Jalan-jalan Ke Klenteng Sam Poo Kong, Yuk! - Travel - www.indonesiana.id
x

Bella Annida

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Desember 2019

Selasa, 24 Desember 2019 20:58 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Jalan-jalan Ke Klenteng Sam Poo Kong, Yuk!

    Dibaca : 1.627 kali

    Klenteng Sam poo Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan petilasan seorang laksamana dari daerah China. Nama Beliau adalah Laksamana Zheng He / Cheng Ho. Kelenteng Sam Poo Kong terletak di daerah Simongan, tepatnya sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri ke-islaman-an dengan ditemukannya sebuah tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an". Dengan di temukannya tulisan seperti itu menunjukan bahwa Laksama ChengHo merupakan tokoh yang beragama islam.

    Menurut riwayat, bahwa Laksamana Zheng Ho waktu itu sedang berlayar melewati daerah laut Jawa, tetapi saat melintasi laut Jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit. Kemudian ia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapatlah ke pantai utara Semarang untuk berlindung di sebuah goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng.

    Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang diakibatkan pantai utara Jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang di akibatkan adanya proses sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara. Masjid itulah yang kini dinamakan dengan kelenteng Sam Poo Kong.

    Sekilas Tentang Bangunan Klenteng Sam Poo Kong

    Hampir semua bangunan yang ada di kawasan Sam Po kong ini memiliki bangunan dengan warna merah dan berarsitektur ala China. Saat ini Sam Po Kong dijadikan sebagai tempat peringatan dan tempat pemujaan atau juga bersembahyang dan berziarah.

    Untuk keperluan tersebut, di dalam goa batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien. Sebenarnya laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, akan tetapi oleh orang Kong Hu Chu di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.

    Bangunan utama dari Klenteng Sam Poo Kong ini adalah sebuah goa yang di namakan dengan Goa Batu, inilah tempat awal saat laksamana Cheng Ho dan anak buahnya mendarat di pulau Jawa. Goa aslinya telah tertimbun longsor namun berkat solidaritas masyarakat untuk menghormati SamPoo Kong maka di galilah goa tersebut sehingga sampai saat ini masih bisa kita lihat.

    Di dalam goa Batu tersebut terdapat sebuah patung Laksamana Cheng Ho yang telah dilapisi emas dan digunakan untuk ruang sembahyang dalam memohon doa restu keselamatan, kesehatan dan rejeki. Selain bangunan inti goa batu tersebut, yang dindingnya dihiasi relief tentang perjalanan Cheng Ho dari daratan China sampa ke Jawa, di area ini juga terdapat satu kelenteng besar dan dua tempat sembahyang yang lebih kecil.

    Harga Tiket Masuk Wisata Sam Poo Kong

    Untuk harga tiket masuk dari tempat wisata klenteng Sam Po Kong ini sangatlah terjangkau. Saat saya datang beberapa bulan lalu harga tiket masuk klenteng Sampoo Kong hanya Rp 3000 per orang. Tentunya harga tiket tersebut untuk membiayai perawatan klenteng agar tetap terjaga dan terawat.

    Usahakan saat kita datang ke sana persiapkan kamera yang bagus untuk mengabadikannya. Karena semua bangunan di sana sangatlah indah. Dengan ciri khas warna merah dan gaya arsitektur ala bangunan China maka kita bisa berfoto seakan akan kita berada di daerah China sesungguhnya. Biasanya ada juga yang membuat acara shooting film di sana karena memang tempatnya yang cocok di jadikan background film.

    Selain itu kita juga bisa berfoto dengan menggunakan pakaian pakaian China, yaitu berupa baju baju adat yang berasal dari dinasti kerajaan China pada masa lalu. Pokokjnya dijamin Anda tidak akan kecewa saat berada di sana. Sayangnya harga sewa kostum untuk memakai baju tersebut tergolong mahal. Waktu itu ketika saya datang harganya sekitar Rp 80.000 per kostum. Jadi kalau dana kita mepet mending gak menyewa pakaian. Ganti saja dengan berfoto ria dengan background bangunan klenteng yang cantik dan megah. Itu sudah membuat kita merasa puas tanpa harus menyewa kostum.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).