Kata Erick Thohir, Bisnis Garuda Mirip Mobil Omprengan: Inilah buktinya… - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 9 Desember 2019 06:41 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Kata Erick Thohir, Bisnis Garuda Mirip Mobil Omprengan: Inilah buktinya…

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir akhirnya memecat Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Ashkara Danadipati bersama tiga direktur lainnya. Dia mengatakan sulit untuk membangun kembali citra maskapai penerbangan ini.

    Dibaca : 16.255 kali

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir  akhirnya memecat Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Ashkara Danadipati. Dia mengatakan sulit untuk membangun kembali citra maskapai penerbangan ini.

    Erick  kecewa atas kasus penyelundupan sepeda motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton yang diduga milik Ashkara. “Ini menyedihkan karena sistemik, bukan semata akting seorang,” ujarnya.

    Bukan bisnis omprengan
    Tak cuma memecat  Ashkara, Erick  juga akan me-review model bisnis  Garuda.  “Saya meminta review apakah tidak lebih baik Garuda fokus di dalam negeri dan Asia saja. Market-nya masih gemuk dan menguntungkan. Tidak usah gaya-gayaan terbang ke Eropa,” ujarnya kepada Tempo.

    Baca juga:
    Strategi Tim Sepakbola Vietnam Bocor, Begini Siasat Tim Garuda Bisa Juara...

    “Saya juga sampaikan, bisnis penerbangan tidak bisa jadi bisnis omprengan. Kalau penumpangnya tidak cukup, pesawat tidak bisa terbang., “ ujar Erick.    Rupanya Erick mengalaminya  sendiri ketika ada rapat di Tokyo tapi Garuda tidak terbang.

    “Saya harus naik ANA (All Nippon Airways), kebetulan di pesawat itu bertemu juga Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang akan meeting di Tokyo. Saya juga bertemu Pak Luhut yang harus naik JAL (Japan Airlines), ” kata Erick.

    Kerugian Garuda
    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk selama ini masih merugi.  Maskapai penerbangan milik pemerintah ini tahun lalu sempat mencatat laba US$ 5,01 juta (Rp 70 miliar) pada tahun lalu . Setelah direvisi karena ditemukan kejanggalan, laba berubah menjadi rugi sebesar US$ 175,02 juta (Rp 2,4 triliun).

    Beragam faktor menjadi penyebab laporan keuangan Garuda terus merah, antara lain harga bahan bakar avtur yang terus membubung, keputusan bisnis yang dianggap kurang tepat, hingga tekanan eksternal.

    Selanjutnya:  anggota Ombudsman Alvin......



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.