Mahasiswi Ekonomi Dikubur di Kos: Tak Cuma Dibunuh dan Diambil Motornya, Korban juga… - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Korban pembunuhan di kos

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Selasa, 10 Desember 2019 11:27 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Mahasiswi Ekonomi Dikubur di Kos: Tak Cuma Dibunuh dan Diambil Motornya, Korban juga…

    Dibaca : 54.591 kali

    Tragedi Wina Mardiani,  20 tahun,  mahasiswi semester 5  Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu  mulai terkuak. Korban yang sempat menghilang selama lima hari itu ditemukan  tewas dikubur di belakang tempat kosnya di Kelurahan Beringin Raya, Kota Bengkulu pada Minggu sore, 8  Desember 2019. 

    Perbuatan keji itu diduga melibatkan  penjaga kos yang tiba-tiba  menghilang sebelum  korban ditemukan. "Dalam kejadian ini ada banyak ya, ada pembunuhan, ada dugaan pemerkosaan dan ada pencurian motor  juga,“ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna di Bengkulu, Selasa, 10 Desember seperti diberitakan oleh Antaranews.

    Indramawan juga menjelaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis karena banyak rangkaian kejahatan yang dilakukan. Indikasi adanya pemerkosaan dan perampokan itu merupakan  hasil pencocokan atas keterangan para saksi yang sudah diperiksa.

    Wina Mardiani (Fb)

     

    Motor korban ditemukan
    Kasat Reskrim Polres Bengkulu  mengatakan bahwa sepeda motor milik Wina telah ditemukan pada Senin malam, 10 Desember 2019 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raja Lelo. Ditemukannya sepeda motor Honda Scoopy warna coklat  inilah  yang menguatkan dugaan bahwa Wina juga merupakan  korban perampokan.

    Seperti ditulis oleh pedomanbengkulu   Ajun Komisaris Indramawan juga menjelaskan, sepeda motor korban  itu  disembunyikan oleh dua rekan pelaku yang dicurigai sebagai dalang pembunuhan tersebut.  

    “Posisi motor disembunyikan oleh dua orang yang kita amankan, diluar dari terduga. Kita juga tidak bisa menetapkan bahwa yang kita amankan ini pelaku pembunuhan juga karena konstruksinya juga berbeda,”  ujarnya.

    Indramawan mengatakan,  pengusutan  sepeda motor   korban dilakukan karena pada saat  teman korban  datang  di kos  ia tidak  melihat sepeda motor  korban.  Adapun  pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci.

    “Penemuan sepeda motor korban nyambung dengan kasus dugaan pembunuhan korban. Mereka  (yang menyimpan sepeda motor) tidak ada hubungan dengan korban, tapi kenal dengan terduga pelaku,”   kata Kasat Reskrim .

    Hasil otopsi
    Menurut Indramawan,  hasil  otopsi menunjukkan bahwa Wina dibunuh dengan cara dicekik menggunakan tali dibagian lehernya. "Hasil otopsi yang bisa disampaikan yaitu korban dijerat dibagian lehernya sehingga tulang lidahnya itu patah," katanya.

    Kejanggalan yang lain, bagian celana korban tersingkap sebatas paha dan korban sudah tidak mengenakan celana dalam. “Jenazah ini masih berbusana saat diotopsi. Cuma ada beberapa bagian pakaiannya yang tidak sesuai pada tempatnya,”   kata Indramwan.

    Meski demikian, kata Indra Indramawan, pihaknya belum bisa menyimpulkan di mana tempat Wina dieksekusi oleh para pelaku. Sebab saat ini pihaknya masih mencocokkan keterangan dari para saksi.

    Ketua tim Pusdokkes Mabes Polri AKBP dr Wahyu Hidayati Dwi Palupi mengatakan bahwa otopsi korban sudah di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Bengkulu.   Korban sudah meninggal selama 5 hari sebelum ditemukan. Menurut Wahyu setelah otopsi, jenazah Wina langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko menggunakan mobil ambulance.

    Selanjutnya: Bermula dari....


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.