#SeninCoaching: Tegang yang Enak dan Perlu - Analisa - www.indonesiana.id
x

“Mastering others is strength. Mastering yourself is true power.” -- Laozi

Mohamad Cholid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 9 Desember 2019 06:41 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • #SeninCoaching: Tegang yang Enak dan Perlu

    Dibaca : 4.277 kali

    #Leadership Growth: Tension Between Continuity and Change

     Mohamad Cholid, Practicing Certified Executive and Leadership Coach

     

    “Mastering others is strength. Mastering yourself is true power.” -- Laozi

     

    Majalah TEMPO sempat dikenal dengan kata-kata pemikat ini: Enak Dibaca dan Perlu.

    Selama sekian puluh tahun, sebelum teknologi digital diandalkan oleh media cetak untuk meningkatkan jangkauan penyebarannya, kalangan pembaca TEMPO selalu merasa perlu membaca majalah berita mingguan tersebut – tirasnya pernah mencapai 150.000 eksemplar/minggu, terbesar di ASEAN waktu itu (sampai 1990-an). Para pembaca, menurut survei, menyukai TEMPO karena cara penulisan beritanya lebih seperti cerita atau kisah manusia, rileks, kadang jenaka, dan tetap dengan Bahasa Indonesia yang tertib. Enak dibaca dan perlu memang.

    It was. Itu dulu. Hari ini, silakan Anda – yang masuk generasi kolonial sampai milenial – memberikan penilaian dan persepsi masing-masing tentang TEMPO.

    Hukum alam menegaskan, perubahan merupakan hal yang tetap selama kita hidup. Sedangkan perkara yang bersifat tetap lainnya hanya ada di alam sesudah kamatian. Dengan kata lain, manusia yang malas berubah menjadi pribadi yang lebih baik, sama saja seperti sudah mematikan dirinya sebelum ajal.

    Majalah TEMPO sudah mengalami sejumlah perubahan sesuai dengan tuntutan pasar dan kompetisi di antara media besar. Dalam proses tersebut tidak dipungkiri terjadi ketegangan-ketegangan di dalam organisasinya.

    Tarik menarik antara masa lalu dengan masa kini, ketegangan antara pentingnya bobot/kedalaman cerita dengan kecepatan terbit, antara kebebasan ekspresi dan kebutuhan komersial, antara ketulusan dan hipokrisi beberapa personnya, dst.nya. Semuanya itu sesungguhnya fun, menyenangkan jika kita dapat mengelolanya dengan cermat dan menyikapinya dengan waras dan cerdas.

    Ketegangan atau tension antara kesinambungan values dengan perubahan dalam suatu organisasi adalah bagian dari hukum alam juga, mesti dihadapi, bukan dihindari. Itu ketegangan yang enak dan perlu--kalau mau pinjam istilah TEMPO.

    Menjemput masa depan adalah kerja kreatif, berkesinambungan, ada discovery dan ada invention. Karena manusia adalah “proyek Tuhan yang belum selesai” (Jim Rohn), sejumlah hal mesti kita upayakan, seperti mengembangkan kompetensi kepemimpinan, membangun jembatan, memperluas pasar, etc.

    Kadang muncul kondisi perturbation. Dalam proses ini yang sangat diperlukan adalah kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Selalu sigap untuk menjaga keseimbangan. Dalam tradisi pemikiran China, kita mengenal yin dan yang, yang berputar tarik-menarik, saling mengisi, membangun keseimbangan. Dalam ketegangan adu gagasan, utamanya untuk menghadirkan produk dan jasa yang excellent, kita memerlukan kelenturan berpikir.

    Dao De Jing (道德經) karya Laozi (sering dituliskan juga sebagai Tao Te Ching, oleh Lao Tzu), yang terbit lebh dari 2000 tahun silam, sudah mengajarkan perilaku kepemimpinan (leadership behavior) dalam memimpin tim menghadapi realitas yang tidak nyaman, utamanya dalam proses perubahan menjemput takdir.

