Heboh Nadya & Nabila:16 Tahun Dipisah, Baru Tahu Kembar via Medos, Kisahnya Mengharukan… - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Kisah Nadya & Nabila

Dian Novitasari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Oktober 2019

Selasa, 14 Januari 2020 06:25 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Heboh Nadya & Nabila:16 Tahun Dipisah, Baru Tahu Kembar via Medos, Kisahnya Mengharukan…


    Dibaca : 10.369 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kisah  pertemuan  di dunia maya, Nadya Elvira  dan Nabila Az-Zahra  sungguh mengharukan.  Mereka dua saudari kembar yang sudah berpisah selama 16 tahun. Mereka baru berkomunikasi pada 7 Januari lalu lewat media sosial, dan akhirnya tahu bahwa keduanya kembar.

    Nadya  tinggal di Depok,  Jawa Barat dan Nabila  tinggal di Gowa, Sulawesi Selatan.  Sejak bayi keduanya diasuh oleh orangtua yang berbeda. Ternyata mereka  bukan cuma kembar dua, melainkan tiga.  

    Cerita ini benar-benar  bagaikan sinetron karena  bermula  hanya gara-gara ada teman Nadya yang iseng.  Ia  cerita bahwa ada wajah yang mirip dengan Nadya  di sebuah akun media sosial.

     

    Keduanya  kini sibuk  melayani wawancarai stasiun teve karena kisahnya sungguh mengejukan. Baik Nadya dan Nabila sekarang   bikin woro-woro, sedang mecari kembarannya yang ketiga.

    “Aku mau bilang yang merasa mirip, hubungi kita, ulang tahun di 13 Maret 2003," kata Nadya.

    Selanjutnya: bermula dari....



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.078 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.