Umat Kristen Ini Baru Rayakan Natal 7 Januari: Ada Puasa, Gerejanya Mirip Masjid - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Gereja Kristen Ortodoks

Anung Suharyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Oktober 2019

Jumat, 27 Desember 2019 04:17 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Umat Kristen Ini Baru Rayakan Natal 7 Januari: Ada Puasa, Gerejanya Mirip Masjid

    Setiap tahun, Gereja Kristen ortodoks merayakan Natal pada hari yang berbeda dengan umat Kristen dan Katolik umumnya. Bukan pada tanggal 25 Desember, melainkan pada tanggal 7 Januari sesuai kalendar Masehi yang lazim digunakan banyak orang.

    Dibaca : 15.173 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Setiap tahun, Gereja  Kristen Ortodoks  merayakan Natal pada  hari yang berbeda dengan umat Kristen dan Katolik umumnya.  Bukan pada tanggal 25 Desember sesuai kalendar Masehi yang lazim digunakan banyak orang, melainkan pada 7 Januari.

    Begitu pula Gereja  Ortodoks Rusia Santo Thomas di Jakarta Selatan, salah satu gereja ortodoks di Indonesia. “Ketika orang-orang merayakan Natal dengan riang gembira, di ortodoks kami harus berpuasa untuk mempersiapkan diri menyambut Yesus," kata Daniel Limpayas, salah satu pengikut gereja ini,  seperti ditulis oleh BBCIndonesia, 24 Desember 2019.

    Diikuti sekitar seribu orang di Indonesia, gereja ortodoks Rusia memiliki cara tersendiri untuk mengingat kelahiran Yesus Kristus. Bukan dengan ingar-bingar lagu atau perjamuan makan besar, tapi dengan sikap yang mereka sebut penyangkalan diri, selama 40 hari sebelum Natal.

    Setelah ibadah Minggu, akhir Desember lalu,  misalnya, Daniel  pun hanya menyantap sepiring nasi berlauk tempe. Keyakinannya mengharuskannya berpantang daging sebelum Natal.

    Karena  beda sistem penanggalan
    Gereja Santo Thomas  di Jakarta  Selatan  dipimpin Romo Boris Setiawan.  Gereja ini secara resmi berada di bawah naungan Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI),  walau memiliki cara ibadah dan beberapa perbedaan ajaran dengan lembaga induk gereja Kristen Protestan itu.

    "Gereja di bawah PGI bisa mengatur administrasi sendiri-sendiri. Kami juga masih bisa tunduk dengan hierarki tertinggi kami di Rusia,"  kata Boris.

    Di seluruh dunia, setidaknya hingga 2018, penganut ajaran gereja ortodoks Rusia diperkirakan mencapai 150 juta orang. Di Indonesia, gereja ortodoks pertama kali berdiri tahun 1988 di Solo. Penggagasnya adalah Romo Daniel Byantoro. Sejak itu, paroki di sejumlah daerah juga dibentuk.

    Perbedaan hari perayaan Natal itu terjadi karena penggunakan sistem penanggalan yang berbeda. Penganut  gereja   kristen ortodoks masih menggunakan perhitungan kalender Julius.  Adapun Sistem penanggalan yang  telah dimodifikasi dan umum dipakai sekarang adalah sistem penanggalan yang ditetapkan Paus Gregorius XIII  sejak 1582.

    Setelah kalender Gregorius dicanangkan, tidak semua negara mau memakainya. Baru beberapa abad setelahnya, hampir semua negara barat mau mengimplementasikannya. Rusia baru memakainya ada tahun 1918. Adapun kalangan gereja ortodoks masih menggunakannya hingga kini.

    Dalam praktek sehari-hari,  kalender  Julius  lebih lambat dibanding kalender Gregorius. Ketika  kalendar  Gregorius sudah mencapai  tanggal  25 Desember atau Hari Natal, kalendar  Julius baru tanggal 12 Desember.   Ini yang menyebabkan  perayaan Natal kaum kristen ortodoks berbed atau sekitar dua pekan lebih lambat.

    Selanjutnya: Soal gereja yang mirip masjid

    Ikuti tulisan menarik Anung Suharyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.