahasiswa dalam Menumbuhkan Sikap Bela Negara Masyarakat Indonesia - Analisa - www.indonesiana.id
x

endisa renaningtyas

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Desember 2019

Selasa, 3 Desember 2019 10:08 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Peran Mahasiswa dalam Menumbuhkan Sikap Bela Negara Masyarakat Indonesia

    Dibaca : 576 kali

    Setiap tanggal 19 Desember, Indonesia memperingati Hari Bela Negara yang ditandai dengan adanya Monumen Nasional Bela Negara di daerah Sumatra Barat. Monumen ini dibangun bertujuan untuk mengenang sejarah perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan yang sudah mempertahankan Indonesia dari para penjajah. Bela negara merupakan sikap masyarakat yang menunjukkan adanya jiwa patriotisme dan cinta terhadap tanah air dan bangsa.

    Terdapat dasar hukum dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang membahas mengenai bela negara yaitu pada Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi : “Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam pembelaan negara” dan Pasal 30 Ayat (1) yang berbunyi : “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.

    Kesadaran dalam bela negara masyarakat Indonesia masih tergolong rendah sehingga perlu adanya pembenahan. Salah satunya yaitu masih banyak masyarakat yang melakukan tindak korupsi, berjudi, pergaulan bebas, membeda-bedakan suku dan ras.

    Faktor yang menjadikan kurangnya bela negara bagi masyarakat Indonesia yaitu adanya konflik masyarakat dan pemerintah dimana masyarakat memiliki kepercayaan yang rendah terhadap pemerintah, banyak oknum pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat. Faktor yang lain yaitu adanya konflik aparatur pertahanan dan keamanan negara, globalisasi dan perkembangan iptek.

    Globalisasi dan iptek menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya sikap bela negara di zaman sekarang. Seperti yang telah diketahui bahwa globalisasi dapat menurunkan rasa kecintaan terhadap tanah air, budaya dan adat istiadat sekaligus nilai moral dan sosial masyarakat yang dapat menimbulkan berkembangnya kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi minuman keras, narkoba, judi dan pergaulan bebas. Maka dari itu diperlukan adanya pembenahan untuk meningkatkan sikap bela negara masyarakat Indonesia.

    Upaya untuk meningkatkan kesadaran untuk sikap bela negara yaitu dengan memberikan pengetahuan akan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan Indonesia serta memberikan motivasi untuk mencintai bangsa dengan melakukan bela negara. Sangatlah penting untuk menanamkan kesadaran untuk bela negara karena untuk menghindari adanya perpecahan dalam bangsa Indonesia. Apabila masyarakat tidak sadar akan pentingnya bela negara menyebabkan Negara Indonesia akan kehilangan identitas nasional sehingga warga negara mudah dipengaruhi oleh bangsa lain. Dengan tidak adanya kesadaran bela negara, akan ada banyak wilayah di Indonesia yang memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.

    Permasalahan kesadaran bela negara masyarakat Indonesia masih dapat diatasi yaitu dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan Pemerintah. Maka dari itu, perlu adanya tindakan dan kegiatan yang mengembangkan sikap dan perilaku warga negara yang cinta tanah air dengan menunjukkan sikap bangga sebagai warga negara Indonesia, menjaga nama baik bangsa dan negara Indonesia dan mencintai produk dalam negeri, budaya dan kesenian bangsa Indonesia. Sadar berbangsa dan bernegara dengan menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Rela berkorban untuk bangsa dan negara dengan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan materi untuk kemajuan bangsa dan negara serta mendahulukan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi.

    Mahasiswa sebagai agent of change yang memiliki peran dalam menumbuhkan sikap bela negara. Agent of change merupakan tindakan untuk mengubah kondisi yang kurang baik menjadi kondisi yang baik dan kondisi yang baik menjadi kondisi yang lebih baik lagi. Mahasiswa harus memiliki sikap kritis terhadap dinamika pemerintahan, apabila terjadi kesalahan dalam pemerintah, mahasiwa harus berani untuk mengkritik dan memberikan saran untuk yang lebih baik. Mahasiswa harus menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas sehingga dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Contohnya yang sudah terjadi beberapa bulan lalu, mahasiswa melakukan kegiatan demo dalam rangka memberikan aspirasi dan mengkritik kekurangan  pemerintah.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).