    Dalam ajaran moral dan spiritual berbasis pada Taoism --yang dipengaruhi Confucianism dan Buddhism– tersebut, ujaran Laozi yang relevan untuk diimplementasikan dalam pengembangan kepemimpinan utamanya ini: “Mastering others is strength. Mastering yourself is true power. He who conquers others is strong; he who conquers himself is mighty.”

    Kenapa itu tetap relevan sampai sekarang? Hari ini masih sering dapat kita temui para eksekutif dan yang merasa diri sebagai leader, kondisinya jauh di bawah spec yang digambarkan Laozi. Mereka gagap menghadapi dirinya sendiri. Bagaimana pula mau mengendalikan tim secara efektif dan memimpin organisasi tumbuh?

    Berdasarkan survei yang diolah Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching (MGSCC) terhadap 200 eksekutif sukses di sejumlah negara, ada 20 perilaku tidak efektif yang dapat menghambat mereka menjadi lebih baik dan naik ke level sukses berikutnya.

    Perilaku-perilaku sembrono (flaws) dalam interaksi antar manusia yang “mewabah” di kalangan eksekutif (sukses) dan tidak mereka sadari tersebut, dapat menimbulkan bottleneck proses bisnis, menghambat kemajuan dan upaya-upaya perubahan menjadi lebih baik, serta merusak team engagement

    Contoh dari perilaku tidak efektif tersebut antara lain: making destructive comment (sarkasme yang tidak perlu, hanya untuk memperlihatkan diri kelihatan cerdas); speaking when angry (memanfaatkan emotional volatility sebagai alat manajemen); negativity (umumnya seperti ini: “Let me explain why that won’t work.”); dan passing the buck (ada kebutuhan untuk menyalahkan semua pihak, kecuali dirinya sendiri).

    Para eksekutif dan yang mengaku sebagai leader melakukan hal-hal yang tidak efektif, bahkan kalau berkepanjangan bisa sangat destruktif, mungkin karena mereka merasa perlu harus memperlihatkan eksistensinya. Pemicunya bisa macam-macam, yang sering adalah symptom bottom line –yang mereka anggap belum optimal– tanpa mau tahu penyebabnya dan melihat trend positifnya.

    Akibat mudah terpicu symptom dan kurang menggali ke akar persoalan yang sebenarnya, selain cenderung bereaksi dengan gegabah mereka juga mudah terjebak pada “band air solution” yang bahkan bisa lebih mahal ongkosnya.

    Kalau saja mereka bersedia menjaga keseimbangan diri, berperilaku lebih matang saat menghadapi ketegangan/ketidaknyamanan dalam proses perubahan, benefit yang diperoleh signifikan. Utamanya, meningkatkan kepercayaan dan engagement tim. “Happy are they that can hear their detractions and put them to mending,” kata William Shakespeare (“Much Ado About Nothing”) sekian abad silam dan tetap dapat kita terapkan sampai hari ini.

    Agar memimpin lebih efekif, diperlukan sikap rendah hati dan keberanian mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri. Seperti ini: “Untuk akselerasi pertumbuhan, apa saja perilaku kepemimpinan selama ini yang harus saya hentikan, saya ubah?”  

    Diperlukan juga kemampuan mendengarkan tim, membaca realitas dan menerjemahkannya dengan maximum clarity untuk kepentingan masa depan. Supaya aman, tidak terjebak “one fit for all solution”. Eksekutif secerdas Anda tentunya memilih solusi lebih strategis, memberikan positive impact jangka panjang.

     

    Mohamad Cholid  adalah Head Coach di Next Stage Coaching.

    • Certified Executive Coach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching
    • Certified Marshall Goldsmith Global Leadership Assessment

    Alumnus The International Academy for Leadership, Jerman

    (http://id.linkedin.com/in/mohamad-cholid-694b1528)

    (https://sccoaching.com/coach/mcholid1)

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Salsabila Zulfani

    49 menit lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 19 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.