Bahan Dasar untuk Membuat Tas yang Keren - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Candra Bi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 November 2019

Selasa, 3 Desember 2019 10:56 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Bahan Dasar untuk Membuat Tas yang Keren

    Dibaca : 628 kali

    Tas

    Saat ini banyak sekali tas branded yang memiliki harga sangat mencengangkan, bisa mencapai puluhan hingga milyaran rupiah. Melihat hal itu tentu terbesit dalam pikiran anda ingin memiliki tas yang harganya selangit itu bukan?

    Padahal mungkin jika anda lihat dengan mata telanjang semuanya itu terlihat biasa-biasa saja dan sama seperti tas pada umumnya. Nah, sebenarnya hal itu merupakan sebuah asumsi dari masing-maasing orang yang mungkin sebagian orang yang tinngal di bumi ini menilai barang dengan tidak melihat harga maupun kualitasnya namun dengan mengutamakan nama atau brand yang sudah terkenal.

    Pasalnya tidak sesmua barang branded itu memiliki kulitas yang bagus loh, bahkan mungkin anda sendiri pun bisa membuatnya jika memang anda memiliki keahlian di bidang konveksi, terlebih dibidang konveksi tas berkualitas.

    Sebuah langkah yang bagus apabila memang anda memiliki kelebihandibidang tersebut lalu berusaha igin mencoba membuat hal baru yang kualitasnya melebihi barang branded. Tentunya dengan langkah tersebut nantinya anda dapat membuat usaha sendiri dan meraup keuntungan yang mungkin bisa menyaingi brand-brand terkenal dunia.

    Nah, jika anda berminat untuk membuat tas dan masih bingung untuk mencari bahan-bahan yang tepat untuk membuat tas anda dpat menyimak beberapa ulasan yanga da di bawah ini:

    Kain

    Anda bisa memilih kain yang tepat dan emiliki kualitas yang bagus ketika anda ingin membuat tas. Ada berbagai macam jenis kain yang dapat anda manfaatkan untuk membuah sebuah tas, salah satunya adalah akin katub.

    Dimana kain ini merupakan kain dengan bahan yang paling bagus apabila anda gunakan untuk membuat tas. Selain bahannya yang mudah di cari, tas kain ini juga mudah di bentuk hal ini memudahkan anda untuk berekreasi.

    Karet

    Selain kain ternyata karet juga bisa dimanfaatkan untuk bahan baku membuat tas, dan pastinya anda juga sudah mengetahui hal ini karena saat ini bnayk beredr tas berbahan baku karetvyang bentuknya sangat unik dan bagus-bagus.

    Jika anda mengetahui cara pengolahannya dan cara membuatnya tentu hal ini akan menjadi suatu kelebihan dan keuntungan tersendiri bagi anda paslnya anda dapat menjumpai karet hampir di setiap tempat.

    Polyester

    Tas berbahan polyester ini juga memiliki kualitas yang bagus. Bahan ini biasanya digunakan untuk membuat tas ransel karena bahannya sangat kuat dan tidak mudah sobek. Tas dengan bahan baku seperti ini biasanya memiliki kelebihan tahan air, tahan terhadap bahan pelarut dan juga tidak mudah kusut.

    Namun di sisi lain tas ini juga memiliki kekurangan yaitu tidak dapat menyerap keringat. Sehinnga ketika anda menggunakan tas ini atau menggendong tas ini di punggung anda akan tersa atau muncul hawa panas. Tas ini juga sangat mudah terbakar karena tas ini memiliki bahan polyester yang tidak tahan akan hawa panas atau tidak bisa terkena api.

    Kanvas

    Kanvas merupakan sebuah bahan yang sering di gunakan untuk membuat tas. Kanvas ini merripakan salah satu jenis kain yang bertekstur agak asar dan kaya akan serat sehinnga kain ini lebih tebal dibandingkan kain lainnya.

    Biasanya bahan tas kanvas ini akan menggunakan jenis kain baby kanvas yang tentunya akan membuat tampilan tas menjadi lebih premium dan memberikan kesan mewah atau mahal.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.089 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).