Begini Nasib Wanita Uighur: Dibuat Steril, Diperkosa atau Dipaksa Nikah - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Gulbachar Jalilova

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Kamis, 26 Desember 2019 19:41 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Begini Nasib Wanita Uighur: Dibuat Steril, Diperkosa atau Dipaksa Nikah

    Nasib orang Uighur di Xinjiang, Cina, masih terus menjadi sorotan dunia. Hingga kini, diperkirakan satu juta suku yang beragama Islam itu ditahan di kamp-kamp. Pemerintah telah berulang kali menyangkal keberadaan kamp, menyebutnya sebagai pusat pendidikan kejuruan sukarela.

    Dibaca : 15.995 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Nasib  orang Uighur di  Xinjiang,  Cina,  masih terus menjadi sorotan dunia.  Hingga kini, diperkirakan satu juta  orang dari  suku yang  beragama Islam itu ditahan di kamp-kamp. Pemerintah telah berulang kali menyangkal keberadaan kamp, menyebutnya sebagai pusat pendidikan kejuruan sukarela.

    Wanita dan anak-anak pun menderita akibat  banyak laki-laki yang ditahan oleh pemerintah Cina.  Berikut ini kesaksian  mengenai nasib wanita Uighur.

    Dipaksa nikah
    Seorang wanita Uighur,  Abbas, Rushan yang kini tinggal di Amerika Serikat, mengungkapkan hal ini.  Ia mengatakan, pemerintah memaksa wanita Uighur menikah dengan pria Han, etnis mayoritas Cina.  

    Gadis atau wanita-wanita yang ditinggal suami itu  diiming-iming  dengan uang, tempat tinggal dan pekerjaan.

    "Ini pemerkosaan massal," kata Abbas  seperti ditulis oleh  news.com.au, 23 Desember 2019.  Menurut Rushan,  para wanita tidak dapat menolak paksaan tersebut. Mereka juga merasa lebih aman karena tidak lagi  dipandang sebagai  ekstrimis  karena telah menjadi istri etnis Han yang kebanyakan ateis.

    Adapun pemerintah Cina mengklaim pernikahan tersebut merupakan bagian dari program untuk mempromosikan persatuan. Program tersebut memungkinkan para pejabat memantau orang-orang Uighur yang telah sudah beberapa dekade hidup di bawah pengawasan semakin ketat.

    Bagi, Rushan program itu merupakan pemaksaan.  Juga  "Banyak aborsi paksa. Ini adalah pemerkosaan massal yang disamarkan sebagai 'pernikahan'. Gadis-gadis Uighur dipaksa menikahi pria Cina Han dengan kepuasan pemerintah,”  ujar  Rushan yang kini telah berkewarganegaraan Amerika.

    Selanjutnya: Disterilkan

    Ikuti tulisan menarik Dian Novitasari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.