Optimalkan Kompetensi Dosen untuk Menulis - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Kamis, 12 Desember 2019 06:20 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Optimalkan Kompetensi Dosen untuk Menulis

    Dibaca : 827 kali

    Bertajuk Mulai Menulis; Kalo Gak Sekarang Kapan Lagi?, Politeknik LP3I Jakarta menggelar workshop penulisan. Acara ini bertujuan untuk mengoptimalkan dosen agar lebih berani menulis.

    Diikuti 38 peserta yang sebagian besar dosen, workshop penulisan dibuka oleh Drs. Jaenudin Akhmad, M.M. M.Pd., selaku Direktur Politeknik LP3I Jakarta pada Rabu, 11 Desember 2019. Tampil sebagai narasumber atau pembicara yaitu Syarifudin Yunus, penulis dan pegiat literasi sekaligus Dosen Universitas Indraprasta PGRI dengan moderator Bakri Tanjung, Dosen LP3I Jakarta.

    “Workshop penulisan ini akan kita lakukan secara berkelanjutan. Targetnya ada karya dosen yang dipublikasi baik berupa jurnal atau buku. LP3I komitmen untuk mendukung aktivitas menulis di kalangan civitas akademika” ujar Jaenudin Akhmad saat membuka acara di Auditorium LP3I Jakarta.

    Workshop seri 1 ini menekankan pada “Membangun Hasrat Menulis” yang harus diiktui dengan perilaku menulis secara konkret. Karena hasrat baru sebatas keinginan atau harapan yang kuat. Namun kenapa tidak menulis? Karena terlalu banyak alasan untuk mengabaikannya, mulai dari 1) apa yang harus ditulis?, 2) merasa tidak punya bakat, 3) tidak mood, 4) sibuk, 5) merasa tidak bisa menulis, dan 6) malas. Karena itu, solusinya menulis harus dilakukan. Menulis adalah perbuatan atau perilaku, bukan pelajaran.

    Dalam kesempatan ini, peserta workshop penulisan diajak bermain “game kosakata” untuk mengetahui kemampuan membuat kata-kata sebagai aset utama dalam menulis. Karena dengan jumlah kosakata yang memadai, kendala menulis yang paling utama dapat diminimalisasikan. Selain itu, Syarifudin Yunus pun menekankan pentingnya keberanian untuk menulis. Menulis berdasarkan pengetahuan, pengalaman, atau perasaan dengan bahasa yang sederhana. Kata demi kata dirangkai menjadi kalimat dan dioptimalkan menjadi paragraf.

    Karena itu, para dosen dan peserta workshop penulisan LP3I Jakarta diajak untuk memahami 5 tips menulis dengan mudah, yaitu: 1) menulis dari sekarang, 2) menulis yang banyak, 3) menulis sebagai kebiasaan, 4) menulis dengan tujuan, dan 5) menulis hingga tuntas. Sebagai langkah awal, peserta pun memulai praktik menulis sesuai dengan kemampuan bahasa yang dimilikinya. Agar menulis menjadi lebih mudah dilatih dan dibiasakan.

    Melalui kegiatan workshop penulisan berkelanjutan ini, Politeknik LP3I Jakarta berharap dapat mempublikasikan karya ilmiah dalam bentuk jurnal atau buku. Sehingga upaya membangun tradisi menulis dan budaya literasi kampus menjadi lebih optimal. Setidaknya, 1 peserta bisa membuat 1 artikel ilmiah yang siap dipublikasikan. Oleh karena itu, setiap peserta nantinya harus menyiapkan masalah ilmiah dan ditulis secara lebih intensif. Sehingga mampu menghasilkan karya tulis sesuai dengan bidang keilmuannya.

    "Menulis merupakan keterampilan yang penting. Maka menulis tidak cukup diinginkan atau didiskusikan. Tapi menulis harus dilakukan mulai sekarang. Karena menulis adalah perilaku. Apalagi untuk civitas kampus, menulis seharusnya dibudayakan” ujar Syarifudin Yunus, narasumber yang tengah menempuh S3 Manajemen Pendidikan di Pascasarjana Unpak Bogor.

    Workshop penulisan Politeknik LP3I Jakarta ini merupakan bagian dari program pelatihan kampus. Untuk lebih mengintensifkan aktivitas penulisan LP3I sebagai lembaga pendidikan tinggi. Sekaligus sebagai momentum untuk menebar gerakan #LP3IMenulis untuk menggiatkan budaya literasi dan tradisi menulis di kalangan kampus. Karena menulis, ala bias karena biasa … #LiterasiKampus #LP3IMenulis

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.