Hakim Jamaluddin Diduga Dibunuh di Rumah: Inilah Sederet Indikasinya... - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Peta lokasi Suka Dame-Medan

Anung Suharyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Oktober 2019

Minggu, 8 Desember 2019 08:26 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Hakim Jamaluddin Diduga Dibunuh di Rumah: Inilah Sederet Indikasinya...

    Dibaca : 19.115 kali

    Kepolisian kini mengarahkan penyelidikan ke “orang dekat” hakim Jamaluddin yang ditemukan  meninggal beberapa waktu lalu.  Polisi bahkan sudah memeriksa isteri hakim PN Medan itu,  Zuraida  Hanum, yang sedang pulang ke Aceh.

    Jamaluddin, 55 tahun, ditemukan  tewas di dalam mobil yang terperosok di jurang kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat, 29 November 2019. Polisi setempat menerima laporan warga sekitar pukul 13.30. Tubuh korban tengkurap di sela kursi tengah dan depan di  dalam mobil pribadinya Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD.

    Arah penyelidikan itu  sesuai dengan pernyataan Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto sebelumnya.  Ia menyatakan kemungkinan pelakunya  "orang dekat" dan pelaku mengenal korban.  Hanya, sejauh ini polisi belum membeberkan hasil pemeriksaan terhadap isteri dan orang-orang dekat Jamaluddin.

    Sang istri yang sebelumnya  cukup terbuka ke media massa, kini memilih bungkam. Banyak penjelasan dia  selama ini yang  bertolak belakang dengan temuan polisi. Dari penyelidikan polisi,  semakin terkuak  bahwa  korban kemungkinan tidak pergi ke kantor maupun ke bandara  seperti penjelasan sang isteri.

    Temuan kepolisian sejauh justru mengarah pada kemungkinan korban diduga dibunuh  di rumah, di Jalan  Aswad, Komplek Royal Monaco, Medan.   Berikut ini sejumlah indikasinya:

    1.Mobil pribadi Jamaluddin  keluar pukul 04.00
    Berbeda dengan penjelasan sang isteri sebelumnya  bahwa suaminya berangkat pukul 05.00,  mobil Toyota Land Cruiser milik korban pada hari itu  diduga sudah keluar dari rumah sekitar 04.00.

    Hal itu terdeteksi dari CCTV tetangga korban. Adapun CCTV di rumah Jamaluddin dalam kondisi mati.  Seperti diberitakan oleh  Tribun-Medan.com,  Pejabat Humas PN Medan, Erintuah Damanik, mengatakan: "Info dari kepolisian itu menyebutkan kalau CCTV  (di rumah Jamaluddin)  tidak dicolokkan, padahal sebenarnya berfungsi. Jadi disengaja."

    Arah mobil Jamaluddin itu berbeda dengan arah biasannya jika beragkat ke kantor atau bandara.  "Kalau mobil itu keluar biasanya ke kanan. Tapi kalau hari itu ke kiri bukan ke arah pengadilan. Dan setelah mobil itu lewat ada sepeda motor yang mengikuti,"  kata Erintuah .

    Dugaan perjalanan mobil Jamaluddin

    2.Sekitar pukul 05.00 mobil sudah berada di Desa Suka Dame
    Temuan CCTV itu juga sinkron dengan kesaksian penduduk di Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang.  Mobil itu  sudah mondar-mandir di sana  sekitar pukul 05.00 pagi. Jarak antara rumah Jamaluddin hingga ke desa tersebut sekitar 30 kilometer.

    Kesaksian warga itu disampaikan oleh  Kapolsek Kutalimbaru Ajun Komisaris Bitler Sitanggang  kepada KompasTV yang ditayangkan pada 30  November. Saat itu Kapolsek juga bersama warga. Bahkan terdengar juga kesaksian warga menyatakan hal yang sama.   “Mayat ditemukan di  belakang  tempat duduk sopir. Dia sendirian. Jam lima pagi mobil sudah melintas di desa.  Jam 13.00 baru ada informasi ke saya,” ujar Bitler.

    3.Hasil otopsi
    Seperti diberitakan oleh Tribun-Medan.com, pejabat humas PN Medan, Erintuah Damanik, memperjelas hasil otopsi polisi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Kapolda Sumut.

    Erintuah  mengatakan  bahwa ia mendapat informasi  bahwa korban 20 jam sebelum otopsi  sudah meninggal.  Karena otopsi dilakukan sekitar jam 20.00 malam, “Artinya jika dihitung mundur 20 jam itu,  dia meninggal sekitar jam 3 atau 4 subuh," jelasnya.

    4.Kemungkinan korban tak ke kantor
    Korban diduga juga tidak ke kantor seperti yang diberitakan sebelumnya berdasarkan kesaksian rekan-rekannya. Soalnya, tak ada juga saksi yang melihat langsung, paling tidak sejauh yang diberitan media massa. Apalagi kehadiran Jamaluddin di kantor juga tak terdektsi CCTV.

    5.Belum terungkap bukti suami ke bandara
    Jika suami ke bandara, akan mudah dibuktikan pula lewat CCTV di titik-titik tertentu di kota Medan dan CCTV di bandara.  Dari jejak komunikasi di hp, semestinya tercatat pula bila korban mau bertemu dengan teman di bandara.  

    Kepastian siapa pelaku, motifnya, dan dimana korban dibunuh,  tentu saja harus menunggu hasil penyelidikan  polisi.  Seperti yang disampaikan oleh  Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, polisi juga harus mengecek satu persatu alibi orang-orang yang dicurigai. ***

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.